Virus Corona, Warning Bagi Lembaga Pendidikan Positif Bagi Revolusi Belajar

Drs. Suharno, MM, Ak (kanan) – Akademisi dan Konsultan Bisnis.

JATENGONLINE, SOLO – Saat ini kita memasuki era digital. Semua aktivitas bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun. Sepanjang ada jaringan internet.

Aktivitas pembelajaran dan mengerjakan tugas kantor bisa dilakukan dari jarak jauh. Kita tidak harus di kampus, maupun di kantor, cukup di rumah bisa belajar maupun melaksanakan tugas kantor.

Pembelajaran jarak jauh ini populer dengan istilah “daring” merupakan singkatan dari “dalam jaringan”.

Penerapan pembelajaran daring sebenarnya sudah diterapkan oleh sekolah ataupun perguruan tinggi beberapa waktu yang lalu.
Namun prosentase dosen atau guru yang menerapkan belum begitu besar. Pridiksi saya masih sekitar 20 persen.

Pembelajaran daring baru mencuat secara nasional, dalam satu minggu terakhir, bersamaan merebaknya epidemi virus corona diberbagai daerah, seperti DKI dan Solo.

Saat kedua daerah tersebut dinyatakan KLB virus Corona. Sekolah dan kampus meniadakan pembelajaran tatap muka di sekolah dan kampus.

Kepala Sekolah dan Rektor menginstruksikan selama dua minggu siswa dan mahasiswa belajar di rumah menggunakan sistem daring.

Kondisi ini memaksa para guru dan dosen untuk mengganti model pembelajaran konvensional, menjadi pembelajaran berbasis jaringan internet.

Bagi guru dan dosen generasi melenial. Tidak menjadi masalah. Tapi bagi guru dan dosen senior yang kurang familier dengan internet, mau tidak mau harus belajar media pembelajaran sistem daring.

Bagi yang masih awam menggunakan google classroom dan teleconference. Proses pembelajaran bisa menggunakan sarana WA dan telegram. Sambil terus mengupdate ketrampilannya agar bisa mengikuti perkembangan jaman.

Bagi yang belum terbiasa. Belajar sesuatu yang baru memang terasa tidak nyaman. Namun kami percaya pembelajaran daring selama dua minggu ini akan menjadikan guru, dosen, siswa dan dosen untuk beradaptasi.

Setelah beberapa kali menerapkan pembelajaran daring, pasti akan merasa nyaman dan merasakan manfaat yang luar biasa. Lebih praktis, efisie dan efektif, serta proses pembelajaran akan terdokumentasi dengan baik secara otomatis.

Awalnya terasa sulit. Nanun setelah dilakukan berulang menjadi nyaman. Lama-lama menjadi habit atau kebiasaan.

Inilah salah satu dampak positif epidemi corona. Mempercepat pembelajaran daring secara alami.

Hal ini akan mendorong terjadinya revolusi pembelajaran yang lebih cepat dari yang kita bayangkan.

Prediksi kami, dua tahun lagi kampus akan menjadi lebih sepi. Karena mahasiswa dan dosen akan melakukan pembelajaran yang tidak terikat ruang dan waktu.

Ini tentunya warning bagi pengelola lembaga pendidikan, lanjutnya. Harus berani merubah pola pikir dan berani mengambil keputusan. Menghentikan pembangunan fisik kampus. Dengan beralih memperkuat sistem jaringan internet. Serta menyiapkan SDM, baik dosen dan karyawan untuk siap memasuki era digital.

Dibalik musibah pasti ada hikmah. Mari kita tidak terlena dengan ketakutan yang berlebihan menghadapi epidemi virus corona. Jangan membuat kita terlena.

Bagaimana pendapat Anda ? Salam perubahan (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!