Bagaimana Strategi BPR Hadapi Pandemi Covid-19 ?

JATENGONLINE, SOLO Nasib Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di tahun 2020 banyak yang kurang beruntung. Ibarat sudah jatuh, masih kejatuhan tangga.

Awal tahun 2020 BPR yang modal intinya tidak bisa memenuhi ketentuan OJK sebesar 3 milyar, harus marger atau dibubarkan.

Pada waktu yang bersamaan banyak debitur besar gagal bayar. Akibatnya NPL BPR Soloraya menembus angka 5,6 persen dan NPL Bank Umum di atas 10 persen.

Persoalan belum terselesaikan muncul ancaman baru. Pandemi virus mematikan corona (covid-19) yang menyebar dipenjuru dunia. Meluluh lantakan roda perekonomian dunia.

Padahal kelebihan BPR dibandingkan Bank Umum adalah jemput bola. Langsung bertemu prospek maupun nasabah. Dalam kondisi pandemi covid-19 saat ini sangat berisiko bila melakukan jemput bola.

Lalu apa yang harus dilakukan BPR agar tetap bisa berjalan dan bertahan ?

Berikut kami sampaikan tip agar BPR tetap bisa menjaring nasabah dan debitur dengan aman:

BANGUN DATA BASE PELANGGAN
Inventarisasi nama dan nomor telpon/WA, email, facebook, instragram dari prospek, nasabah dan debitur.
Data base ini menjadi senjata ampuh untuk menyebar luaskan informasi kepada masyarakat terkait dengan produk dan kebijakan BPR.

BUAT FORMAT dan KONTEN MENARIK
Misalnya info untuk ingatkan jatuh tempo pembayaran kredit, melakukan penagihan, menawarkan kredit, tabungan dan deposito.
Buat format tampilan dan konten promo di web, WA, facebook, instragram yang menarik dan unik, sehingga masyarakat langsung tertarik untuk bertransaksi via media yang telah kita siapkan tersebut.

LAKUKAN INTENSIF dan KONSISTEN
Kelemahan kita adalah tidak disiplin dan tidak sabar dalam melakukan promosi lewat media on line. Obor-obor blarak. Baru mencoba satu dua kali lalu berhenti, karena tidak ada respons langsung.

Lakukan secara terencana dan intensif pasti ada hasilnya. Media on line sarana promosi paling murah, sayangnya belum banyak BPR yang memanfaatkan dengan baik.

Menurut kami, pengelola BPR sudah saatnya memperkerjakan satu orang karyawan yang khusus menangani pemasaran dan promosi on line. Angkat karyawan melenial yang pandai IT dan kreatif, serta yang memiliki jaringan yang luas.

Itulah beberapa tip yang bisa kami sampaikan. Kompetitor kita, FINTECH, sudah berada di depan sejak awal, menerapkan sistem on line full 100 %.

Masihkah kita ragu dan menunggu ?
BPR yang eksis bukan BPR yang besar. Namun BPR yang cepat mengambil keputusan.

Bagaimana pendapat Anda ? Bila ingin berdiskusi lebih lanjut silahkan kontak kami, salam sukses.

Suharno
Certified Professional Coach
(WA 0813 295 117 45)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *