Pandemik COVID-19 ‘Wong Solo’ Serukan Berbagi

Owner Ayam bakar Wong Solo, Puspo Wardoyo

JATENGONLINE, SOLO – Berbagi setiap hari bagi pemilik Ayam Bakar Wong Solo Grup sudah menjadi kebiasaan, adalah Puspo Wardoyo, pelaku usaha kuliner asal Solo ini. Karena dilakukannya bukan saat hanya ketika ada wabah, bencana atau musibah yang melanda negeri ini. Untuk menjemput rejeki, Puspo berbagi sesama setiap hari.

Pemilik 268 Gerai Ayam Bakar Wong Solo Grup yang ada di hampir seluruh kabupaten dan kota di Indonesia ini, setiap harinya selalu berbagi. Setidaknya, berbagi dengan lingkungan tetangga di mana daerah cabang usaha Wong Solo ada.

Puspo Wardoyo pun mengetuk hati kepada seluruh pengusaha untuk ikut berperan serta menyelesaikan pandemik global covid-19, dengan cara berbagi membantu mereka yang saat ini terhimpit ekonominya, sehingga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Sebagaimana yang disampaikannya berikuti ini:

“Bismillahirrohmanirrohim, Asalamualaikum, saya Puspo Wardoyoowner Wong Solo Group. Sebelumnya menyampaikan rasa keprihatinan saya terhadap kondisi Indonesia saat ini secara keseluruhan dan terkhusus Medan Sumatera Utara atas merebaknya pandemik covid-19.

Musibah ini saya harap bisa menjadi momen untuk bersatunya seluruh komponen masyarakat tanpa terkecuali, sebagai pengusaha saya merasakan betul situasi ini bukan suatu hal yang mudah untuk dihadapi, akan tetapi saya mengajak pengusaha lain untuk berkontribusi demi segera pulihnya perekonomian seperti sediakala

Sudah saatnya kita sebgaai pengusaha yang selama ini nyaman hidup berbisnis turut serta mengambil gantian, contoh yang sangat simpel misalnya memberikan makan pada lingkungan sekitarnya saya juga menghimbau kepada seluruh tokoh agama, untuk turut serta menyampaikan ke masyarakat pentingnya berbagi, yang dalam islam sendiri disebut shadaqah dan berkorban.

Kepada Tokoh agama dan alim ulama harus menekankan bersegeralah diwaktu lapang dan sempit, bahwasanya shadaqah tidak akan mengurangi harta kita, jangan panic buying yang justru akan melukai perasaan saudara-saudara kita yang tidak mampu.

Umat Islam di Indonesia sudah terbiasa berbagi dengan orang miskin itu, dalam bentuk kurban salah satunya diselenggarakan setiap tahunnya pada Hari Raya Idul Qurban. Dan mereka sudah punya data-datanya siapa yang miskin siapa yang kaya dan bagaimana cara mencari dana dan mendistribusikannya.

Jadi saya kira masyarakat yang mampu kurban pasti akan ikut kurban, dan inilah waktu yang tepat disebut bulan kurban yang sesungguhnya.

Per tanggal 14 April 2020 Wong Solo Medan Sumatera Utara telah mendistribusikan 10. 000 an nasi kotak dan masih akan terus berlanjut selama kami dibutuhkan, selama masih ada karantina. Untuk beberapa posko karantina di kota Medan seperti di Lanud Suwondo Dili Serdang, PLN Medan dalam rangka menangkal incloud yang saat ini dikarantina di PTPN III Sungai Garang.

Semoga musibah ini segera berakhir dan kita semua dalam lindungan Allah SWT. Amin, amin ya robbal alamin.” Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *