Anthony Hendra: Strategi Pengembang Properti Di Masa Pandemi

Anthony Hendra saat sosialisasi perumahan D’Harmony Bulusulur Wonogiri kepada prajurit TNI di aula Makodim 0728/Wonogiri. Senin (29/6/2020)

JATENGONLINE, SOLOPandemi Covid-19 berimbas signifikan ke sektor properti. Tapi di sisi lain jadi lebih banyak orang yang mengakses online untuk menggali informasi seputar properti yang dicari. Pengembang yang jeli tentunya harus memanfaatkan strategi ini di masa pandemi.

Adapun langkah untuk mengurangi penyebaran Covid-19 ini, semua orang harus berjaga jarak, melakukan isolasi di rumah, hingga bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Apalagi ketika membeli properti orang wajib mengunjungi lokasi untuk melihat show unit maupun ke proyeknya langsung.

Namun, dengan perkembangan teknologi ada beberapa hal yang bisa disiasati dari situasi ini, misalnya browsing hingga melihat show unit maupun progres proyek melalui teknologi. Hal seperti ini jelas membantu, terutama jika pembelinya tidak punya waktu untuk datang ke lokasi.

Menurut Anthony Hendra, Pelaku Property di Solo Raya, situasi pasar properti yang terpukul akibat pandemi Covid-19 bukannya meniadakan konsumen properti. Pasar tetap ada dan besar hanya saja prioritasnya saat ini lebih kepada keselamatan dan kesehatan. Situasi ini membuat disrupsi teknologi semakin cepat dan mau tidak mau harus segera dilakukan.

“Kendati ada pandemi, sesungguhnya pasar tetap ada. Hanya pengembang yang siap dengan konsep digital marketing yang melakukan promosi yang bisa meraih pasar besar,” ujar Anthony Hendra, pelaku properti yang maju sebagai kandidat Ketua umum REI Jawa Tengah.

Dampak akibat pandemi ini membuat orang menahan diri, tapi di sisi lain menjadi lebih banyak yang mengakses online untuk mencari informasi properti, membuat pasar properti lesu akibat dampak psikologis yang lebih besar walaupun pondasi ekonomi sebenarnya bagus.

Pasar dari segmen media sosial ini yang harus dimanfaatkan pengembang dengan tetap berpromosi dan memperkuat digital marketingnya. Yang bisa dilakukan saat ini antara lain dengan membuat konsep nabung properti, booking dengan mulai mencicil periode tertentu.

Pengembang juga bisa memaparkan secara lengkap terkait proyeknya dengan menggunakan berbagai channel maupun media sosial seperti Instagram, Twitter, Facebook, dan lain sebagainya.

Seperti halnya yang kini tengah dilakukan oleh PT Duta Yunior Manunggal, tetap eksis dengan menggandeng instansi dan institusi terkait, melaksanakan pembangunan properti dan pengembangan wilayah meski di situasi pandemi. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *