Kusumo: Jangan Terkecoh Hasil Survey !

Terkait hasil survey BRM Kusumo Putro, inisiator Garuda, Relawan Purnomo – Teguh bersikap

JATENGONLINE, SOLO – Dalam sebuah survey yang disebut dilakukan bekerjasama dengan salah satu PTS di Solo dengan koordinatornya seorang dosen pasca sarjana seperti sengaja ingin mendikte parpol dengan cara memanfaatkan media.

“Kami berharap, kepada masyarakat Solo jangan mudah terkecoh hasil survey. Dan parpol juga jangan lantas terlena dengan bungkus manis survey,” tegas BRM Kusumo Putro, inisiator Garuda, Gerakan Rakyat Untuk Daerah Kota Surakarta.

Hasil survey yang dirilis oleh Solo Raya Pooling beberapa waktu lalu, mengenai calon pemilu walikota Solo, yang mengumumkan putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal calon kuat Walikota Solo melampaui kandidat calon Walikota DPC PDIP Solo Achmad Purnomo, Kusumo menanggapinya berbeda.

Karena menurutnya, semua sudah tahu kemana arah dari hasil survey itu. Kalau hanya sebagai “lucu-lucuan” okelah ‘ben rada gayeng’. Namun, inisiator Garuda sekaligus relawan pendukung pasangan Achmad Purnomo–Teguh Prakosa, bahwa hal itu tidak mencerminkan kondisi riil dan jauh dari kondisi nyata di lapangan.

“Dari saya baca sejumlah pemberitaan di beberapa media, saya sampaikan bahwa hasil survey sedikitnya ada beberapa hal yang tidak diperhatikan, sehingga hasil survey itu kurang akurat,” imbuhnya saat dihubungi.

Menurut Kusumo, survey itu tidak sepenuhnya merepresentasikan mayoritas warga Solo, meski disebut respondennya dari DPT. Karena hanya empat kecamatan yang disurvey, sedangkan dari kecamatan Jebres tidak disurvey.

Dari simulasi yang dilakukan, terkesan sangat memaksakan agar nama Purnomo diposisikan hanya sebagai calon Wakil Walikota. Padahal dicalonkan dan mendaftar sebagai Walikota.

“Jelas ini ada penggiringan opini, satu nama untuk calon walikota Solo,” katanya.

Kusumo juga menegaskan bahwa DPC PDIP Solo tidak gegabah dalam mencalonkan Walikota. Pemilihan nama Purnomo dan Teguh sudah sesuai mekanisme partai, juga didukung semua PAC dan kader PDIP.

“PDIP Solo tidak butuh Gibran. Tapi Gibran yang butuh PDIP sebagai kendaraan untuk menjadi pemimpin,” tandasnya. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *