Strategi Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Pembiasaan Di Rumah

Strategi merupakan suatu pendekatan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan serta eksekusi dalam aktivitas yang memiliki kurun waktu tertentu.Strategi yang baik ada pada koordinasi dalam tim kerja, mempunyai tema, serta melakukan identifikasi faktor pendukung yang sesuai dengan prinsip pelaksanaan gagasan yang rasional, efisien dalam melakukan pendanaan, serta mempunyai cara untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

Strategi mempunyai perbedaan dalam taktik yang dimilikinya, ruang lingkup lebih sempit serta waktu yang dimiliki lebih singkat, meskipun secara umum orang sering mencampuradukkan ke dua kata itu. Contoh perbedaannya bahwa strategi untuk dapat memenangkan dengan sepenuhnya dalam kejuaraan taktik untuk dapat memenangkan pertandingan.

Intinya perbedaan antara strategi dan taktik, startegi adalah pendekatan (cara) umum yang dilakukan suatu organisasi atau perusahaan untuk mencapai dan memperoleh tujuan. Sedangkan taktik adalah cara-cara yang bersifat spesifik yang dilakukan untuk menerapkan strategi yang dipilih (https://www.komposiana.com.).

Menurut Siagaan strategi adalah serangkaian keputusan serta tindakan yang mendasar yang dibuat oleh menejemen puncak dan diterapkan kesemua jajaran dalam organisasi untuk pencapaian tujuan organisasi. Strategi menurut Craig dan Grant adalah penetapan sasaran dan tujuan dalam jangka panjang.

Dengan pendapat yang sudah disebutkan tadi, maka dapat disimpulkan bahwa strategi merupakan suatu rencana dari suatu lembaga atau perusahaan, yang mencerminkan kesadaran mengenai kapan, dimana serta bagaimana harus bersaing dalam menghadapi lawan dengan maksud dan tujuan tertentu. Strategi yang dimaksud di sini berkaitan dengan masyarakat dalam hal ini adalah siswa. Strategi ini berkaitan dengan respon siswa.

Pendidikan Penguatan Karakter ( PPK ) adalah merupakan kebijakan pendidikan yang tujuannya untuk mengimplemantasikan Nawacita Presiden Joko Widodo – Jusuf Kalla dalam system pendidikan nasional. Kebijakan PPK ini terintegrasi dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental ( GNRM ) yaitu perubahan cara berpikir, bersikap dan bertindak menjadi lebih baik. Nilai-nilai yang utama dalam PPK adalah religious, nasionalis, mandiri, gotong royong, integritas.

Nilai-nilai ini ingin ditanamkan dan dipraktikkan melalui system pendidikan nasional agar diketahui, dipahami dan diterapkan di seluruh sendi kehidupan di sekolah dan di masyarakat. Munculnya PPK karena kesadaran keadaan akan tantangan ke depan yang makin kompleks dan tidak pasti, namun sekaligus melihat ada banyaknya harapan bagi masa depan bangsa. Hal itulah yang akhirnya menuntut lembaga pendidikan untuk mempersiapkan siswa secara keilmuan dan kepribadian, berupa individu-individu yang kokoh dalam nilai-nilai moral, spiritual dan keilmuan.

Sebetulnya Pendidikan Penguatan Karakter ( PPK ) kalau dipandang dari masyarakat umum, tidak hanya melulu dilakukan oleh lembaga pendidikan saja. Tetapi yang lebih utama harus dilakukan mulai dari rumah sebagai penanggungjawab adalah oleh orang tua. Orang tua akan dimintai pertanggungjawaban kepada Allah atas pendidikan anak-anaknya. Seorang wanita ( katakanlah : ibu ) yang mengandung, sudah otomatis mendidik anak dimulai dari dalam kandungannya. Ibu yang hamil, melahirkan, menyusui dan mendidik akan terus berusaha mendidik anak-anaknya selama hidup.

Meskipun anak-anaknya sudah mempunyai anak sendiri. Mengapa? Orang tua tidak ingin anak-anaknya hidup dalam kesusahan atau dalam kondisi kekurangan dalam hal materi. Orang tua mengharapkan anak-anaknya hidup lebih baik dari dirinya. Jangan sampai anak-anaknya sakit ataupun merasa susah. Yang diinginkan orang tua adalah, anak-anaknya bahagia.

Masalah pendidikan yang paling tepat untuk memulai agar bisa dikatakan sukses dan berhasil adalah pada saat seseorang masih dalam usia dini. Kenapa? Karena di usia dini merupakan usia yang sangat kritis dalam pembentuka karakter seseorang. Pada usia dini otak seseorang berkembang cepat, rentang usianya antara 0-6 tahun. Pada usia ini otak seseorang dapat menerima dan menyerap berbagai macam informasi, serta tidak menghiraukan baik dan buruknya. Inilah masa dimana perkembangan fisik, mental maupun spiritual dalam diri seorang anak akan mulai terbentuk. Sebab, banyak yang menyebutkan pada masa tersebut sebagai masa emas bagi seorang anak ( Golden Age ).

Pada usia dini peran orang tua sangat diperlukan sekali untuk memberikan pendidikan karakter yang baik bagi diri anak tersebut, menanamkan nilai-nilai moral, akhlak, agama dan lain sebagainya. Ketahuilah bahwa anak di usia dini sangat mudah untuk menyerap dan menerima berbagai informasi secara cepat, sehingga apapun yang diberikan pada anak akan dia serap dengan sangat baik dan akan selalu dia terapkan dalam kehidupannya. Oleh karena itu maka sebagai orang tua hendaknya mampu untuk memanfaatkan masa emas yang dimiliki anak untuk memberikan berbagai pendidikan karakter yang baik bagi diri anak, sehingga keinginan orang tua bisa terpenuhi, di masa mendatang agar anaknya bisa meraih keberhasilan dan kesuksesan dalam kehidupannya.

Perlu dihindari sebagai orang tua untuk tidak menjatuhkan anak, misalnya dengan memukul, membentak ketika melakukan kesalahan apalagi memberi tekanan yang pada akhirnya akan menjadikan diri seorang anak bersikap negative, mudah minder, penakut dan tidak berani mengambil resiko, yang pada akhirnya akan dia bawa sampai dewasa nanti. Jika anak memiliki sifat positif maka resiko bisa diubah sebagai tantangan untuk meraih suatu keberhasilan.

Banyak orang yang sukses justru tidak mendapatkan prestasi yang gemilang di sekolahnya, mereka bahkan tidak pernah menjadi juara kelas atau menduduki posisi teratas di sekolahnya. Kesuksesan dominan ditentukan oleh kecakapan membangun hubungan emosional dengan dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan sekitarnya. Selain itu yang paling utama dan yang tidak boleh ditinggalkan adalah hubungan spiritual dengan Allah.

Orang tua wajib menumbuhkan pemahaman secara positif pada diri anak sejak usia dini, dengan cara memberikan kepercayaan pada anak untuk mengambil keputusan untuk dirinya sendiri, membantu anak dalam mengarahkan potensi yang dimiliki, denga begitu mereka lebih mampu untuk bereksplorasi dengan sendirinya, anak tidak merasa ditekan baik secara langsung maupun secara halus.

Berdasarkan pernyataan di atas, dapt diambil kesimpulan bahwa pendidikan akarakter akan timbul dengan sednirinya atau dengan mudah dari perilaku yang dilakukan. Sedangkan pendidikan karakter pada anak di usia dini dinilai sangatlah penting karena anak-anak adalah generasi yang akan menentukan nasib bangsa di kemudian hari.

Orang tua merupakan pendidikan utama dan pertama bagi anak-anak kesayangan. Situasi pendidikan ini terwujud berkat adanya pergaulan dan hubungan pengaruh mempengaruhi secara timbal balik antara orang tua dan anak. Orang tua melakukan dengan membiasakan perilaku positif tetentu dalam kehidupan sehari-hari antara lain dengan keteladanan, konsisten, komunikasi, disiplin, tanpa kekerasan. Kacang ora ninggal lanjaran artinya bahwa kebiasaan anak meniru orang tuanya. (*)

*) Oleh : Sri Suprapti, Guru Bahasa Jawa SMP Negeri 8 Surakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *