SMPN 8 Solo Gelar Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Daring Era New Normal TA 2020/2021

JATENGONLINE, SOLO – Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman,M.Pd. menggelar workshop penyusunan rencana pembelajaran dalam jaringan (daring) menghadapi new normal, Rabu-Sabtu (1–4/7/2020), di mulai pada pukul 08.00 s/d pukul 16.00 WIB.

Dalam sambutannya Kepala Sekolah menyampaikan harapannya kepada peserta workshop untuk dijaga kesehatannya sehingga bisa bekerja dengan aman dan nyaman. Menjalankan tugas sebagai guru yang mengajar dengan cara memanfaatkan aplikasi yang sudah ditentukan oleh panitia yang diakhiri dengan presentasi RPP setiap mata pelajaran.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Etty Retnowati, SH.MH. dalam sambutannya menyampaikan salam sehat dan sebagai penyemangatnya adalah gotong royong. Harapannya agar peserta workshop semuanya sehat.

Menyinggung masalah PPDB yang Alhamdulillah semuanya lancar, peminatnya banyak. Pendaftar yang sudah terpenuhi mudah-mudahan tidak berkurang. Di awal pandemi (waktu itu) pembelajaran harus berjalan dan anak-anak belajar dari rumah begitu juga guru juga mengajar dari rumah. Dengan situasi yang tidak biasa ini Bapak Ibu Guru dipaksa dan terpaksa mengajar jarak jauh kurang optimal. Anak ada yang tidak tervasilitasi di rumah, tidak ada penghasilan, tidak ada kuota. Sehingga guru tidak puas dengan pembelajaran, ketuntasan tidak tercapai, tidak boleh tatap muka. Penilaian dilakukan sebelum BDR dan itu Insya Allah obyektif.

Ke depan, Kota Surakarta belum zona hijau siswa tetap belajar dari rumah, Guru masuk. Dalam kondisi seperti ini diusahakan agar selalu sehat dan gotong royong, karena kita tidak tahu bisa menularkan dan bahkan tertular.

Situasi seperti ini semester ke depan dengan daring sepenuhnya, anak tidak boleh ke sekolah. Orang tua tetap didatangkan ke sekolah dan diberi pemahaman, sambil membawa berkas daftar ulang untuk mencocokkan.

Tidak ada sumbangan apapun, karena orang tua sulit sekali kehidupan ekonominya. Disinggung juga oleh Kepala Dinas tentang komplain dari orang tua yang mengatakan bahwa guru makan gaji buta. Guru tidak libur, tetap mengajar dari rumah (dulu), di sekolah (sekarang).

Beliau juga berpesan kepada peserta workshop untuk selalu bersyukur, jangan hanya sambat/ nggresula, tetap disiplin, utamakan kejujuran. Harapannya dengan diadakannya workshop ini agar tahun pelajaran 2020/2021 sudah siap mengajar dengan jarak jauh.

Selain pelajaran dari Guru siswa juga mendapatkan pelajaran melalui radio Konata dan TVRI. Semoga dengan pembelajaran jarak jauh ini anak-anak tidak bosan, karena kebanyakan orang tua stress anak juga ikut stress. Memang dengan pembelajaran daring ini anak harus didampingi oleh orang tua. Bisakah?

Workshop dibuka Drs. Sutrisno, M.Pd. selaku Pengawas SMP Dinas Pendidikan Kota Surakarta. Dalam sambutannya di sampaikan oleh pengawas bahwa saat ini PPDB masih berlaku zona, untuk keamanan siswa juga agar siswa tidak tergesa-gesa menuju ke sekolah. Untuk mengawali tahun pelajaran ini meskipun dalam kondisi darurat ( pandemi Covid -19 ) haruslah tetap semangat dan usahakan hati selalu senang dan gembira. Melakukan sesuatu dengan optimal, menjalani hidup itu harus bisa luwes jangan sampai nglokro ( kurang semangat ).

Workshop merupakan kegiatan atau cara yang dilakukan dimana beberapa orang yang memiliki keahlian di bidang tertentu berkumpul untuk membahas masalah tertentu dan mengajari para peserta workshop antara teori dan praktek. Diikuti bersama semua Bapak / Ibu Guru yang berjumlah 45 orang dan 10 Tenaga Kependidikan.Latihan dengan pengenalan google classroom, manajemen kelas dengan google classroom, menyusun RPP sekaligus membuat laporan pengembangan diri ( PD ) bisa digunakan sebagai angka kredit.

Tujuan Pembelajaran Jarak Jauh ( PJJ ) menurut Pengawas SMP Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Drs. Sutrisno, M.Pd. antara lain ; mengurangi penyebaran Covid-19, agar materi tersampaikan kepada siswa, untuk mengantisipasi atau mengurangi kegiatan anak di luar rumah, agar siswa memahami tentang Vovid-19 dan mau bekerja sama mengurangi penyebaran Covid-19 melalui kampanye secara daring.

Ketua workshop F. Nita Purwaningsih, S.Ag. menyampaikan dalam laporannya kepada peserta workshop bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk mengubah pelaksanaan proses kegiatan belajar yang semula dilaksanakan di sekolah menjadi di rumah. Merubah model pembelajaran guru dari tatap muka menjadi pembelajaran daring ( online ). Mengubah rencana pembelajaran dari tatap muka menjadi daring ( online ). Membuat model pembelajaran yang menyenangkan dan semangat bagi guru dan siswa sehingga menambah pengetahuan dan wawasannya.

Untuk keperluan workshop, panitia yang diketuai oleh F.Nita Purwaningsih, S.Ag. dengan mengundang nara sumber Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Pengawas, dan 2 ( dua ) orang Guru SMP Negeri 8 Surakarta yang berkompeten di bidang informatika Hesti Setyaningsih, S.Kom dan Biyanto, S.Kom. Membentuk kelompok MGMP sekolah menyusun RPP sesuai mapel, menyusun media pembelajaran berupa materi, penugasan dan penilaian menggunakan google classroom. Penyusunan tugas atau quiz dan penilaian menggunakan google form. Di akhir acara presentasi RPP sesuai dengan undian mapel. Setiap guru diharuskan sudah membuat RPP sesuai dengan mata pelajaran masing-masing untuk diteliti oleh nara sumber.

Berdasarkan pengamatan dari nara sumber rata-rata peserta workshop sangat antusias sekali bahkan semangat. Peserta workshop dari bapak / ibu guru sudah banyak yang bisa menyelesaikan RPP, terbukti sudah mengirimkan satu contoh RPP melalui WA kepada ketua panitia. Selanjutnya peserta workshop merencanakan pembuatan perangkat pembelajaran secara daring. (sri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *