Pariwisata Untuk Pemberdayaan Masyarakat Sekitar

Oleh: Dr. Purwanto, S.E., M.Par., CHA.
Pariwisata merupakan salah satu pilihan favorit bagi masyarakat baik domestik maupun internasional guna melepaskan diri dari kepenatan aktivitas-aktivitas rutin yang dilakukan sehari-hari melalui kunjungan-kunjungan tempat-tempat bersejarah maupun wisata alam.

Selain itu juga, pariwisata tentunya dapat menambah pengetahuan serta pengalaman yang mengesankan bagi masyarakat itu sendiri. Jika dilihat dari sektor perekonomian, dengan semakin meningkatnya persentase kunjungan pariwisata, maka semakin meningkat pula pendapatan bagi para pelaku usaha jasa wisata tak terkecuali masyarakat yang ada disekitarnya.

Hal ini lah yang menjadi pemikiran saya bahwa usaha pariwisata pun dapat memberdayakan masyarakat sekitar dengan melibatkannya dalam berbagai hal. Dimana Mardikanto yang merupakan dosen saya sewaktu S3 dalam bukunya berjudul “Corporate Social Responsibility (CSR)” (2014) pernah menjelaskan bahwa pemberdayaan masyarakat juga diartikan sebagai kemampuan individu yang bersenyawa dengan masyarakat dalam membangun keberdayaan masyarakat yang bersangkutan sehingga bertujuan untuk menemukan alternatif-alternatif baru dalam pembangunan masyarakat.

Selain itu hal tersebut, perlu juga adanya dukungan dari pemerintah setempat dalam pengelolaannya baik itu dalam hal pembangunan infrastruktur tempat wisata hingga adanya penataan kawasan wisata yang bisa memberdayakan masyarakat sekitarnya dan tentunya penataan tersebut juga tetap dapat melestarikan lingkungan sekitar tempat pariwisata tersebut.

Hal ini pun diperkuat oleh pendapat Eklington yang pernah menjadi salah satu referensi disertasi saya sewaktu kuliah S3 dengan konsep nya “Triple Bottom Line CSR” dimana perusahaan yang ingin terus menjalankan usahanya harus memperhatikan 3P yaitu Profit, People, and Planet. Perusahaan tidak dibenarkan hanya mengejar keuntungan semata (profit), tetapi mereka juga harus terlibat pada pemenuhan kesejahteraan masyarakat (people), dan berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan (planet).

Sastrayuda dalam artikelnya berjudul “Konsep Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pariwisata (Community-Based Tourism)” (2010) menjelaskan bahwa pariwisata berbasis masyarakat sebagai sebuah pendekatan pemberdayaan yang melibatkan dan meletakkan masyarakat sebagai pelaku penting dalam konteks paradigma baru pembangunan, yaitu pembangunan yang berkelanjutan dimana pariwisata berbasis masyarakat merupakan peluang untuk menggerakkan segenap potensi dan dinamika masyarakat, guna mengimbangi peran pelaku usaha pariwisata skala besar. Pariwisata berbasis masyarakat tidak berarti merupakan upaya kecil dan lokal semata, tetapi perlu diletakkan dalam konteks kerjasama masyarakat secara global.

Memang perlu kita sadari bahwa saat ini pariwisata sedang menghadapi salah satu guncangan yang cukup hebat karena wabah Covid-19, sehingga harus ditutup sementara dan mengakibatkan penurunan pendapatan baik bagi para pelaku usaha jasa wisata itu sendiri hingga masyarakat sekitarnya.

Tetapi, alangkah baiknya kita perlu membangkitkan optimisme akan kembali meningkatnya kunjungan wisatawan ke tempat-tempat wisata. Wabah ini hanya satu dari sekian banyak rintangan yang kita hadapi dalam menjalankan sebuah usaha, diluar sana masih ada banyak lagi rintangan yang lebih besar dan harus kita hadapi. Selain itu juga, ada baiknya melakukan silaturrahmi dengan memberdayakan warga sekitar untuk bersama-sama membahas strategi apa yang tepat guna mengembalikan semangat pariwisata yang telah terpuruk karena wabah ini.

Bagaimanapun, keterlibatan masyarakat sangatlah penting sebagai salah satu komponen pendongkrak pariwisata. Sukses Wisatanya, Berdaya Masyarakatnya! Semoga bermanfaat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *