Mahasiswa Harus Tahu Faham Radikalisme

JATENGONLINE, SOLO – Memahami radikalisme dan intoleransi adalah penting bagi generasi muda, kaum milenial, termasuk mahasiswa. Pemahaman kedua paham tersebut berguna untuk menghindari perpecahan bangsa dan negara.

“Radikalisme bisa berawal dari fanatisme beragama, ras, suku, dan antar golongan yang berlebihan,” kata Kaur Bin Ops Intelkam Polresta Surakarta, Iptu Mochtar Fawait, SAg dalam seminar di Kampus Unisri Surakarta, baru-baru ini.

Untuk itu, dalam seminar bertema “Radikalisme dan Intoleransi di Mata Mahasiswa” itu diharapkan para mahasiswa untuk bergaul dengan banyak orang, tidak berfikir sempit, tidak mudah marah, dan memperluas wawasan. “Sehingga tidak terjadi tindak kekerasan akibat paham sesat radikalisme dan intoleransi,” jelasnya.

Wakil Raktor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Dr Sutoyo mengatakan, pembinaan mental kebangsaan bagi para mahasiswa kini sangat dibutuhkan. Sebab, pola pikir para mahasiswa terus berkembang.

Mereka berpikir kritis dalam melihat realitas yang terjadi di masyarakat dalam berbangsa dan bernegara. Untuk membentengi mahasiswa dari faham radikalisme dan intoleransi, Unisri membentengi mereka dengan pembinaan mental kebangsaan.

Menurut dia, ada lima hal yang ditekankan dalam pembinaan mental kebangsaan bagi para mahasiswa. Yakni, pendidikan wawasan kebangsaan dan nasionalisme, sikap anti korupsi, anti narkoba, pendidikan anti radikalisme, intoleransi, dan terorisme, serta pendidikan nilai-nilai pahlawan nasional Slamet Riyadi. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *