Sektor Properti Potensi Dorong Pemulihan Ekonomi

Kandidat Ketum REI Jateng Efektifkan Roadshow – Anthony A. H Prasetyo, saat ‘blusukan’ ke REI Komisariat Tegal dan Pekalongan untuk menyerap aspirasi dan keluhan yang dialami oleh para pengembang di daerah tersebut.

JATENGONLINE, TEGAL – Upaya mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), akibat dampak dari pandemi Covid-19, perlu adanya kolaborasi dari berbagai entitas keuangan dan perumahan. Diyakini dua sektor tersebut mampu menggerakkan ekonomi dalam negeri karena memiliki potensi dan daya ungkit yang sangat besar terhadap perekonomian nasional.

Wakil Menteri Keuangan RI Suahasil Nazara, saat Webinar berjudul Sinergi Untuk Percepatan Pemulihan Sektor Perumahan, mengatakan program PEN merupakan bagian dari kebijakan luar biasa yang ditempuh pemerintah untuk memitigasi dampak pandemi Covid-19 terhadap ekonomi yang mengalami penurunan tajam.

PEN juga digelontorkan untuk industri perumahan. Untuk itu, sektor perumahan perlu terus melakukan terobosan dan instrumen baru karena sektor ini punya multiplier effect ke 170 industri lainnya, jelas Suahasil dalam webinar Rabu (29/7).

Sementara dalam program PEN di daerah justru developer merasa diperlakukan diskriminatif oleh perbankan. Pasalnya, para pengembang mengaku kesulitan menjual unit perumahan yang dibangun. Jika dibiarkan dikhawartirkan bakal menghambat.

Dimana perbankan hanya memproses akad kredit perumahan rumah yang diajukan para calon pembeli perumahan yang berpenghasilan tetap, seperti ASN, TNI/Polri, dan karyawan BUMN.

“Semata hanya demi kelancaran pembayaran kredit pemilikan rumah (KPR) dalam situasi pandemi covid-19 ini,” papar Anthony A.H Prasetyo, kandidat Ketum DPD REI Jawa Tengah. Mantan Ketua REI Komisariat Solo Raya saat roadshow ke REI Komisariat Tegal dan Pekalongan, kemarin.

Padahal banyak pekerja sektor informal dan masyarakat, lanjut Anthony, yang mampu meskipun berpenghasilan rendah untuk membeli dan memiliki rumah utamanya perumahan bersubsidi.

Namun di masa pandemi ini terasa mustahil, selain njlimet, ditambah dengan syarat yang makin rumit, semakin mempersulit mereka mewujudkan impian membeli rumah. Karena Perbankan mengutamakan debitur ASN.

Lebih lanjut Anthony mengatakan, bahwa untuk program PEN sektor properti pemerintah telah menempatkan dana cukup banyak di perbankan, juga menambah subsidi bunga. Berbagai skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bersubsidi. Di antaranya yakni Subsidi Selisih Bunga (SSB), Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). Skema tersebut diberikan untuk mendongkrak industri perumahan subsidi dan harus terserap.

“Saat ini relatif kecil tingkat penyerapannya,” pungkas Anthony.

Bahkan Antony menjamin, jika bank khawatir terhadap kelancaran cicilan dari konsumen masyarakat berpenghasilan rendah yang membeli perumahan, pengembang bersedia buy back rumah itu dari perbankan untuk dijual lagi pada pembeli. Dengan diikirkan regulasi dari pihak pihak terkait.

Kandidat Ketum REI Jateng Efektifkan Roadshow
Sedangkan terkait roadshow yang dilakukannya Anthony A. H Prasetyo, adalah memenuhi janjinya, setelah resmi menjadi calon ketua, dia akan melakukam keliling ke komisariat di seluruh Jawa Tengah untuk memaparkan visi dan misi.

Dan ‘blusukan’ ke REI Komisariat Tegal dan Pekalongan, juga untuk menyerap aspirasi dan keluhan yang dialami oleh para pengembang di daerah tersebut. “Kami ingin membawa REI Jateng lebih bermartabat dan bermanfaat bagi anggota dan masyarakat,” tandas dia.

Anthony makin optimis meraih kursi ketua DPD REI Jateng, adanya dukungan dari komisariat yang dikunjunginya, dan dukungan bulat dari seluruh anggota REI Komisariat Soloraya, semua bulat mendukung Anthony. Khususnya Komisariat Soloraya ada sekitar 75 anggota, dimana 40 anggota masih aktif dan punya hak suara.

Dukungan yang signifikan tersebut, cukup menjadi modal bertarung dan bakal menang dalam pemilihan ketua pada Musyawarah Daerah (Musda) REI Jateng mendatang. Sejumlah program yang belum pernah dilaksanakan oleh kepengurusan DPD REI Jawa Tengah selama ini sudah ada dalam rencananya, jika terpilih tinggal menjalankan. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *