Kandidat Sambangi Kandidat Ketum REI Jateng

Roadshow : Anthony Kandidat Ketua REI Jateng diterima Ketua REI Komisariat Banyumas Raya Alam Priyanto, juga diterima oleh kandidat kuat Ketum DPD REI Jateng Suhartono. Selasa (18/8/2020)

JATENGONLINE, BANYUMAS – Kedewasaan berdemokrasi masyarakat semakin teruji dan terasah. Sehingga tak mengherankan kecerdasan dalam berdemokrasi rasanya lebih terbuka dan untuk lebih mengedepankan kepentingan bersama.

Kandidat Ketum DPD REI Jateng Anthony A.H Prasetyo, melakukan pembelajaran berdemokrasi, dengan menempatkan kepentingan organisasi diatas kepentingan pribadi maupun komisariat.

Roadshow yang dilakukannya mengunjungi komisariat Banyumas Raya, Selasa (18/8/2020) selain diterima oleh Ketua REI Komisariat Banyumas Raya Alam Priyanto, juga diterima oleh kandidat kuat Ketum DPD REI Jateng asal komisariat tersebut yakni Suhartono.

Pada kunjungan tersebut, Anthony berharap, agar tali silahturahmi tetap terjaga dengan baik, meskipun bersaing memperebutkan kursi Ketum REI Jateng. Kekompakan ditubuh REI menjadi tujuan paling utama Anthony, dibanding penyampaian visi misinya. Karena musda adalah mekanisme organisasi yang mesti dilalui.

“Saya mengajak siapapun yang terpilih ketua REI Jateng nantinya, harus kita dukung demi kepentingan dan kemajuan organisasi,” tegas Anthony.

Sportifitas, persatuan dan kesatuan merupakan sederet fakta pembelajaran demokrasi dan sekiranya pengenalan proses demokrasi.

Dalam memperebutkan kursi nomor satu REi Jateng ini, Anthony menerapkan falsafah jawa yakni ‘nglurug tanpa bala’ adalah berjuang atau menyerang tanpa pasukan. Bukan berarti harus berjuang sendirian, melainkan mengajarkan untuk menjadi orang yang tidak mudah ikut-ikutan atau terhasut serta berani bertanggung jawab dengan masalah yang terjadi.

‘Menang tanpa ngasorake’ berarti menang tanpa merendahkan. Jadi, tujuan yang di inginkan haruslah dilakukan tanpa merendahkan atau mempermalukan orang lain.

‘Digdaya tanpa aji’ secara harfiah adalah kekuasaan tanpa kekuatan, yakni tidak menciptakan kekuasaan karena harta, kekuatan, atau pengaruh keturunan. Sesungguhnya, kekuasaan bisa tercipta dari wibawa, citra, perkataan dan perilaku yang membuat orang lain menghargainya.

‘Sugih tanpa bandha’ yakni menempatkan kekayaan bukanlah tolak ukur yang utama. Kaya yang dituju bukanlah mengumpulkan uang atau harta, tapi dengan membuat hubungan baik dengan setiap orang.

Seperti diketahui Musda REI Jateng dengan agenda pemilihan ketum diikuti oleh tiga kandidat, Anthony dari komisariat Solo Raya, dua kandidat lainnya dari komisariat Banyumas dan Semarang. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.