2 Tahun Natural Simpon 88, ‘Ngrumat Paseduluran’

JATENGONLINE, KLATEN – Alumni SMP Muhammadiyah I Solo atau yang lebih dikenal dengan SMP Simpon, yang tergabung dalam Natural Simpon 88 memutuskan untuk berlibur ‘tipis-tipis’ bersama dalam kegiatan yang bertajuk “Ngrumat Paseduluran” bertepatan 2 tahun, komunitas seduluran itu berdiri 23 Agustus 2018.

Wajah-wajah ceria dan canda tawa tak henti-hentinya terlontar saat mereka berkumpul sembari ‘nungguin’ teman-teman yang belum datang diposko Natural, untuk berangkat ‘motoran’ bareng ke Janti, Klaten.

“Beginilah ramainya kalau mereka ngumpul bareng, karena memang tidak ada sekat diantara kita dalam berteman,” ujar salah satu alumni, Yuli. Minggu (23/8/2020) pagi.

Natural ‘Los Tanpa Rewel” saat pose bersama usai acara

Ia mengungkapkan kegembiraannya dapat berkumpul bersama, imbuh Yuli yang didampingi Sartono, mengungkapkan untuk mengumpulkan teman ‘los tanpa rewel’ bukanlah hal yang mudah. Mengingat masing-masing telah berkeluarga dan mempunyai kesibukan masing-masing.

Bahkan untuk meluangkan waktu kumpul bareng, mereka harus merencanakan jauh-jauh hari. “Teman-teman yang hari ini hadir, mereka yang memiliki komitmen untuk memupuk dan memelihara paseduluran,” kata Encus, sapaan akrab Agus, Koordinator Natural.

Meskipun demikian, Encus, berharap kegiatan ini dapat kembali mempererat kebersamaan para alumni dan menjalin tali silaturahmi dengan alumni diatas atau dibawahnya, yang mungkin sempat terputus.

Senada, Suryani yang lebih suka di sapa Coya ini, menyampaikan jika kegiatan ini telah mampu mempertemukan para alumni, saling silaturrahmi, menjalin pertemanan dan paseduluran, “Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi,” katanya.

Acara silaturrahmi, selain mereka dapat bertukar cerita, bahkan tak menutup kemungkinan mampu saling bekerja sama dalam bisnis yang ditekuni masing-masing. “Ngrumat Paseduluran” dengan touring motor-an ini, satu dari beberapa program yang diselenggarakan Natural, seperti berbagi ‘paket sembako’ ke alumni dan lintas alumni yang membutuhkan juga bertujuan meringankan ekonomi alumni yang sedang mengalami kesusahan ditengah pandemi Covid19.

Lintas Alumni pun hadir di acara ‘rong taun’ Natural

Lebih lanjut Encus menuturkan kegiatan yang selama ini di ‘uri-uri’ adalah ‘budaya tilik’ kepada yang sedang sakit, ‘budaya sonjo’ menghadiri yang sedang punya hajatan, serta ‘budaya layat’ bila ada yang ‘kesripahan’.

“Program berbagi dan peduli terhadap sesama akan segera kita lakukan lagi, karena permintaan dari teman-teman, selain mengagendakan untuk menyelenggarakan pengajian sebulan sekali,” terangnya.

Sementara itu, ia bersyukur, kali ini ada lebih banyak alumni yang dapat turut serta. Termasuk alumni di atasnya yakni simpon 87. Sebab menurutnya itu menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan kegiatan yang sebelumnya. “Kalau senang pasti mereka mau ikut lagi dan mengajak yang lain,” pungkasnya. (ray)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *