Pusat Studi Wanita Unisri Gelar Diskusi Penguatan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Berbasis Gender

PAPARAN : Dr.Widiastuti sedang memaparkan makalah dalam diskusi yang diselenggarakan PSW Unisri

JATENGONLINE, SOLO – Kesetaraan gender masih menjadi isu seksi dalam berbagai penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini berkaitan dengan pandangan dan pemahaman masyarakat yang perlu diluruskan terkait gender sebagai peran sosial bukan semata-mata terpaku pada jenis kelamin tertentu.

Untuk menyikapi gap tersebut Pusat Studi Wanita Universitas (PSW) Unisri Surakarta menyelenggarakan diskusi ilmiah terkait penguatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berbasis gender, demikian yang disampaikan Setyasih Harini, S.I.P.,M.Si selaku Ketua PSW Unisri.

Kegiatan diselenggarakan secara daring, Jumat (16/10/2020) via Ms Team Meeting. Dalam penjelasannya, Setyasih Harini, mengungkapan, “Riset yang berkaitan tentang gender selama ini sudah banyak namun perlu terus ditingkatkan mengingat semakin banyak persoalan sosial yang bersangkut paut dengan kesetaraan gender,”

Salah satu narasumber diskusi, Dosen Komunikasi UNS, Monika Yuliarti, S.Sos.,M.Si, menyampaikan bahwa dengan melakukan riset dimaksudkan dapat meningkatkan dan memperbarui pengetahuan para dosen tentang isu baru serta membantu menyelesaikan permasalahan masyarakat yang berkaitan dengan gender.

Dr. Siti Supeni sedang memandu acara diskusi yang diselenggarakan PSW Unisri

Sementara itu dalam bidang pengabdian kepada masyarakat selama ini masih memandang permasalahan gender yang berkaitan dengan marginalisasi, subordinasi, pelabelan negatif, kekerasan berbasis gender, menjadi beban berat dan panjang.

“Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat berbasis gender dimaksudkan untuk membongkar mindset masyarakat dengan cara memberdayakannya serta melakukan alih teknologi. Dengan demikian kesetaraan gender dan inklusi sosial yang selama ini masih dipahami sebagai produk sosio-kultural dan historis sosial menjadi permasalahan yang harus diatasi,” demikian pemaparan dari dosen Fakultas Hukum UNS, Dr. Widiastuti, SH, MS, M.Hum.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Kota Solo, Selfi Rawung, S.Km, menyatakan kota Solo saat ini sedang dan terus berbenah dalam menyikapi permasalahan gender melalui banyak program. Pengarusutamaan gender dan perlindungan anak menjadi aksi nyata yang telah dan sedang dilakukan oleh Pemerintah Kota.

“Untuk itulah pengembangan jejaring antara pemerintah kota dengan lingkungan akademisi menjadi sangat penting guna mencari solusi atas permasalahan sosial,” tegasnya.

Diskusi berlangsung hangat dipandu moderator, Dr. Siti Supeni, MPd, dosen FKIP Unisri, diikuti para dosen dilingkungan Unisri. (arn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *