Isu Lengserkan Jokowi, Relawan JADI Siap Jadi ‘Bemper’

BRM Kusumo: Ayo Bangkit #JagaIndonesia !
JATENGONLINE, SOLO – Tugas relawan masih panjang, dan jangan hanya diam atau bergerak di media sosial saja. Akan tetapi harus ada aksi nyata saat ada yang menggoyang pemerintahan yang sah, disampaikan BRM Kusumo Putro, deklarator Komunitas sukarelawan Jokowi – Amin Daulat Indonesia (JADI). Senin (19/10/2020).

“Kita harus siaga dan pasang badan. Jangan tidur dan terbuai dengan posisi jabatan,” tegas Kusumo.

Ada ribuan kelompok relawan Jokowi, lanjut Kusumo, dimana anggotanya berjumlah ratusan juta orang di seluruh Indonesia. Jika semua relawan itu, kembali bergerak dengan menghembuskan program positif, maka rakyat akan ikut mendukung program Jokowi dan tidak menentangnya.

Saat ini, kondusifitas negeri tercinta ini sedang diguncang berbagai isu, mulai dari pengesahan Undang Undang, hingga melebar isu tersebut, termasuk isu melengserkan Joko Widodo dari kursi Presiden RI. Salah satunya dengan isu Omnibuslaw UU Cipta Kerja dan isu penanganan Covid-19. Goncangan pada pemerintahan Joko Widodo mulai kencang.

“Buktinya banyak aksi yang ditunggangi oknum tak bertanggung jawab, termasuk isu melengserkan Presiden, yang melenceng dari tujuan aksi,” kata Kusumo geram.

Kusumo menyatakan bahwa saat ini mulai galang kekuatan untuk mendukung pemerintah Jokowi – Makruf. “Jangan lengah karena gerakan ini bisa jadi makin masif,” imbuhnya.

Diakuinya, kalau tugas para relawan yang mengantarkan Jokowi – Ma’ruf Amin, sudah selesai. Namun sebagai bentuk pertanggungjawaban moral, sebaiknya tetap waspada dan terus mengawal pemerintahan Jokowi sampai selesai.

Aksi yang dilakukan Kusumo, nantinya menyebar ‘aura positif’ tagar #JagaIndonesia, baik dalam bentuk spanduk ataupun stiker. Sebagai kampanye bersama-sama menjaga Indonesia dari segala ancaman, gangguan dan hambatan yang memperkeruh kondusifitas bangsa.

“Gerakan kelompok-kelompok pengacau bangsa masih bermunculan dan gentayangan melakukan gerakan masif masuk ke berbagai lini. Tidak hanya aksi radikalisme dan anti nasionalisme, tapi juga ditengarai menyasar anak-anak muda untuk melakukan aksi anarkis,” tandas tokoh pergerakan pemuda yang juga pengacara ini.

Deklarasi Anti anarkis. Itu sudah kita gerakkan sejak lama, pemerintah kurang peka mengambil langkah antisipatif. “Ayo bergerak bersama, jangan hanya bergerak setelah ada kejadian. Tapi upayakan preventif secara terus menerus,” tandas Kusumo.

“Gerakan moral #JagaIndonesia mulai bergerak masif di bulan November, saat ini masih terus konsolidasi khususnya bagi para relawan untuk bergerak bersama,” pungkasnya.

Gerakan #JagaIndonesia diharapkan menginspirasi segenap lapisan masyarakat, dan bisa meluas sampai seluruh Nusantara. Dengan menebarkan semangat nasionalisme dan cinta damai secara masiv, otomatis akan bisa menekan pikiran kelompok yang akan memperkeruh kondisi bangsa. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *