SMPN 8 Solo Ikuti Program Guru Belajar Seri Masa Pandemi Covid-19 Kemdikbud RI

Oleh : Sri Suprapti, Sie Publikasi SMP Negeri 8 Surakarta.

JATENGONLINE, SOLO – Bertempat di SMP Negeri 8 Surakarta Kepala Sekolah Triad Suparman, M.Pd. bersama Guru SMP Negeri 8 Surakarta mengikuti program Guru Belajar Seri Masa Pandemi Covid-19 ( periode 2020 ). Peserta program Guru Belajar pada Tahap Orientasi dan Tahap Bimtek adalah Guru, Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Widyaiswara. Guru Belajar Seri Masa Pandemi Covid-19 ini dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Guru Belajar Seri Masa Pandemi Covid-19 terdiri dari 3 tahap yaitu Bimtek, Diklat dan Pengimbasan. Bimtek di sini menekankan pada penguasaan konsep dengan melakukan serangkaian kegiatan pembelajaran secara mandiri melalui program pembelajaran otomatis dengan alokasi waktu selama 32 jam pertemuan yang dapat diatur secara fleksibel. Setiap peserta Guru Belajar wajib memiliki Akun SIMPKB ( KodeID@guruku.id ). Apabila belum mempunyai akun SIMPKB maka Guru harus aktif mencari secara mandiri No. UKG dengan syarat mudah yaitu email yang masih aktif, password dan tanggal lahir. Peserta program Guru Belajar seri Pandemi Covid-19 ini bisa mengecek akunnya di laman https://gtk.belajar.kemdikbud.go.id/akun/ptk.

Setiap peserta yang mengikuti program ini wajib melakukan proses registrasi melalui laman gurubelajar.kemdikbud.go.id dengan memilih jadwal pelaksanaan yang telah ditentukan. Selain itu juga wajib mengikuti kegiatan pembelajaran sesuai dengan jadwal pelaksanaan yang telah dipilih oleh peserta saat proses registrasi sebelumnya. Apabila peserta belum bisa menuntaskan serangkaian sesuai rentang jadwal pelaksanaan, maka dinyatakan tidak lulus oleh sistem secara otomatis. Itu artinya peserta yang tidak lulus tidak dapat melanjutkan pada tahapan berikutnya.

Selama masih tersedia, peserta yang tidak lulus masih diberi kesempatan untuk mengulang pembelajaran dengan memilih jadwal pelaksanaan baru, sebagaimana proses registrasi. Sedangkan peserta yang lulus dapat melanjutkan pembelajaran pada tahapan berikutnya dengan melakukan registrasi terlebih dahulu. Bagi peserta yang lulus dari setiap tahapan pembelajaran ( Bimtek dan Diklat ) berhak mendapatkan Sertifikat Digital dan pada tahap pengimbasan akan mendapatkan piagam Digital yang diterbitkan oleh GTK Kemdikbud.

Penulis ( sie publikasi ) sendiri sudah mendapatkan Sertifikat Guru Belajar Seri Masa Pandemi Covid-19, dengan no. 4548/B/GT/2020. Sertifikat ini merupakan bukti bahwa sudah mengikuti dan dinyatakan lulus dalam Bimbingan Teknis ( Bimtek ) Program Guru Belajar Seri Masa Pandemi Covid-19 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( angkatan I ) tanggal 1-10 Oktober 2020 yang dikeluarkan oleh Direktur jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Dr. Iwan Syahril, Ph.D. pada tanggal 12 Oktober 2020.

Struktur Program Tahap I Bimbingan Teknis ( Bimtek ) terdiri dari Pokok Materi : Konsep Pembelajaran Jarak Jauh; Konsep Kurikulum Pada Kondisi Khusus; Model Pembelajaran Jarak Jauh; Asesmen Diagnosis di Awal Pembelajaran; Asesmen Diagnosis Berkala; Penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran Jarak Jauh dan Penunjang : Asesmen Pra dan asesmen Pasca. Bimtek tersebut mempunyai jumlah pertemuan 32 jam. Sebetulnya penulis sudah mengikuti Diklat Guru Belajar seri Masa Pandemi Covid -19 ( angkatan I ) tanggal 11-30 Oktober 2020. Sertifikat baru akan diterbitkan pada hari Sabtu tanggal 30 Oktober 2020.

Perlu diketahui bahwa yang pertama kali diikuti dalam program ini adalah Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 berupa video yang disampaikan oleh Mas Menteri Nadiem Anwar Makarim. Video yang diputar ini harus diikuti mulai dari awal sampai akhir dengan dibuktikan ngeklik bila sudah selesai, begitu seterusnya sampai selesai. Video yang diputar berjumlah 6 buah antara lain : Prinsip, Kendala dan Dampak Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi Covid-19; Revisi Surat Keputusan Bersama ( SKB ) terkait Pembelajaran tatap Muka ( PTM ) di masa Pandemi Covid-19; Syarat dan standar PTM ; Kurikulum Darurat ( dalam Kondisi Khusus ) sebagai Solusi Pembelajaran di masa Pandemi Covid-19; Modul Pembelajaran PAUD dan SD untuk Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19; Relaksasi Peraturan Guru pada pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. Dilanjutkan dengan Tanya jawab dari 3 ( tiga ) penanya antara lain : Jurnas.com, Harian Waspada dan Sinar Harapan.Net.

Setelah pemutaran video dari Mas Menteri selesai dilanjutkan dengan Pengantar Guru Belajar Seri Masa Pandemi Covid-19 oleh Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Dr. Iwan Syahril,Ph.D. Yang disampaikan adalah Struktur Guru Belajar Seri Masa Pandemi Covid-19 dan Struktur Program Guru Belajar Seri Masa Pandemi Covid-19. Untuk selanjutnya silahkan segera mengikuti program ini sebelum ditutup.

Selama masa darurat pandemi Covid-19, Pembelajaran Jarak Jauh seringkali disalahartikan sebagai pembelajaran daring atau online. Padahal Pembelajaran jarak jauh pada dasarnya tetap dapat dilaksanakan baik secara daring maupun luring ( luar jaringan ). Sementara berbagai keragaman kondisi termasuk sosial ekonomi dan kondisi geografis Indonesia, terkadang tidak memungkinkan dilaksanakannya metode pembelajaran jarak jauh secara daring sehingga pembelajaran jarak jauh tidak dapat berjalan dengan efektif. Melihat perbedaan peta sebaran Covid-19 yang berbeda di berbagai wilayah di Indonesia, pembelajaran jarak jauh juga tidak memungkinkan pelaksanaan PJJ dengan model yang sama.

Pada dasarnya berbagai model pembelajaran jarak jauh yang dapat diadaptasi selama masa pandemi Covid-19 digolongkan ke dalam 3 ( tiga ) kategori. Diantaranya Pembelajaran Jarak Jauh secara luring, secara daring dan terpadu. Model Pembelajaran Jarak Jauh secara luring yaitu tidak menggunakan jaringan internet contohnya: Televisi; Radio; Modul Belajar Mandiri; Lembar Kerja; Bahan Ajar Cetak; Alat Peraga dan Media Belajar dari benda di lingkungan sekitar. Pembelajaran Jarak Jauh secara daring yaitu dengan menggunakan gawai dan jaringan internet, contohnya : menggunakan aplikasi untuk pembelajaran dan menggunakan Learning Management System ( LMS ).

Sedangkan Pembelajaran Jarak Jauh secara terpadu ( memadukan daring dan luring ) contohnya : menggunakan aplikasi untuk pembelajaran; menghadirkan interaksi dengan guru secara luring / daring; menerapkan sesi sinkron dan asinkron pembelajaran. Sesi sinkron pembelajaran adalah di mana siswa berinteraksi dengan guru secara serentak dalam waktu yang telah disepakati. Sesi asinkron pembelajaran adalah di mana siswa melakukan tugas secara mandiri dengan pilihan waktu yang fleksibel.

Kepala SMP Negeri 8 Surakarta Triad Suparman, M.Pd. Beliau mengatakan bahwa tujuan mengikuti program pembelajaran di masa Pandemi Covid-19 ini adalah agar bisa menambah ilmu yang disampaikan secara langsung oleh Mas Menteri. Guru mengajar agar supaya di saat pandemi ini siswa menjadi lebih pandai dari sebelumnya. Guru melayani siswa agar menjadi anak yang berkarakter. Dengan melakukan program ini pelayanan mutu menjadi meningkat.

Kesimpulan yang disampaikan dalam program ini topiknya antara lain : konsep pembelajaran jarak jauh; konsep kurikulum pada kondisi khusus, konsep asesmen diagnosis awal; konsep asesmen diagnosis berkala, model pembelajaran jarak jauh dan penggunaan Teknologi dalam pembelajaran jarak jauh.

Bagaimana penjelasan setiap topiknya? Silahkan ikuti dan cermati setiap tahapan yang dipaparkan dalam Program Belajar Bersama “Bimtek Guru Belajar seri Masa Pandemi Covid-19. Selamat bergabung! (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *