Terapkan Protokol Kesehatan Super Ketat, STIE Atma Bhakti Gelar Wisuda Offline

PROSESI: wisudawan saat mengikuti prosesi wisuda luring digelar dengan protokol kesehatan yang ketat.

JATENGONLINE, SOLO Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Atma Bhakti melaksanakan wisuda offline di masa Pandemi Covid-19. Dengan tetap menghadirkan wisudawan dan wisudawati yang berjumlah 251 orang. Wisuda digelar di Graha Saba Buana Solo, hari ini Sabtu (31/10/2020).

STIE Atma Bhakti Surakarta, menggelar Wisuda Sarjana periode XIX tahun ajaran 2020/2021. Peserta wisuda periode ini bisa mengikuti prosesi wisuda secara luring tersebut. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, salah satunya, peserta wisuda harus melakukan rapid test di daerahnya dan hanya hasil rapid test harus negatif (non reaktif).

Ketua STIE Atma Bhakti Dr Agustinus Suryantoro MS mengungkapkan, alasannya diadakan prosesi wisuda secara offline itu adalah, karena adanya perasaan yang hilang jika prosesi wisuda hanya dilakukan secara online atau daring.

“Saat orang tua yang mengantarkan anaknya untuk kuliah di STIE Atma Bhakti, disambut dengan penuh unsur kehidmatan dan penuh haru. Demikian sama halnya saat melepas mereka,” katanya.

Masa pandemi ini menjadi tantangan bagi sarjana baru, yang siap masuk ke dunia kerja. Butuh kreativitas dan semangat untuk bisa sukses, imbuhnya Dr Agustinus, saat memimpin langsung proses wisuda dimasa pandemi ini.

Wisudawan dan wisudawati yang berjumlah 251 orang. mengikuti prosesi dengan protokol kesehatan. Sabtu (31/10/2020).

Wisuda periode XIX terbagi atas dua program studi, Prodi akuntansi diikuti 12 wisudawan dan Prodi manajemen diikuti 239 wisudawan.

IPK tertinggi untuk prodi Akuntansi diraih Widyastuti dengan IPK 3,82. Untuk prodi Manajemen diraih Siti Aisah dengan IPK 3,80.

Ditambahkan Wakil Ketua 1 Dr Rini Handayani, sejak berdiri tahun 1993, STIE Atma Bhakti Surakarta sudah meluluskan 3328 sarjana.

“Lama masa pendidikan rata rata dari SLTA 4 tahun, sedangkan dari DIII adalah 2 tahun,” imbuh Rini Handayani.

Prof. DYP saat memberikan sambutan

Hadir secara langsung, Ketua LLDIKTI wilayah 6 Jawa Tengah, Prof DYP Sugiharto memberikan sambutan.

“Diharapkan lulusan STIE Atma Bhakti juga berkontribusi pada almamaternya. Wisuda bukan terminal akhir, hanya transit untuk melanjutkan masuk dunia kerja. Tunjukkan kompetensi beradaptasi cerdas, kreatif dan kolaboratif,” pesan Prof DYP Sugiharto.

Untuk mengantisipasi penularan Covid-19, STIE Atma Bhakti telah mempersiapkan protokol kesehatan khusus. Di antaranya kendaraan pengantar wisudawan dan wisudawati hanya dibatasi dengan kuota 50 persen dari kapasitas maksimalnya. Suhu tubuh juga tidak boleh melebihi batas maksimal, yakni 37,8 derajat Celcius. Baik wisudawan, wisudawati, pengantar, dan orang-orang yang hadir, wajib mengenakan masker selama kegiatan prosesi wisuda. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *