Konsep Berbeda Dari Social distancinG Cafe & Library

LAUNCHING: Sejumlah tokoh masyarakat di Solo hadir di launching Social distancinG Cafe & Library. Sabtu (31/10/2020)

JATENGONLINE, SOLO – Kuliner di Solo memang tak pernah ada matinya, selalu tumbuh dan bermunculan dari sebagian lainnya tumbang. Seperti kuliner yang satu ini, meskipun berkonsep kafe namun memiliki keunikan tersendiri.

Ide kreatif muncul awalnya adalah sebuah kantin sekolah, karena dampak dari pandemi yang terlalu lama ini, berupaya untuk out of the box, dari kantin sekolah, dirubah menjadi ‘gaya’ foodcourt cafe & library dan settingannya seperti halnya kafe-kafe kekinian pada umumnya.

“Social distancinG sendiri yang berati jaga jarak, kami membuat makna social distancing dari sudut pandang yang berbeda,” papar Fajar, Manajer Social distancinG Cafe and Library.

Jaga jarak menurutnya adalah jaga jarak agar tetap bersama, dengan orang-orang terkasih. Jaga jarak agar tidak putus silaturahmi dengan siapapun termasuk ortu, teman, saudara, sahabat. Jaga jarak agar bisa tetap bermanfaat untuk semua. Jaga jarak agar tetap bisa bersinergi.

“Kami menerapkan protokol kesehatan, yakni menggunakan masker, cuci tangan, sebelum masuk, kami cek suhu badan dengan thermogun. dan kami memberikan sarung tangan plastik kepada para pengunjung,” lanjut Fajar.

Segmen yang dibidik pun berubah dari segmen anak sekolah menjadi segmen masyarakat umum, menengah kebawah. Kafe yang menawarkan makan malam dan ngopi, untuk semua usia, juga disediakan tempat edukasi umum, seminar, pelatihan langsung oleh praktisi.

Social distancinG Cafe n Library menawarkan sejumlah kenyamanan bagi para pengunjungnya, kapasitas tempat 50 – 60 orang, mereka dipastikan nyaman untuk kongkow-kongkow bersama teman atau keluarga. jam buka mulai pukul 15.00 hingga 23.00 wib.

Social distancinG Cafe n Library pertama kali beroperasi Sabtu (31/10/2020), meskipun baru 5 tenant yang bergabung, namun sajian aneka menu memiliki ciri khas masakan bervariatif, mulai dari masakan khas suatu daerah hingga modern luar negeri.

“Ada burger katsu, soto betawi, terang bulan jadul dan jahe gepuk, setelah lima tenan ini berjalan, dan jika masa pandemi sudah berakhir, akan menambah tenant baru, dan buka dari pagi sampai malam hari,” tegas Fajar.

Saat launching di hadiri sejumlah tamu undangan dari Kadin Solo, PMS, Hipmi dan masyarakat penggiat dan penikmat kuliner di Solo dan sekitarnya. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *