Kusumo: Jangan Sia-siakan Jerih Payah Pahlawan !

JATENGONLINE, SOLO – Hari Pahlawan seharusnya diperingati seperti halnya memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang dilaksanakan setiap tanggal 17 Agustus, karena tanpa perjuangan mereka yang rela berkorban, segenap jiwa, raga, harta benda, hingga darah dan nyawa maka bangsa dan negeri tercinta ini tidak akan pernah ada dan merdeka seperti saat ini.

Keprihatinan tersebut di sampaikan Deklarator #JAGAINDONESIA BRM. Kusumo Putro, SH. MH.

“Semoga ditahun 2021 dan seterusnya Pemerintah atau Presiden mengeluarkan Peraturan agar setiap tangal 10 November seluruh rakyat Indonesia untuk melaksanakan upacara bendera, serta wajib memasang bendera satu tiang penuh untuk menghormati jasa-jasa para pahlawan bangsa,” harapnya.

Hal diatas perlu dilakukan oleh Pemerintah, lanjut Kusumo, bertujuan menggelorakan semangat cinta tanah air dan bangsa, agar paham bagaimana susahnya perjuangan para pahlawan bangsa kala meraih kemerdekaan yang kita rasakan saat ini.

“Dengan memupuk dan menggelorakan semangat cinta tanah air dan bangsa kepada seluruh Rakyat Indonesia, akan menjadi benteng yang sangat kokoh demi terjaganya persatuan dan kesatuan antar anak bangsa di negeri ini.” terangnya.

Pemerintah sebaiknya juga segera membentuk Badan Pembinaan Cinta Tanah Air dan Bangsa yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden dan DPR, “Badan atau Lembaga ini sangat penting untuk pembinaan kepada seluruh Rakyat Indonesia agar selalu mencintai bangsanya, untuk mendidik dan meningkatkan jiwa-jiwa Nasionalisme dan Patriotisme,”

Seperti diketahui deklarasi #JAGAINDONESIA yang dilaksanakannya di Solo, Jateng, Minggu (8/11/2020), dengan melibatkan seratusan peserta.

Lagu-lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mengheningkan Cipta, Gugur Bunga, serta Rayuan Pulau Kelapa bergema di area bundaran Gladag, mengiringi 100-an orang generasi muda, bersemangat melakukan aksi Nasionalisme dan Patriotisme.

Diiringi kibaran bendera merah putih, mereka meletakkan karangan bunga, di depan Patung Pahlawan Jendral Anumerta Slamet Riyadi di bundaran Gladag, Solo, Jateng pada Minggu (8/11/2020).

Aksi heroik cinta tanah air pagi itu, sontak membuat tertegun setiap orang yang lewat, di seputaran tugu pahlawan gladag demi melihat pemandangan yang berbeda, peristiwa yang menyayat hati itu, hingga bangkit dan tergugah rasa Nasionalisme semangat membela dan mencintai Tanah Air Ibu Pertiwi.

BRM Kusumo Putro SH, MH (47), selaku koordinator aksi, kegiatan tersebut dilakukan karena rasa keprihatinan selama ini. Dimana masih banyak anak bangsa yang tercabik-cabik rasa persatuannya, dan semangat untuk mencintai bangsanya sendiri.

“Banyak anak bangsa yang dengan sadar ataupun tidak sadar, rela diadu-domba oleh para pemain politik yang tidak beretika. Banyak generasi muda yang justru memilih untuk terjerumus dalam gerakan-gerakan radikal, anarkisme, serta intoleran dengan golongan, kepentingan politik, bahkan dengan agama lain,” keprihatinan Kusumo, diteriakkannya dalam orasi.

Kusumo mengajak seluruh masyarakat, elemen, bahkan ormas agar kembali ke jiwa dan semangat Nasionalisme dan Patriotisme.

Deklarasi gerakan dan semangat #JAGAINDONESIA dilakukan bersamaan aksi tersebut. Yakni semangat kepada seluruh generasi, agar selalu menjaga, mencintai bangsa dan negara, menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, di atas semua kepentingan dan golongan.

Agar setiap generasi muda bisa mengingat, mengenang, sekaligus menghargai jasa para pahlawannya yang telah mendahului gugur. Deklarasi #JAGAINDONESIA sengaja dilakukan menyongsong hari Pahlawan. “Bangsa yang besar, adalah bangsa yang bisa menghargai jasa-jasa para pahlawannya,” keras Kusumo berteriak.

Ini pernyataan penting, deklarasi gerakan #JAGAINDONESIA, yang juga diberikan kepada masyarakat yang berlalu lintas di jalan utama kota Solo, antara lain:

  1. Menolak berbagai organisasi dan gerakan-gerakan yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan Kebhinnekaan seperti gerakan radikal, anarkisme, intoleran, dan terorisme untuk berkembang di Indonesia.
  2. Bertekad menjadikan serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila, Undang- undang Dasar Republik Indonesia 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai pedoman kehidupan dalam berbangsa dan bernegara.
  3. Berjuang mengembangkan nilai-nilai ajaran keagaman yang moderat, toleran, dan menghargai kemajemukan realitas budaya dan bangsa.
  4. Mendukung pemerintah dalam upaya penegakan hukum dan pembubaran organisasi, pergerakan, serta paham-paham radikalisme yang secara nyata bertentangan dengan Empat Konsensus Nasional yaitu Pancasila, UndangUndang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Deklarasi tersebut sekaligus sebagai bentuk Seruan dan Pengingat, kepada para calon pemimpin atau kepala daerah di seluruh Indonesia dalam perhelatan Pilkada 9 Desember mendatang, bisa menjadi Pelopor Nasionalisme dan Patriotisme Cinta Tanah Air dan Bangsa.

“Para calon kepala daerah mempunyai keberanian, menyuarakan dengan lantang menolak keras Anarkisme, Radikalisme dan gerakan Intoleran di Seluruh Indonesia Demi Negeri Indonesia yang Damai, Aman, dan Nyaman bagi seluruh Rakyat Indonesia,” tegasnya.

Tak hanya orasi kebangsaan dan cinta tanah air, pada aksi tersebut juga digelar teatrikal, mereka memakai topeng para pahlawan Nasional. Seperti pahlawan Diponegoro, Sutomo, Slamet Riyadi, Bung Tomo, Bung Karno, Ahmad Yani, Wolter Monginsidi, mengiringi aksi peletakan karangan bunga, di depan patung Jendral Slamet Riyadi. “Aksi peletakan karangan bunga di bawah patung ini, baru sekali ini diadakan di kota Solo,” jelas Kusumo.

Sejak Pahlawan Slamet Riyadi, lanjutnya, ditetapkan sebagai pahlawan Nasional, dan dibangun patung penghormatan besar di bundaran Gladag.

Sebagai penutup aksi, dibagikan stiker bertuliskan #JAGAINDONESIA yang diklaim terbanyak sepanjang sejarah aksi di jalan, sebanyak 25 ribu stiker dibagikan kepada pengguna jalan yang lewat.

Sebelumnya digelar aksi pelepasan sekitar 25 ekor burung merpati, sebagai simbol kemerdekaan, perdamaian, dan kerukunan semua rakyat Indonesia, terutama bagi semua generasi penerus sekarang ini.

“Deklarasi #JAGAINDONESIA dari kota Solo, untuk Indonesia,” kata Kusumo.
Diharapkan bisa menggema ke seluruh negeri Indonesia. Dan bisa menjadi virus positif bagi kesadaran generasi muda untuk selalu bangkit dan bersemangat dalam mengisi kemerdekaan dan pembangunan. Semoga ! (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *