Anthony: REI Solo Raya Perlu Orkestrasi Market, Hadapi Tantangan !

JATENGONLINE, SOLO – Ketua Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Solo Raya dilantik, masih dalam masa pandemi, berbagai sektor usaha pun kondisinya belum stabil, lalu seberapa besar peluang properti ini bisa tumbuh?

Anthony A.H Prasetyo Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD REI Jateng, menyampaikan, jika ini merupakan tantangan serius bagi pengurus REI Komisariat Solo Raya yang baru dilantik, setidaknya selain bersinergi dengan berbagai pihak juga harus bisa meng-orkrestrasi market.

“Menciptakan market, sehingga proyeknya tetap bisa jalan, seiring juga ketepatan dalam memilih pembiayaan,” terang Mantan Ketua REI Komisariat Solo Raya dua periode ini.

Dan untuk membuat orkestrasi market yang selaras bukan hal mudah dilakukan, meskipun hal itu bisa dilakukan, termasuk sebagai tantangan bagi pengurus REI Solo Raya yang baru.
.
“Jadi supaya proyek bisa berjalan harus bisa menciptakan market terlebih dahulu, dengan proyek berbasis konsumen. Caranya dengan membentuk market yang fix dengan segmentasi bidikan ASN, TNI dan Polri,” lanjut Anthony.

Sedangkan untuk yang informal pilih konsumen dengan berbasis komunikasi. Menurutnya, kepengurusan periode ini sudah sangat ideal. Banyak profesional yang duduk di kepengurusan, tinggal penyusunan program kerja.

Dan diklat-diklat bersama dengan para pengembang anggota REI taat regulasi dan hukum, perpajakan, orkrestrasi market dan keuangan.

Adapun tentang penandatanganan pakta integritas anggota REI Solo Raya, menurut Anthony, merupakan komitmen untuk menjalankan roda organisasi sesuai tupoksi.

“Kepengurusan yang baru semoga menjadikan REI Komisariat Solo Raya menjadi lebih bermanfaat dan bermartabat,” harapannya.

Sementara S.S Maharani sebagai penggantinya, Ketua REI Komisariat Solo Raya Periode 2020-2023. “Kami berterima kasih pada Pak Anthony atas pengabdiannya sebagai ketua komisariat selama dua periode, kami akan melanjutkan estafet ini,”

REI Soloraya, Maharani, harus menjadi titik pusat bisnis properti di Soloraya. Karena itu, pihaknya melakukan konsolidasi tidak hanya di internal saja tapi juga eksternal dengan para stake holder dan pengambil kebijakan untuk bersinergi agar REI Soloraya kuat, tangguh, dan memberi manfaat bagi masyarakat, dan pemerintah.

Tanpa izin dari Pemerintah di daerah, sulit membangun rumah, tanpa listrik dan PDAM, rumah yang dibangun tidak bisa ditempati. Tanpa perbankan, tidak bisa menjual rumah. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *