Rakyat ‘Nggrantes’, Gelar Rapid Test Antigen Gratis Sekarang!

JATENGONLINE, SOLO – Jumlah akumulasi pasien positif terjangkit Covid-19 di kota Solo terus bertambah. Semakin membuat ‘trenyuh’ dari berbagai kalangan dan pihak. Dan ‘miris‘nya lagi, belum ada kejelasan pemerintah, kapan vaksin itu akan di berikan ke masyarakat.

Makin ‘nggrantes’ melihat kondisi warga masyarakat, dengan rasa yang ‘tumplek blek’ antara bingung, panik, cemas, khawatir semua jadi satu. Korbanpun terus berjatuhan, informasi kematian dari kawan, kerabat dan saudara terus berseliweran, akhir-akhir ini. Makin menambah galau tatkala pemerintah tak jua segera memberikan vaksin kepada warga masyarakat.

Angka penambahan korban jiwa akibat virus mematikan ini, dikhawatirkan tidak akan turun dalam waktu dekat. Trennya cenderung melonjak dan kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Dperlukan langkah kongkrit guna mencegah agar penyebaran covid-19 ini, agar tidak menjadi bom waktu, diperlukan langkah benar-benar serius dari pemerintah, segera action dan bukan menunggu waktu yang tak pasti. Apalagi tidak jelas kapan vaksin akan segera diberikan kepada masyarakat terutama bagi warga Solo.

“Pemkot Solo segera menggandeng pihak-pihak terkait, untuk segera mengadakan rapid test antigen secara gratis bagi masyarakat Solo,” tegas BRM. Kusumo Putro, Sh,. MH., Tokoh Muda kota Solo. Kamis (24/12/2020)

Tokoh muda yang akrab disapa Kusumo ini menambahkan, pelaksanaan bisa dilakukan di berbagai tempat, seperti di perkantoran, rumah sakit, kantor kecamatan hingga di tingkat kelurahan dan tempat lainnya.

Langkah ini segera dilakukan, desak Kusumo, mengingat sudah banyak warga Solo pada berjatuhan karena positif corona. “Dalamwaktu sehari saja terdapat 117 warga dinyatakan positif, 7 diantaranya meninggal dunia,” jelasnya.

Digelarnya rapid test antigen gratis, dapat diketahui hasilnya apakah masyarakat reaktif atau tidak. Jika hasil lab diketahui ada reaktif maka akan ditindaklanjuti dengan test swab untuk mengetahui negatif atau positif covid-19, pencegahan ini jauh lebih baik dilakukan dari pada mengobati.

Pembiayaan rapid test antigen gratis, menurut Kusumo, dapat dimintakan anggaran dari pemerintah pusat yang saat ini lagi mengucurkan dana yang cukup besar untuk penanganan covid-19.

Dicontohkan Kusumo, bila per satu orang biaya yang dibutuhkan untuk tes Antigen Rp 100 ribu, maka bila jumlah penduduk kota Solo sebanyak 571 ribu, maka anggaran yg di gunakan hanya Rp. 5,71 Miliar.

“Jumlah yang sangat kecil demi kesehatan rakyat Solo,” tegas tokoh muda ini.

Dan perlu diketahui bahwa negara menggelontorkan anggaran untuk penanggulangan persebaran covid19 ini tanpa Limit, imbuhnya.

‘Salus Populi Suprema Lex esto’, bahwa keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.

“Pemerintah harus menempatkan kesehatan masyarakat diatas segalanya, apalagi dimasa pandemi ini yang sangat berpengaruh pada roda perekonomian,” tegasnya.

Terlebih masyarakat sekarang ini kondisi ekonominya makin terpuruk, tentu sangat berat untuk mengikuti rapid test antigen dengan biaya sendiri. Apalagi masyarakat sekarang ini masih bingung harus kemana untuk menjalani rapid test antigen.

“Pemkot Solo bisa sebagai pilot project dalam memperjuangkan kesehatan dan keselamatan hidup orang banyak,” imbuhnya.

Sekaligus sebagai percontohan kongkrit bagi daerah lain untuk melakukan langkah serupa agar masyarakat terhindar dari kematian.

Sementara, trafic mobilitas warga masih tinggi, diiringi penambahan kasus temuan covid yang meningkat, harus ada solusi nyata. Salah satu yang ampuh ada rapid tes antigen serentak untuk semua warga Solo.

Diakui Kusumo saat ini sudah ada upaya rapid tes antigen di sejumlah perbatasan bagi pendatang. Tapi yang dikawatirkan warga asli solo atau yang menetap di Solo. Bila bisa terlaksana rapid antigen serentak, maka akan bisa memberikan peta untuk langkah pencegahan dan penanganan.

“Anggaran pemerintah ada. Secara teknis pelaksanaan juga mudah karena Solo kota kecil,” pungkasnya. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *