Bara Propertindo Fokus Garap Properti Pesan bangun

JATENGONLINE, SOLO – Pandemi Covid-19 hingga kini masih menghantui. Aktivitas perekonomian masih lesu. Semua sektor industri dan bisnis terdampak, termasuk sektor properti.

Meski begitu kalangan pengusaha dari sektor ini menatap optimis bisnis properti meski wabah corona masih menghantui.

Namun, di tengah hal terjadi saat ini, Bara Propertindo, pengembang properti di Solo Raya dengan produk andalannya pesan bangun Lativa Village yang terletak di Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah tetap berkomitmen untuk meneruskan pembangunan dan memasarkan produknya ke masyarakat.

Lativa Village merupakan hunian mewah dan nyaman, rumah 2 lantai dengan konsep rumah pesan bangun dengan 3 tipe Type 70, Type 84 dan Type 90. Dengan penawaran harga menarik mulai 600 – 750 jutaan.

Daya tarik kawasan hunian pesan bangun yang berlokasi di Kranggan, Rt02/10, Gedongan, Colomadu ini adalah masjid berada didekat kawasan, ke bandara Adi Sumarmo hanya 7 menit, ke Gerbang Tol Solo 8 Menit, ke Pasar 2 menit, Ke Mall, ke RS hanya 15 menit, Ke UMS 10 Menit, Ke Asrama Haji Donohudan 3 Menit.

“Di saat pandemi Covid 19 ini, properti masih menjadi sebuah investasi yang menarik dan kebutuhan masyarakat akan rumah pun masih sangat tinggi,” kata Direktur Utama Bara propertindo Latifa, ditemui baru-baru ini.

Maka dari itu dirinya optimistis bahwa produk properti yang ia jual akan tetap diminati oleh masyarakat. Selain lokasi yang strategis dan nyaman, meskipun berada di Karanganyar, tapi akses ke Bandara Adi Sumarmo dan beberapa pusat bisnis dan pusat perbelanjaan terjangkau karena lebih dekat dengan kota Solo.

“Oleh karena itu, kami sangat optimistis perumahan yang kami kembangkan ini akan tetap diminati oleh masyarakat dan pada kenyataannya, di tengah pandemi ini, kami berhasil melakukan beberapa transaksi,” tambahnya.

Sementara itu, kondisi serupa juga terjadi di Jawa Tengah. Bisnis properti memang tengah lesu, namun sebenarnya peminatnya sangat banyak. S. Maharani, salah satu pengembang perumahan di Jawa Tengah mengungkapkan, tingkat minat konsumen untuk membeli rumah sebenarnya masih ada, meskipun diakuinya terjadi penurunan.

“Tapi, untuk saat ini menjadi mustahil bisa disetujui, bila bank menerapkan protokol keuangan yang ketat dalam pemberkasan. Selain protokol umum pemberkasan, legal perusahaan dan sertifikat perumahan harus clear,” tegasnya saat dihubungi. Minggu (5/1/2021).

Senada dengan Lativa, Maharani yang juga Direktur PT Dua Putra Bengawan mengaku tetap optimistis, pasar properti akan bergerak di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *