Penutupan Usaha di Sukoharjo Disoal

JATENGONLINE, SOLO – “Hukum tanpa kekuasaan adalah angan-angan, kekuasaan tanpa hukum adalah kelaliman,” ungkap tokoh muda di kota Solo, BRM. Kusumo Putro, SH., MH. Kamis (14/1/2021)

Menurutnya, bahwa setiap orang mempunyai kedudukan yang sama di mata hukum dan setiap orang berhak mendapatkan kehidupan yang layak di negeri ini, hukum dan kebijakan jangan tajam kebawah tapi tumpul ke atas.

Dan, sebuah kebijakan seorang pemimpin tanpa solusi itu adalah bentuk kesewenang – wenangan. Sebab salah satu hak paling hakiki manusia itu adalah hak untuk bekerja dan menentukan sendiri pekerjaannya.Tidak boleh siapapun yang melarang orang lain untuk mendapatkan kehidupan yang layak.

Melihat kejadian yang terjadi di kabupaten Sukoharjo, paska ditetapkannya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat, PSBB Jawa-Bali mulai 11-25 Januari 2021. Selain pengetatan kunjungan di resto dan kafe, juga jam operasional yang hanya sampai jam 7 malam. Berimbas buruk pada pedagang kaki lima dan UMKM, padahal aktivitas jualan baru di mulai jam 5 sore.

“Dalam persoalan di Kabupaten Sukoharjo atas video yang viral, terkait penutupan tempat usaha warung makan, wedangan, angkringan, PKL di sektor kuliner pada jam 7 malam, membuat masyarakat resah dan gaduh,” imbuh Kusumo, yang peduli masalah sosial kemasyarakatan ini.

Lanjut Kusumo, sebenarnya ada contoh sangat sederhana yang bisa dilakukan sang penentu kebijakan agar tidak mematikan sumber pendapatan ekonomi dan menghindari kegaduhan di masyarakat.

Pemilik kebijakan harusnya tetap boleh membuka usahanya seperti biasa, tetapi memberlakukan pembeli harus membawa pulang makanan yang dibeli dan tidak menyediakan meja kursi. Konsumen bisa take away aja.

“Ini solusi yang sangat sederhana yang bisa diterapkan, agar masyarakat tetap bisa menjalankan usahanya disaat kondisi ekonomi masyarakat baru sulit, karena dihantam Pandemi Covid-19 seperti saat ini. Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan ketat sesuai kebijakan yang ditetapkan pemerintah dalam melakukan aktifitas usahanya.” punkas Kusumo. (put)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *