STOP PPKM, Bikin Usaha Bangkrut & Kalang Kabut!

JATENGONLINE, SOLOSatuan Tugas Penanganan Covid-19 menyebutkan, jika tren perkembangan peta zonasi resiko untuk pulau Jawa dan Bali dalam kurun waktu empat pekan terakhir ini belum melandai dan membawa penurunan yang signifikan, termasuk pemberlakuan PSBB dan PPKM Jawa-Bali di jilid satu, hal ini menunjukkan bahwa PPKM tidak efektif menekan laju penyebaran virus mematikan ini.

Bahkan, BRM. Kusumo Putro, SH. MH Tokoh Pemuda Peduli Kebijakan Sosial Kemasyrakatan menilai, jika pemberlakuan kebijakan PPKM justru berimbas dan akan berdampak negatif terhadap keberlangsungan usaha masyarakat kecil, dan akibat dari rencana perpanjangan pemberlakuan PPKM tersebut, maka dunia pariwisata juga dikhawatirkan akan ‘ancur-ancuran’

Menurut Kusumo, ada sejumlah usaha yang bakal mandeg bahkan gulung tikar akibat dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat membuat sektor pariwisata, mulai perhotelan, homestay, rumah makan dan warung makan, PKL, hiburan baik modern dan tradisional, pelaku seni dan kebudayaan, kuliner, persewaan perlengkapan dan peralatan hajatan, biro wisata, juru parkir, taksi, transportasi online, bisnis persewaan transportasi, UMKM.

“Kegiatan-kegiatan kebudayaan dan berkesenian, sektor-sektor usaha yang lain juga akan sekarat dan menjerit bahkan gulung tikar. Hal Ini bisa memicu terjadinya PHK massal karyawan, serta terjadi peningkatan pengangguran apabila PPKM Jilid DUA nekat diberlakukan,” tegas Kusumo.

Kusumo mencontohkan, bahwa saat ini tempat kunjungan wisata terkenal di dunia yang dimiliki Indonesia seperti Pulau Bali akan hancur, dimana Pulau Bali adalah tempat kunjungan wisata dengan jumlah okupansi tertinggi di Tanah Air.

Pulau Bali merupakan salah satu tempat wisata terbaik di dunia yang berkontribusi dan menyumbangkan pendapatan devisa cukup besar bagi daerah serta negara dari sektor pariwisata.

Sementara rencana PPKM jilid dua yang akan diberlakukan, sampai detik ini pun Pemerintah juga belum menyampaikan solusi apapun, jika PPKM ini benar-benar diberlakukan.

“Jangan sampai PPKM jilid satu terulang lagi, dimana Pemerintah tidak memberikan solusi apapun dan terkesan pemerintah mempersilakan rakyat – WIS SAK KAREPMU PIYE CARAMU LEHMU OBAH GOLEK SANDANG PANGAN POKOK’KE ATURANE NGENE IKI, DO MANUTO!” kata Kusumo geram.

Daripada memperpanjang PPKM tahap ke dua, lanjut Kusumo, lebih baik Pemerintah Fokus dan Berkonsentrasi dengan membuat kebijakan untuk mempercepat vaksinasi Covid-19 yang sudah mulai dilaksanakan di seluruh Indonesia dengan prioritas Jawa-Bali.

“Pemerintah akan lebih bijaksana dan dapat diterima oleh semua pihak dibandingkan membatasi operational sejumlah usaha yang itu merupakan sumber pendapatan ekonomi dan mata pencaharian masyarakat disaat pandemi seperti saat ini,” pungkasnya.

Salam Indonesia Bebas Pandemi Covid-19, Bangkit dari Covid-19, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan Demi Kesehatan Kita dan Orang Lain. Ayo Kita Bisa ! (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *