PCNU Sukoharjo Terima Wakaf Tanah

Pertemuan Tim Wakaf PCNU Sukoharjo, H. Sofwan Faisal Sifyan dengan keluarga Bapak Suwardi dan Ibu Sumini dalam serah terima Tanah Wakaf kepada PCNU Sukoharjo, serah terima dilakukan di Ponpes Darul Hasan Polokarto. Selasa (26 /1/2021)

JATENGONLINE, SUKOHARJO – Tim Wakaf Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PCNU Sukoharjo menerima amanah untuk mengelola wakaf tanah yang berlokasi di Desa Jatisari Mranggen Polokarto Sukoharjo.

Adalah keluarga Bapak Suwardi dan Ibu Sumini mewakafkan tanahnya guna keperluan perluasan dan pengembangan asrama putri Pondok Pesantren Darul Hasan Polokarto Sukoharjo.

Serah terima wakaf dilaksanakan pada hari Selasa (26/1/2021) di ruang meeting Ponpes Darul Hasan Polokarto. Bapak Suwardi dan Ibu Sumini selaku wakif tanah menyerahkan secara langsung kepada Tim Wakaf PCNU Sukoharjo, H. Sofwan Faisal Sifyan didampingi oleh pengurus lainnya.

Tim Wakaf PCNU Sukoharjo, H. Sofwan Faisal Sifyan mengungkapkan rasa syukur dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaannya kepada PCNU Sukoharjo, semoga wakaf ini menjadi amal jariyah dan investasi akhirat bagi pewakif dan keluarga. Bapak Suwardi dan Ibu Sumini, selaku wakif mengaku sangat bahagia bisa mewakafkan sebagian tanahnya untuk kepentingan umat. “Semoga tanah ini bisa bermanfaat untuk pondok. Saya ini sudah tua, mau mengejar apalagi kalau tidak akhirat,” ungkapnya haru.

Wakaf tanah ini sangat berarti bagi pondok, apalagi pada saat ini Ponpes Darul Hasan sedang melaksanakan pembangunan sarana dan prasarana pondok. Mulai dari penambahan gedung asrama, dan sarana penunjang lainnya. Oleh karena itu, gaung untuk gerakan wakaf ini harus dibumikan dan menjadi life style bagi umat Islam. Peradaban Islam sepanjang sejarahnya hingga saat ini tidak bisa dilepaskan dari gerakan wakaf.

Pada akhirnya mari sama-sama kita renungkan ayat Al-Qur’an berikut agar senantiasa berlomba-lomba dalam hal melaksanakan kebaikan. “Kamu sekali-kali tidak akan sampai kepada kebajikan yang sempurna, sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya”. (Qs. Ali Imran [3]: 92) Disisi lain, Rasullah saw bersabda dalam salah satu hadis yang artinya “Jika anak Adam mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak saleh yang mendoakannya.” (Muttafaqun Alaih). (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *