Akun WhatsApp Ketua LAPAAN RI Diretas, Digunakan Untuk Pinjam Uang

Hacker Marak : Ketua LAPAAN RI, BRM Kusumo menunjukkan pesan tipu hacker yang meretas ponselnya Ketua LAPAAN RI, BRM Kusumo menunjukkan pesan tipu hacker yang meretas ponselnya

JATENGONLINE, SOLO – Belakangan ini Whatsapp semakin sering dilirik hacker untuk meretas akun penggunanya, lantaran telah menjadi salah satu aplikasi chatting terbesar di dunia. Sistem keamanannya yang berlapis tampaknya tidak menciutkan nyali oknum-oknum tak bertanggung jawab tersebut.

Ini merupakan ancaman yang cukup serius mengingat akun WhatsApp kita terhubung dengan aplikasi lain, seperti e-commerce, e-wallet, dan lain-lain. Jadi ketika hacker berhasil mengambil alih WhatsApp kita, pintu menuju akun lain pun akan terbuka lebar.

Salah satu contoh peretasan WhatsApp adalah kasus yang menimpa Ketua Lembaga Penyelamat Aset dan Belanja Negara (LAPAAN) RI, BRM Kusumo Putro tak luput jadi korbannya. Hacker berhasil “masuk” ke smartphone miliknya dan mengakses semua data melalui WhatsApp. Modusnya mengirim pesan berantai kepada seluruh kontak berupa permintaan pinjam uang dengan janji akan dikembalikan keesokan harinya.

“Kejadiannya hari Sabtu siang kemarin, dan saya baru tahu setelah salah satu teman sekira pukul 14.30 WIB menyampaikan bahwa WA saya di hack. Karena semua teman-teman saya dalam grup WA mendapat pesan yang sama, yakni permintaan pinjam uang. Suatu hal yang janggal,” kata Kusumo kepada wartawan Minggu 7 Februari 2021.

Tidak hanya teman dalam grup WA, selang beberapa waktu kemudian banyak kenalan diluar grup WA, secara pribadi mengkonfirmasi langsung ke Kusumo untuk menanyakan kebenaran isi pesan tersebut. Mereka curiga dan tidak yakin dengan sumber pengirim pesan yang ingin pinjam uang antara Rp 4 juta hingga Rp 8 juta.

Kusumo lalu bergerak cepat, ia melaporkan kejadian peretasan tersebut ke salah kantor cabang provider layanan seluler yang digunakannya.

“Tadi saya kembali mendatangi GraPARI di Hartono Lifestyle Mall dan Alhamdullilah WA saya dan hape saya sudah kembali normal seperti semula,” terangnya.

Ini menjadi pelajaran bagi saya dan kita semua, lanjutnya, agar lebih berhati- hati dalam menggunakan sosmed terutama WA. Karena kejadian tindak kejahatan ITE melalui WA seperti yang saya alami sudah banyak memakan korban dan marak terjadi.

Kejahatan ITE tidak saja menjadi beban moral bagi korban seperti dirinya, tapi juga merugikan secara materi yang tidak sedikit. Demi menjaga kepercayaan dan hubungan baik dengan semua pihak, dalam kasus ini ia dengan ikhlas juga mengganti kerugian atas sejumlah uang yang terlanjur ditranser ke pelaku peretas WA.

“Mohon apabila ada SMS atau WA yang mengatasnamakan saya, atau meminta pinjam uang pada hari Sabtu kemarin, tolong jangan dipercaya, atau abaikan saja karena itu bukan saya yang melakukan. Ada pihak lain yang menguasai nomor hape dan WA saya pada hari itu,” tandasnya.

Setidaknya akibat pesan tersebut, ada salah satu teman Kusumo, Triyono, yang menjadi korban lantaran tidak tahu jika WA telah diretas. Ia percaya bahwa pengirim pesan adalah Kusumo sendiri sehingga serius menanggapi dengan memenuhi permintaan sang hacker.

“Saat itu saya jawab, hanya ada Rp 2 juta gimana bos. Terus dibalas, bisa saya pinjam saja itu Rp 2 juta. Kemudian, saya diminta mentransfer uang itu ke rekening BNI nomor 1166392207 atas nama Syakirin,” tutur Triyono yang kesehariannya bekerja di bidang jasa transportasi di Kota Solo.

Dengan membawa bukti resi telah mentransfer uang sebanyak Rp 2 juta, Triyono yang datang bersama istrinya mengaku sama sekali tidak menyangka jika pengirim pesan bukan Kusumo sendiri. Waktu itu, ia spontan merespon permintaan sang hacker untuk menstransfer uang ke nomor rekening sesuai permintaan.

Gak mau hal itu terjadi padamu, kan? Makanya, amankan akunmu dari sekarang dengan memasang PIN dan opsi sekuritas lainnya, ya! (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *