Warga Solo Merindu ‘Gaya’ Kepemimpinan Pak Brengos

Tokoh Lembaga Swadaya Masyarakat Jawa Tengah (LSM) dan Pengacara BRM.Kusumo Putro SH.

JATENGONLINE, SOLO – Kondisi di kota Solo berbeda dari biasanya, bukan karena pemberlakuan pembatasan aktivitas warganya hingga tingkatan mikro, tetapi kian merebaknya baliho bertuliskan ucapan terima kasih atau ‘matur nuwun’ kepada Walikota dan Wakil Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo dan Achmad Purnomo menjelang akhir masa jabatannya pada 17 Februari 2021 yang akan datang.

Selama menjabat pria yang berdomisili di Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Kota Solo ini telah banyak mewarnai dinamika kehidupan warga Kota Bengawan.

Ya, siapa yang tak kenal dengan sosok FX. Hadi Rudyatmo, Walikota Solo yang akrab disapa ‘Pak Brengos’ ini, dikenal sangat dekat dengan masyarakat kota Solo dari berbagai tingkatan kalangan masyarakat, selama menjabat sebagai wakil walikota pada 2005- 2010, dilanjutkan pada 2010-2012, kemudian menjadi walikota menggantikan Joko Widodo pada 2012 sampai 2020.

Pak Brengos telah mengukir sejarah baru bagi kota Solo, dengan sejumlah prestasi yang membanggakan dikala menjabat. Praktis warga masyarakat kota Solo jelas bakal kehilangan sosok pemimpin yang langka.

Dari sekian banyak warga masyarakat Solo yang mengapriesiasi ‘gaya’ kepemimpinan Pak Rudy adalah Ketua LSM LAPAAN RI Jawa Tengah BRM Kusumo Putro, SH, MH, menurutnya sosok Pak Brengos adalah bapaknya Wong Solo, dimana mampu melakukan pendekatan secara humanis kepada semua lapisan masyarakat Kota Solo.

“Dalam satu bulan empat kali keliling masuk kampung, melalui program Sonjo Wargo, dan hanya ada dikota Solo. Daerah lain saya belum melihat. Turun kebawah menyambangi ‘wong cilik’ dan mendengarkan keluhannya,” ujar Kusumo, saat ngobrol santai bersama wartawan di rumahnya, Perumahan Elite Griya Kuantan, Gonilan, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (13/2/2021).

Tidak banyak pemimpin di daerah yang seperti ini, tegas Kusumo, maka sangat pantas kalau Pak Rudy dijuluki ‘Bapaknya Wong Cilik Warga Solo’

Fenoma unik dan mengharukan, terlihat di sejumlah sudut kota dan jalan strategis kota Solo, terpampang jelas dan tegas mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang diembannya selama menjadi orang nomor satu di kota Solo, ucapan selamat itu sebagai bukti pengakuan masyarakat bahwa kinerja Rudy dan Purnomo sangat bermanfaat bagi seluruh lapisan warga kota Solo. Sekaligus bukti jika Pak Rudy ini sangat dekat dengan rakyatnya.

“Bukti yang paling sederhana sekalipun, ia akan mendatangi setiap undangan dari warganya ketika menggelar hajatan tanpa membeda- bedakan status sosial. Bahkan ketika ada warga yang ‘kesripahan’, ia selalu mengutamakan untuk dapat hadir,” kata Kusumo.

Rudy dan Purnomo telah berhasil menerapkan konsep kepemimpinan Jawa yakni “andhap asor”, merendahkan diri untuk memberi hormat kepada orang lain dan dengan begitu orang lain pun akan menghormati dirinya.

‘Gaya’ pemimpin seperti ini wajib diteruskan oleh Gibran Rakabuming Raka Walikota terpilih periode selanjutnya, “Gibran harus menjalankan konsep itu, bila tidak ingin dianggap gagal jadi pemimpin!” tegas Kusumo.

Di era digital saat ini, masyarakat Kota Solo sudah semakin cerdas. Mereka dapat menilai kinerja para pejabat yang baik maupun yang tidak baik. Oleh karenanya, Kusumo juga berharap kepada Wakil Walikota Teguh Prakosa, yang mendampingi Gibran dapat menjadi penyeimbang untuk menutup celah kekurangan.

Kesuksesan Rudy-Purnomo dapat menjadi suri tauladan pasangan Walikota dan Wakil Walikota berikutnya. Jangan mentang – mentang berangkat dari keluarga pejabat tinggi negara kemudian bisa seenaknya sendiri memimpin masyarakat Kota Solo.

Karena sudah banyak hal positif yang dikerjakan Rudy, sehingga hal itu begitu berkesan dan sangat membekas dihati masyarakat. Pak Brengos dikenal sebagai sosok pemimpin yang tidak pernah menjaga jarak dengan siapapun. Ia pun mudah ditemui kapanpun setiap dibutuhkan rakyatnya.

Banner Ucapan Terima Kasih ‘Rudy-Purnomo’ marak di Solo

Program Sonjo Wargo, yakni berkeliling dan melihat kondisi warga hingga ke tepian bantaran Kali Pepe hingga masuk ke lorong-lorong gang sempit, berdampak positif terhadap warga yang dikunjungi. Program interaksi langsung dengan warganya ini sangat bagus, dan semestinya untuk dikembangkan dan dilanjutkan.

“Program Sonjo Wargo ini, Rudy beserta jajaran pejabat Pemkot Solo terkait langsung dapat mengetahui setiap permasalahan yang terjadi, baik permasalahan sosial masyarakat maupun persoalan pembangunan sarana dan prasarana fisik untuk kemudian segera diselesaikan,” papar Kusumo, yang juga pegiat kegiatan sosial kemasyarakatan ini.

Selain itu, kilah Kusumo, Pak Rudy mampu menjadikan Rumah Dinas Walikota Solo Lodji Gandrung dan Balai Kota Solo sebagai rumah rakyat, disana dia menemui masyarakat dari semua golongan baik dari tukang becak, pedagang, budayawan, seniman dan semua lapisan tanpa membeda-bedakan strata sosial guna mendengar aspirasinya.

“Sosok seperti Pak Rudy inilah yang akan dirindukan oleh warga Kota Solo,” lanjut Kusumo, pria yang kini tengah menyelesaikan studinya program Doktoral Ilmu Hukum (S3) di salah satu universitas ternama di Kota Semarang.

Pak Rudy sosok pemimpin yang selalu terbuka jika ada warga yang akan menghadap tanpa melihat background dan strata sosial. Di bawah kepemimpinannya Kota Solo selalu dalam keadaan yang kondusif dan situasi keamanan serta ketertiban terjaga dengan baik, infrastruktur kota pun tertata secara apik,.

“Semoga Kota Solo akan lebih baik lagi di bawah kepemimpinan walikota yang baru nanti,” tukasnya.

Mulai pasar tradisional, jalan, fly over, taman kota, kantor pemerintahan dan sekolah terbagun dengan megah selama kepemimpinan Pak Rudy, dan satu yang sangat membanggakan dari semua prestasi gemilangnya, Kota Solo mendapatkan predikat sebagai Kota Layak Huni, sebuah prestasi yang membuat bangga warga masyarakat Kota Solo.

Dimana tingkat ekonomi dan taraf hidup warga dan kualitas pendidikan masyarakat Kota Solo juga meningkat selama kepemimpinan Pak Rudy.

“Masyarakat tidak ada yang tidak sekolah, karena pendidikan terjamin dan masyarakat tidak ada yang kelaparan karena kebutuhan pangan terpenuhi dengan baik,” tegas
Pria yang juga seorang pengacara Anggota Peradi Kota Solo ini.

Perhatian FX Hadi Rudyatmo terhadap bidang seni budaya lokal Solo sangat optimal, sehingga nuansa Kota Solo sebagai kota budaya tetap terjaga. Disamping memperhatikan bidang keagamaan sehingga hubungan lintas agama dan penganut kepercayaan di Kota Solo tetap harmonis.

Maka, Walikota Solo yang akan dilantik nantinya, mampu melanjutkan semua program yang telah dijalankan oleh Pak Rudy dari berbagai lini, baik sektor pendidikan, ekonomi, budaya, sosial maupun infrastruktur. Sehingga semua sektor terpenuhi dengan tujuan demi kesejahteraan warga Kota Solo, semoga. Kita tunggu gebrakannya ! (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *