‘Eman-eman’ Batu Bertulis Bahasa Sansekerta Teronggok Tak Terawat Di Pemakaman Umum

PRASASTI SANSEKERTA: Batu ini diperkirakan ditulis pada abad 8 Masehi jauh sebelum kerajaan Majapahit yang sangat kesohor kala itu diseluruh Negeri Indonesia ini berdiri…..

JATENGONLINE, KARANGANYAR – Yayasan Forum Budaya Mataram (FBM) beserta Team Pelestari Cagar Budaya mengunjungi lokasi penemuan prasasti yang ditulis dengan “Huruf Sansekerta” dengan tulisan yang sangat halus dan jarak tulisannya pun sangat rapi. Senin siang (15/2/2021).

Dari hasil kajian sementara, prasasti tersebut diperkirakan di tulis kisaran abad ke 8 Masehi atau sekitar tahun 700-an silam. Bila demikian Batu Prasasti tersebut usianya diperkirakan sudah berusia 1300 (Seribu Tiga Ratus) tahun.

Walaupun usianya sudah demikian tua, ribuan tahun lalu, namun batu prasasti tersebut berada di ruang terbuka yaitu di area pemakaman umum yakni berada di Kampung Dukuh, Desa Karanglo, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

“Kami beserta Team Cagar budaya Yayasan Forum Budaya Mataram ketika meninjau dan melihat dimana Batu Prasasti tersebut berada sangat prihatin, demi melihat kondisi benda cagar budaya peninggalan nenek moyang, hanya terbengkalai tak terawat sama sekali dan berada di Area Pemakaman umum desa,” papar Ketua Yayasan Forum Budaya Mataram, BRM. Kusumo Putro SH.MH.

Apabila hal ini dibiarkan seperti saat ini, lanjut Kusumo, maka lama-kelamaan Batu Prasasti yang menyimpan misteri peradaban masa lalu tersebut akan rusak dan hancur karena proses alam.

Bahkan tidak mustahil pula, karena ulah tangan jahil dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab serta sangat rawan akan diambil atau dicuri, karena lokasi keberadaannya di tengah makam umum yang gelap di malam hari dan berada di pinggir jalan desa yang sangat sepi walau di siang hari sekalipun.

“Kami atas nama Yayasan Forum Budaya Mataram meminta kepada Pemkab Kabupaten Karanganyar melalui Dinas Kebudayaan dan Instansi Terkait serta Pemerintah Desa setempat agar segera mengambil langkah-langkah efektif dan profesional agar segera menyelamatkan benda Prasasti Cagar Budaya tersebut,” tegas Kusumo.

Selanjutnya Batu Tulis tersebut untuk disimpan ditempat yang terlindung dan lebih aman, karna benda tersebut menyimpan peradaban sejarah di masa lalu dan nilai luhur warisan Nenek Moyang Bangsa Indonesia serta menyimpan misteri masa lalu yang hingga kini belum bisa terkuak sama sekali terkait dengan arti tulisan dengan bahasa sansekerta di batu tersebut.

“Di jaman Kerajaan apa batu tersebut ditulis? serta maksud dan tujuannya apa tulisan Sansekerta itu dibuat? serta sebagai bentuk penghormatan dan menghargai peninggalan cagar budaya warisan nenek moyang bangsa kita,” ujarnya.

Ditegaskan Yayasan Forum Budaya Mataram kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Karanganyar, bahwa sehubungan di wilayah Kabupaten Karanganyar ini sangat banyak ditemukan situs-situs dan benda-benda Cagar Budaya, maka sudah selayaknya Pemkab Karanganyar membangun gedung yang khusus diperuntukkan menyimpan benda-benda Cagar Budaya yang tidak terawat seperti batu prasasti tersebut diatas.

“Dan untuk menyimpan dan menelitinya, Pemkab Karanganyar segera membentuk tim ahli cagar budaya, agar temuan benda-benda cagar budaya yang banyak tersebar diwilayah tersebut bisa terawat dengan baik dan terjamin keamanannya, Salam Cagar Budaya Tetap Lestari Selamanya,” pungkas Kusumo. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *