Walikota Solo: Ketua RT RW Berpegang Filosofi Lurik dan 5 Mantab!

JATENGONLINE, SOLO – Masa jabatan Ketua RT dan RW di kelurahan kota Surakarta untuk masa periode (2018-2021) telah berakhir hari ini, Senin (15/2/2021). Selanjutnya Walikota Solo FX. Hadi Rudyatmo mengukuhkan Ketua RT dan RW periode (2021-2024).

RT dan RW merupakan unit terkecil dalam tingkatan pemerintahan yang bersinggungan langsung dengan masyarakat. Dipilih langsung oleh masyarakat dilingkungannya dan dikukuhkan oleh pemerintah kota serta memiliki masa bakti 4 tahun.

Sejumlah 2788 RT dan 626 RW yang tersebar di 54 kelurahan di Kota Solo, dikukuhkan oleh Walikota Surakarta secara online, bertempat di Balai Tawangarum, Kompleks Balaikota Surakarta.

“Selamat bekerja bagi pengurus yang baru, dan tetap teguh melayani masyarakat, gotong royong, serta terus merawat dan menjaga fasilitas yang ada di Kota Surakarta demi terwujudnya Kota yang aman, nyaman, bersih,” pesan Pak Rudy.

Tetap berpegang pada ‘Lurik’ dan ‘5 Mantab’, lanjut pria yang akrab di panggil ‘Pak Brengos’ ini, yakni Lurus dalam pengabdian, Ikhlas dalam pelayanan. dan Mantab kejujuran Mantab kedisiplinan, Mantab pelayanan, Mantab organisasi dan Mantab gotong royong.

Maka dengan filosofi ‘Lurik’ serta mewujudkan 5 mantab dalam bekerja dan melayani masyarakat, serta tetap tegakkan Protokol Kesehatan dilingkungan RT/RW sebagai langkah mengurangi penyebaran pandemic Covid- 19.

Yes, Solo Bakal Dibangun Jalan Layang Kereta Api
Pada kesempatan yang sama disampaikan Walikota Solo FX. Hadi Rudyatmo, bahwa pemerintah pusat bakal membangun jalan layang untuk rel kereta api di Kota Solo. Hal itu untuk mengurai kemacetan jalan akibat perlintasan sebidang rel kereta api. Saat ini sudah tahapan lelang manajemen konstruksi.

Dilanjutkan Rudy, jalan layang rel kereta api tersebut bakal melintasi tiga titik, yakni Stasiun Balapan, viaduk Gilingan dan simpang Joglo. Wali Kota mengaku, rencana pembangunan jalan layang rel kereta api tersebut diperjuangkan saat kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono ke Solo baru-baru ini.

“Solo tidak perlu dibuat overpass maupun underpass. Harapannya bisa mulai dibangun awal 2022 atau akhir 2021,” imbuh Wali Kota.

Nantinya ketinggian jalan layang tersebut minimal 4,8 meter, lanjutnya. Bagian bawah akan ditimbun dengan tanah. Pembangunan jalan layang tersebut dinilai cukup efisien lantaran tidak memerlukan pembebasan lahan.

“Dibandingkan membangun overpass di simpang Joglo, maka anggarannya diperkirakan bisa lebih hemat, anggaran tidak sampai Rp 1 triliun,” pungkasnya. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *