Kusumo: Akhirnya Seni Budaya Hidup Kembali !

JATENGONLINE, SOLO – “Alhamdullilah suara rakyat didengar dan mendapat respon positif dan sangat baik oleh pemerintah melalui Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Kapolri,” ujar BRM. Kusumo Putro SH.MH. Tokoh Pemuda dan Ketua Yayasan Forum Budaya Mataram (FBM).

Seperti diketahui dalam Rapat Virtual yang dilaksanakan Selasa (9/3/2021), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno memberi kabar baik. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberi izin gelaran acara yang mengumpulkan banyak orang, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Sejumlah kegiatan yang mendapat izin, yakni olahraga, musik, Meetings, Incentives, Conferencing, Exhibitions (MICE) serta acara budaya. Selain itu, pelaksanaan kegiatan harus memenuhi unsur CHSE, yakni Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan).

Dikatakan Kusumo, selama ini masyarakat selalu ditekan untuk menjaga kesehatan untuk menghindari terpapar covid-19, tapi tanpa disadari ada jiwa yang tertekan. Masyarakat butuh hiburan untuk menyeimbangkan jiwa, yang efeknya bisa menaikkan imun tubuh. Senada dengan surat yang telah dilayangkannya kepada Kemenparekraf beberapa waktu lalu, pemerintah untuk segera membuka kegiatan hiburan dan pertunjukan seni budaya.

“Jangan biarkan seni budaya dan hiburan tidur terlalu lama,” tegas Kusumo selaku Dewan Pemerhati Dan Penyelamat Seni Budaya Indonesia (DPPSBI).

Bila terlalu lama vakum, lanjut Kusumo, bisa menimbulkan efek berkepanjangan, khususnya untuk seni budaya tradisional bisa jadi akan dilupakan. Makanya, sedikit demi sedikit kran seni budaya harus dibuka kembali. Kalaupun harus dengan protokol ketat sekalipun tidak masalah, masyarakat sudah terbiasa dengan protokol kesehatan.

Ditambahkan Kusumo, dirinya mengaku sangat miris saat ‘diwaduli’ para pelaku seni, khususnya seni tradisional yang tidak bisa bekerja mendapatkan nafkah. Padahal Solo gudangnya seniman mumpuni.

“Ada banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari seni. Berbagai seni, seperti tari, pertunjukan, lukis, lagu, musik dan lainnya. Solo sebagai pusat kebudayaan, berbagai seni budaya bisa tumbuh subur di kota ini.” tegasnya.
.
Dan diakui Kusumo, bahwa respon cepat Wali Kota Solo terhadap keinginan masyarakat untuk membuka kembali tempat hiburan dan seni budaya yang ada. Karena tidak semata menggerakkan roda perekonomian bagi warga yang menggantungkan hidup dari dunia seni hiburan, tapi akan memberikan banyak manfaat lain.

“Semoga keputusan yang sangat baik ini dapat menggeliatkan dan menghidupkan kembali even-even dalam dunia olah raga, mice, musik, hiburan, seni dan budaya yang hampir 1 tahun ini tertidur,” harapnya.

Intinya menyambut ini sebagai satu titik terang, tambah Kusumo, secercah harapan agar kegiatan di sektor ekonomi kreatif, terutama berkaitan dengan penyelenggaraan even bisa berlangsung kembali. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *