Yes, Riding Nyaman With Matic Besar PCX160!

JATENGONLINE, SEMARANG – Kehadiran motor matic PCX 160 menambah jajaran skutik besar otomotif, Honda mendesain motor ini dengan perhitungan yang matang terutama kenyamanan berkendara. Secara visual PCX 160 itu terkesan berat karena terlihat dari dimensinya yang besar, tapi hal itu tidak terbukti terasa saat mengendarainya dan itu menyenangkan.

Kenyamanan yang dihasilkan matik ini berasal dari penggunaan suspensi belakang dengan desain baru, ukuran ban belakang yang lebih tebal, perubahan posisi engine mounting yang juga sebagai engsel suspensi, desain baru peredam holder stang dan kemampuan engine yang meningkat signifikan secara liner terutama untuk akselerasi. Hal lain yang bisa digunakan agar kenyamanan mengendarai bisa maksimal dengan cara memanfaatkan 2 (dua) posisi berkendara PCX 160 yaitu :

  1. Ride on Position
    Pada posisi berkendara seperti ini pengendara akan lebih rileks dan santai, hal ini didukung dari posisi punggung yang tegak sehingga akan mengurangi stress otot pada bagian punggung, bahu dan leher. Bagian tangan juga akan lebih rileks karena letak stang lebih tinggi dari pinggul, sehingga untuk pengoperasian stang saat bermanuver akan lebih mudah dan nyaman. Posisi lutut yang rata dengan posisi pinggul dan menekuk sekitar 90° sehingga stres pada lutut dan ketegangan paha sangat minim. Fungsi pijakan dengan posisi lutut demikian sangat membantu untuk menjaga keseimbangan saat pengendara melakukan kondisi dinamis saat berkendara seperti pengereman keras, merayap dijalur padat dan sigap untuk melakukan posisi setengah berdiri jika melewati jalan tidak rata. Dengan posisi duduk ini menghindarkan stres pada otot yang berdampak dirasakan pengendara yaitu pegal dan rasa lelah.
  2. Leasure Position
    PCX 160 menawarkan posisi kaki bisa diluruskan kedepan sehingga dapat merelaksasi bagian lutut dan otot bagian betis saat dirasa sudah tidak nyaman ketika berkendara jauh, jika kondisi kaki bagian bawah sudah dirasa nyaman, kembalikan posisi kaki seperti semula. Posisi berkendara seperti ini tidak disarankan dilakukan terus menerus dikarenakan posisi riding yang ideal adalah posisi Ride on Position.

Alfian Dian Pradana, Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah mengatakan apabila kenyamanan berkendara bisa maksimal maka konsentrasi berkendara akan optimal, menganalisa pola bahaya ataupun mengelola berkendaraan menghadapi kondisi jalan yang akan dilewati. Pengendara harus memahami Mekanisme reaksi saat berkendara, yaitu mampu mengidentifikasi bahaya, kemudian bisa memutuskan apa yang harus dilakukan, dan yang terakhir adalah melakukan aksi dari keputusan yang telah dibuat secara cepat. Semakin cepat aksi yang dilakukan akan berdampak semakin jauh dari batas potensi terjadi atau terlibat kecelakaan.

“Selalu #Cari_Aman saat berkendara dengan menggunakan riding gear untuk mengurangi dampak cidera, sehingga tentunya menambah keamanan sehingga kenyamanan berkendara juga meningkat.” ujar Alfian. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *