Lapaan RI Jateng Bagikan Ribuan Paket Sembako Kepada Masyarakat Kurang Mampu Secara Bertahap

JATENGONLINE, SOLO – Pada masa-masa sulit saat sekarang ini, sebagai Muslim dituntut untuk mewujudkan perintah Allah untuk saling menolong dan meningkatkan rasa solidaritas sosial kepada sesama. Kebijakan pemerintah memutus penyebaran Covid-19 masyarakat diminta untuk bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah saja, membuat banyak orang kehilangan pekerjaannya, banyak orang menjadi pengangguran, banyak orang tidak lagi bisa mengais rezeki, banyak orang yang membutuhkan bantuan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Pada masa seperti saat ini, Lembaga Penyelamat Aset dan Anggaran Belanja (Lapaan) RI Jateng, sebagai Muslim yang mampu bisa mewujudkan perintah Allah untuk berempati juga menanamkan solidaritas sosial kepada sesama anak bangsa keluar dari krisis.

Warga Gandekan RW 01 saat mengambil paket sembako. Minggu (9/5/2021)

Menurut Ketua Umum Lapaan RI Jateng BRM Kusumo Putro SH, MH, bahwa ada bagian penting dari ajaran agama Islam yang dapat dimaksimalkan untuk menghadapi dampak pandemi virus Corona jenis baru (Covid-19), yakni pranata zakat. Menurutnya, zakat dalam Islam merupakan ajaran yang diwajibkan kepada setiap Muslim yang mampu untuk disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.

Hal tersebut merupakan yang dibutuhkan saat ini, mengingat pandemi Covid-19 berdampak kepada seluruh lapisan masyarakat. Uluran tangan dari orang yang berpunya saat ini menjadi hal penting untuk membantu mereka di masa sulit ini melalui zakat, ataupun infak dan sedekah berdasarkan ketentuannya.

Sesuai dengan misi baksos dari LSM Lapaan RI Jateng, bahwa pembagian sembako berwujud beras, dibagikan secara bertahap. Tahap pertama dilakukan pada hari Minggu (9/5/2021). 6 Titik sasaran yang dipilih adalah warga masyarakat di kampung Gandekan serta warga di Purwopuran, Nayu Bakalan, Kragilan, Pajangan, Punggawan.

Berpusat di RW I, sebanyak 300 paket beras @3 kg dibagikan ke masyarakat setempat yang membutuhkan. Dibantu tokoh-tokoh masyarakat setempat, dengan tetap melaksanaka prokes. Karena masih di masa pandemi, maka prosedur pembagian dilakukan dengan cara yang berbeda di tahun ini. Termasuk dengan sistim jemput bola.

“Siapapun yang menerima kupon, bisa mengambil beras kapanpun. Kami berharap dengan cara ini tidak terjadi kerumunan, karena mengambil di waktu yang sama,” tegas Kusumo Putro.

Sementara pembagian beras dengan sistim jemput bola yang dilakukan, yakni tim baksos Lapaan RI Jateng, dibantu tokoh masyarakat langsung mengantarkan sendiri kepada warga yang berhak menerima. Cara unik ini praktis menghilangkan peluang titik-titik kerumunan. Bahkan membuat penyaluran paket beras menjadi lebih lancar.

panitia menerapkan sistim jemput bola, mengantarkan langsung kepada masyarakat yang berhak menerimanya

Semua itu tak lepas dari peran serta tokoh-tokoh masyarakat setempat. Seperti peran ketua RW atau ketua RT masing-masing yang mewakili warga. Lewat merekalah, bantuan zakat fitrah dan sedekah Lapaan RI Jateng bisa tersalur ke warga yang benar-benar berhak menerimanya. Kondisi pandemi yang belum berakhir, memaksa panitia untuk melakukan aksi baksos benar-benar sesuai prokes.

“Pembagian paket sembako di kampung Gandekan ini, kami menggandeng tokoh masyarakat lewat tim Jaga Tangga Covid-19. Sehingga niat dan semangat berbagi tetap terwujud dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada,” lanjut Kusumo.

Dengan kegiatan berbagi ini, tegas Kusumo sekali lagi, bahwa sebagai makhluk sosial, manusia sewajarnya peduli dengan sesamanya. Dan berharap untuk tahun-tahun selanjutnya pandemi segera berakhir. Sehingga bisa melakukan aksi serupa dengan versi yang lebih besar dan terbuka.

Beras yang dibagikan pada hari tahap pertama total ada 800 paket. Dengan perincian 300 paket di kampung Gandekan. Sedangkan sisanya dibagikan ke lima titik lainnya yang ada di kota Solo, untuk memecah kerumunan yang memusat. Seperti di wilayah Mojosongo, Punggawan, Nayu Bakalan, Kragilan, dan Pajangan,

“Hingga tanggal 11 Mei, kami akan terus melakukan aksi bersedekah dan berbagi zakat ini. Sehingga target kami sekitar 1500 hingga 2000 paket bisa tersalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujar Kusumo

Ketua RW 01 Gandekan, Makmur Budianto, atas nama warga mengaku sangat senang dengan aksi baksos pembagian beras tersebut. Selain mengucap syukur kepada Allah, juga berucap terima kasih kepada pimpinan, panitia, beserta seluruh kru Lapaan RI Jateng atas kepeduliannya kepada warga Gandekan.

”Semoga semua keluarga dan panitia baksos, diberi keberkahan dan kesehatan selalu. Kami atas nama warga sangat berharap, kegiatan seperti ini akan bisa berjalan kembali dengan mengedepankan prokes yang ditetapkan oleh pemerintah,” ujar Ketua RW 01 Gandekan.

Seperti diketahui, jika di kampung Gandekan RW 01 ada 5 RT, dikampung ini mempunyai posko Jaga Tangga terkait penanganan Covid-19 yang menimpa warganya. Ada sekitar 15 anggota yang terlibat dalam tim Jaga Tangga itu. Dengan semangat kinerja, serta kekompakan semua warga, Tim Jaga Tangga di Gandekan itu berhasil memperoleh predikat terbaik sebagai Tim Jaga Tangga di wilayah Solo Raya.

Semua hal terkait masalah Covid-19, seperti warga yang terpapar, warga dikarantina, isolasi mandiri, kampanye prokes, termasuk kerja-sama dengan pihak-pihak yang ingin memberikan bantuan, ditangani dengan baik oleh tim Jaga Tangga tersebut.

Tak heran bila tim Jaga Tangga di RW 01 Gandekan, sering mendapat kunjungan dari beberapa tokoh penting. Semisal dari beberapa petinggi ABRI, POLRI, serta pejabat lainnya.

“Meskipun secara umum, kondisi, fasilitas, dan sumber keuangan tim Jaga Tangga kami, sebenarnya sangat terbatas. Namun kami tetap bersemangat untuk melakukan misi sosial dan sangat berisiko ini dengan cara mandiri,” terang Makmur yang juga menjadi ketua Tim Jaga Tangga Gandekan.

Bahkan fakta yang terjadi, sampai hari ini pun tak ada sepersenpun uang kas yang tersisa dari Tim Jaga Tangga tersebut. Karena bantuan dari pemerintah, selama ini memang lebih banyak ke wujud fisik. Misalnya APD (Alat Pelindung Diri), alat kesehatan, dan sedikit bantuan keuangan saat ada kasus Covid tertentu.

“Jika ada warga terpapar atau terkana covid, dan terpaksa harus kami isolasi, kami akan mengedarkan tampah (saweran). Atau berkeliling kampung untuk mengumpulkan dana demi bantuan kepada warga yang diisolasi tersebut,” lanjutnya.

Demi melihat fasilitas, kondisi, dan semangat kemandirian dari Tim Jaga Tangga tersebut, akhirnya panitia dari aksi berbagi sedekah dan zakat fitrah Lapaan RI Jateng, tergerak hatinya untuk ikut peduli. Tim baksos Lapaan RI Jateng, memberikan donasi langsung kepada tim Jaga Tangga tersebut.

“Semoga dengan sedikit bantuan uang ini, bisa menambah semangat dan kepedulian tim Jaga Tangga agar selalu menjaga kampung Gandekan bisa aman, nyaman, dan terbebas dari ancaman musuh Covid-19,” harap Kusumo Putro, usai menyerahkan sumbangan uang ke Tim Jaga Tangga Gandekan RW 01.

Sementara untuk pembagian ratusan paket sembako Lapaan RI Jateng dihari kedua yakni Senin (10/5/2021), didistribusikan kepada warga Gonilan, Kartasura Sukoharjo di Perumahan Griya Kuantan.

Pembagian sembako yang berupa beras seberat 3 kilogram dibagikan kepada warga tak mampu seperti janda tua, tukang becak, tukang sampah, dan sebagainya secara protokol kesehatan. Dengan mengantri maksimal 5 orang. Pembagian sembako menggandeng tokoh masyarakat dan Paguyuban Tunas Remaja Gonilan (PTRG). Ini merupakan kali ke-9 bagi Lapaan RI Jateng rutin berbagi tiap tahunnya,

“Kami beranggapan bahwa beras itu penting untuk kebutuhan masyarakat di hari raya. Di tradisi jawa, kegiatan berbagi sembako ini sebagai bukti persahabatan dan saling memaafkan. Sehingga penerima bisa menjalankan Idul Fitri secara suka cita,” kata Kusumo

“Kali ini pembagikan kita salurkan di 15 titik lokasi, tapi sekarang 11 lokasi di wilayah Solo, Karanganyar dan Sukoharjo Selama 3 hari,pada periode 9-10 Mei 2021. Sedangkan 11 Mei kami akan membagi di 4 panti asuhan,’’ tegasnya

Kusumo berharap kegiatan ini semoga bisa berjalan dengan baik dan semua masyarakat yang membutuhkan bisa terbantu. Kepada organisasi dan partai untuk tidak hentinya berbagi di masa pandemi. Sebab, semangat berbagi bisa diantisipasi melalui penerapan prokes dan izin kepada satgas covid-19 terlebih dahulu. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *