Film Aksi Pendek “Jagoan PL” di Hari Anak Nasional

JATENGONLINE, SOLO – “Anak terlindungi, Indonesia Maju” demikian tema Hari Anak Nasional 2021. SD Pangudi Luhur St. Timotius Surakarta mengapresiasi hari anak dengan memproduksi sebuah film action pendek yang dipersembahakan spesial untuk membahagiakan anak – anak.

Film dengan judul “Jagoan PL” ini menceritakan perjuangan kumpulan tokoh superhero yang membasmi kejahatan di dunia. Kejahatan ini berupa 2 tokoh jahat yaitu Tobi dan Deidara Akatsuki (tokoh jahat dalam serial Naruto) yang membangunkan Kembali Coronaman yang ratusan tahun telah dimati surikan para dewa karena menebar kejahatan.

Ketiga tokoh ini mengawali teror ke dunia dengan menyebarkan penyakit serta menghancurkan sektor Pendidikan agar anak2 tidak bisa bersekolah lagi sehingga generasi penerus akan mengalami kemunduran dan dijadikan budak mereka. Namun kejahatan ini bisa dihentikan oleh kelompok superhero yang peduli dengan bumi ini yaitu (Naruto, Sasuke, Sakura, Hanabi, Nabuto Camen Rider, dan Gatotkaca) mereka menumpas Coronaman dengan melakukan kegiatan berdiam diri di rumah dan menjaga kesehatan sehingga kekuatan Coronaman ini melemah, dan kemudian menyerangnya.

Pembuatan film ini bekerjasama dengan komunitas Japanholic Solo Raya. Kegiatan pengambilan gambar dilaksanakan pada hari Minggu (18/7/2021), di SD Pangudi Luhur dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Tujuan dari pembuatan film ini sebagai sarana edukasi dan hiburan untuk anak-anak seluruh Indonesia agar mereka semakin sadar bahwa korona ini sungguh bencana yang nyata namun bisa kita lawan bersama dengan selalu menggunakan masker, menjaga kebersihan diri, dan kebersihan hati.

Film ‘Jagoan PL akan direlease tepat pada perayaan Hari Anak Nasional yaitu Jumat, 23 Juli 2021 pukul 12.00 WIB. Di channel youtube sekolah : SD Pangudi Luhur I & II

Besar harapan team produksi dan sekolah nantinya film ini bisa disaksikan dan menginspirasi anak seluruh Indonesia agar tetap bahagia dan bersemanagat untuk belajar dari rumah dulu.

Selain itu film ini sebagai trigger bahwa bidang Pendidikan, sekolah2 di Indonesia agar tetap melayani siswa dengan pembelajaran yang kreatif dan kontekstual. Salah satunya melalui produksi film pendek yang bisa dijadikan bahan diskusi untuk pembelajaran daring. (*/ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *