FATIPA Kenalkan Produk Olahan Baru Lewat Mahasiswinya Melalui KKN-T di Sragen

Foto Gitta saat memberikan penyuluhan dan pelatihan pembuatan kaldu jamur
JATENGONLINE, SRAGEN – KKN-T UNISRI dengan tema “Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM-Wujudkan Desa Bangkit) 2021” kini menginjak minggu ke dua. Dengan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat program kerja ini terus berjalan ditengah PPKM yang sedang bergulir.
Fakultas Tekologi dan Industri Pangan (FATIPA) UNISRI melalui mahasiswinya kenalkan produk olahan baru bagi masyarakat di Dukuh Mundu, Gedongan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen. Program Kerja ini diprakarsai oleh Putri Gitta Darmayanti dan Istiqomah Setyorini. Keduanya menargetkan Program Kerjanya untuk Ibu-ibu PKK RT 15, 16, dan 17 di Dukuh Mundu. Selasa (3/8/2021


Pengembangan Produk Pangan Lokal Berbahan Baku Jamur Tiram merupakan judul Program Kerja yang diangkat oleh Puti Gitta Darmayanti. Tujuan Program Kerja ini adalah untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan pembuatan kaldu jamur yang dapat meningkatkan nilai jual jamur tiram serta dengan adanya kaldu jamur dapat mengurangi penggunaan Monosodium Glutamat (MSG). Karena di Dukuh Mundu, Desa Gedongan sangat mudah dijumpai warga yang memiliki budidaya jamur tiram sayangnya masyarakat hanya mengolahnya sebagai jamur krispi saja.


Kaldu jamur atau yang sering disebut sebagai Nutritional yeast, merupakan jenis kaldu yang terbuat dari air rebusan jamur. Kaldu jamur dapat menambahkan rasa gurih yang ada pada makanan, terutama hidangan yang berkuah seperti sayur sop. Kaldu jamur juga memiliki kelenihan diantaranya kaya akan protein dan mineral yang mampu meningkatkan imunitas dalam tubuh.


“Ibu-ibu sangat antusias dalam kegiatan peyuluhan dan pelatihan ini karena pembuatan kaldu jamur menggukan teknik teknologi tepat guna dengan menerapkan prinsip bahan baku yang digunakan mudah didapat disekitar rumah serta peralatan yag digunakan untuk megolahnya sangat sederhana” ujar mahasiswi yang kerap disapa Gitta.

Foto Istiqomah saat memberikan penyuluhan dan pelatihan pembuatan olahan makanan dari tepung mocaf


Sedangkan Program Kerja lainnya diangkat oleh Istiqomah Setyorini dengan judul Optimalasi Penerapan Gizi Seimbang Untuk Memperkuat Imunitas Tubuh Berbasis Pengembangan Keanekaragaman Pangan. Program Kerja ini memiliki tujuan supaya masyarakat lebih sadar akan pentingnya kebutuhan gizi seimbang. Program Kerja berupa penyuluhan dan pelatihan produk tepung dari singkong (Manihot esculenta Crantz) yang diproses menggunakan prinsip memodifikasi sel singkong secara fermentasi tepung ini sering dikenal dengan nama lain tepung MOCAF atau Modified Cassava Flour.

Nantinya tepung mocaf dapat diolah kembali menjadi berbagai macam olahan makanan bergizi yang memiliki manfaat untuk meningkatkan status gizi terlebih dimasa pandemi keseimbangan gizi masyarakat dapat memperkuat imunitas tubuh karena tercukupi kebutuhan gizinya terlebih pada aplikasi pengembangan keanekaragaman pangan yang menjadi salah satu pilar pedoman gizi seimbang.


“Harapan saya masyarakat di Dukuh Mundu lebih kreatif mengolah hasil pertaniannya menjadi berbagai olahan menarik. Dengan begitu, masyarakat dapat menerapkan pola makan sehat dan bergizi seimbang untuk meningkatkan status gizi dan meningkatkan sistem imun tubuh dimasa pandemi seperti ini” Kata Istiqomah.


Dengan protokol kesehatan yang ketat kegiatan ini dilaksanakan di salah satu rumah warga RT 15 Dukuh Mundu, Gedongan. Sebelumnya tempat telah di desinfektan dan ibu-ibu PKK yang menjadi peserta dalam Program Kerja ini diwajibkan mencuci tangan menggunakan sabun atau handsinitizer dan diberikan masker oleh mahasiswa-mahasiswi Kelompok 37 KKN-T UNISRI. (*/ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *