SIPA 2021 Gelora Seni Pertunjukkan Diantara Keindahan Taman Satwa Taru

JATENGONLINE, SOLO – Solo International Performing Arts (SIPA) tahun 2021 akan kembali hadir di kota Solo. Panggung pagelaran SIPA tahun ini akan diselenggarakan pada tanggal 7 – 9 Oktober 2021 di Bengawan Solo Park at Jurug Zoo dengan mengusung tema “The Great Lights of Arts”.

Solo International Performing Arts (SIPA) sekali ini memilih Bengawan Solo Park sebagai lokasi panggung pagelaran. Lokasi ini merupakan salah satu fasilitas yang ada di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ). Pemilihan TSTJ sebagai lokasi penyelenggaraan berdasarkan beberapa pertimbangan, antara lain menyesuaikan tema, edukasi lingkungan dan mengenalkan lokawisata di kota Solo.

“Keberadaan TSTJ, sesuai dengan namanya bahwa satwa adalah hewan dan taru adalah tumbuhan, merupakan taman konservasi alam yang melestarikan satwa dan tanaman langka,” terang Irawati Kusumorasri. Senin (4/10/2021)

Taman Satwa Taru Jurug yang berada di jalan Ir. Sutami no. 109, Surakarta dibangun pada 1983. Taman dengan luas 13,9 hektar ini merupakan perpindahan dari Kebun Binatang Sriwedari. Salah satu bukti perpindahan itu adalah Gajah Kyai Rebo yang diawetkan dan dipajang di pintu masuk Kawasan taman. Selain sebagai tempat rekreasi, TSTJ juga berfungsi sebagai hutan kota, sekaligus ruang publik.

Semangat konservarsi alam di TSTJ diwujudkan dengan koleksi hewan dan tanaman langka. Koleksi tanaman langka antara lain Pinus, Cemara, Flamboyan, Akasia, Kunto Bomo, Solo Keling, Budhis, Dewa Ndaru, dan Sawo Kecik. Koleksi hewan langka antara lain Gajah Asia, Harimau Sumatra, Beruang Madu, Elang, Unta, Kuda Poni, Landak Jawa, dan Burung Kasuari. Koleksi flaura dan fauna langka itulah yang menjadi daya tarik wisata TSTJ.

Taman Satwa Taru Jurug dengan kawasannya yang luas sering pula dimanfaatkan untuk pergelaran seni. Diantaranya panggung seni musik, baik pop, dangdut mau pun keroncong, serta pergelaran seni yang lain. Taman ini juga memiliki acara tahunan yang dikenal luas, yakni Ritual Grebeg Syawal dengan fragmen Jaka Tingkir. TSTJ juga lekat dengan musik keroncong melalui Monumen Gesang yang dikenal dengan lagu Bengawan Solo.

Demikian, gelora cahaya agung seni pertunjukan dari SIPA akan disemaikan bersama semangat pelestarian alam di Taman Satwa Taru Jurug.

Penggunaan hybrid dan drive-in menjadi siasat SIPA dalam menghadapi keterbatasan ruang dan waktu di masa pandemi dengan menggunakan cara hybrid dan drive-in dimungkinkan pagelaran SIPA akan berlangsung dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Penonton yang hadir secara langsung dengan kapasitas terbatas bisa menyaksikan secara langsung tanpa harus khawatir (di dalam mobil) sementara yang tidak bisa hadir secara langsung bisa menyaksikan secara langsung melalui streaming. Inilah konsep baru yang ditawarkan SIPA pada pagelaran tahun ini. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *