Menang Lagi! 2 Tim UTP Surakarta Berhasil Memenangkan Lomba Beton Tingkat Nasional di Bali

JATENGONLINE, SOLO – Kabar baik datang dari Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta, yang berhasil memenangkan Lomba beton tingkat nasional. UTP megirimkan 4 team, namun sayangnya hanya 2 yang lolos masuk final. Dua tim beton UTP yang berhasil melaju ke final menyabet juara pertama dan runner up. Dua tim tersebut adalah tim Glory Ganesha 19 yang menjadi juara pertama dan Ganesha Wilwatikta yang menjadi runner up/ juara kedua. Dua Tim ini berhasil mengalahkan UNS Solo, Udayana Bali dan Politeknik Negeri bali selaku tuan rumah.

Lomba beton nasional ini memang diselenggarakan di Politeknik Negeri Bali secara online pada 7 Oktober 2021, dengan mengangkat tema PNB Engineering Scientific Competition (PESC) 2021 dan telah diselenggarakan sebanyak 5x terhitung sejak tahun 2017. Ada beberapa lomba yang digelar antara lain lomba beton nasional, lomba tender nasional, lomba rancang rangka atap.

Saat ditemui, Sabar, salah satu perwakilan dari tim Ganesha Wilwatika menyampaikan bahwa tantangan terbesar yang mereka rasakan dalam perlombaan ini adalah rasa gugup /nervous karena ini baru pertama kali dirinya mengikuti kompetisi tingkat nasional dan berhasil menjadi runner up.

“saya sih bilang ke Tim untuk fokus saja dengan lombanya, jangan pikirkan untuk menang, yang penting kita lakukan yang terbaik, karena kita lihat saingan kita juga bagus-bagus bahkan senior,” kata Sabar.

Sementara itu, perwakilan tim Glory Ganesha, Dinda, mengungkapkan bahwa baginya tantangan terbesar adalah saat proses sebelum final,lebih ekstra kerja keras, tapi setelah masuk final jadi lebih agak santai.

Lomba beton ini merupakan lomba untuk menciptakan inovasi dalam pembangunan infrastruktur khususnya beton. Dari tim Glory Ganesha menggunakan ampas tebu sebagai substitusi semen, limbah pemotong marmer sebagai pengganti agregat halus (pasir) dan Limbah cangkang kerang & batu apung sebagai agregat kasar. Sementara dari tim Ganesha Wilwatikta membuat inovasi beton dengan limbah serbuk batu bata dan limbah serbuk beton sebagai substitusi semen dan batu apung sebagai agregat kasar.

Dengan inovasi yang sudah diciptakan oleh ke dua tim dari UTP ini diharapkan bisa memberikan dampak yang positif terutama di bidang infrastruktur dan menjadi solusi untuk permasalahan pembangunan. Seperti yang diucapkan Dinda “harapannya inovasi yang kami ciptakan tak hanya berhenti dilomba saja tapi kami bisa merealisasikannya dan menjadi solusi untuk pembangunan di bidang infrastruktur”.

Lain halnya dengan Sabar yang berharap mampu mengibarkan kembali nama Tim Beton Ganesha UTP Surakarta di event-event lain. Selain itu dapat mengembangkan inovasi-inovasi baru untuk beton kedepannya, tentunya dengan konsep beton ramah lingkungan yang mengurangi polusi udara dari produksi semen.

Sebelumnya tim lomba beton UTP ini memang sudah wara – wiri memenangkan perlombaan beton tingkat nasional yang diselenggarakan oleh beberapa universitas besar di Indonesia. Setelah perlombaan beton tingkat nasional ini, mereka juga akan mengikuti kompetisi beton lainnya di yang akan diselenggarakan oleh Universitas Tarumanegara dan kompetisi beton tingkat internasional yang akan diadakan oleh UNS Solo bulan November mendatang. Kita doakan semoga trophy kemanangan bisa kembali di raih. (*/ian)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *