Waste4Change dan Tridi Oasis dari Indonesia Peroleh Pendanaan Untuk Fokus Atasi Masalah Sampah Lingkungan

(Ki-ka) CEO & Founder Waste4Change, Mohammad Bijaksana Junorosano, Head of Group Strategic Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika, dan CEO & Founder Tridi Oasis, Dian Kurniawati hadir dalam acara penyerahan dana hibah “Social Enterprise Grant Programme 2021” di Jakarta, Kamis (13/1). DBS Foundation memberikan sekitar SGD 3 juta kepada 19 wirausaha sosial (Social Enterprise/SE), di mana dua di antaranya merupakan SE asal Indonesia, yaitu Tridi Oasis dan Waste4Change. Dana hibah yang diberikan akan digunakan oleh Waste4Change dan Tridi Oasis untuk mengatasi masalah sampah lingkungan dengan mengembangkan bisnis dan meningkatkan dampak sosial serta lingkungan mereka.

JATENGONLINE, JAKARTA – DBS Foundation, yayasan pertama di Singapura yang ditujukan untuk mendukung kewirausahaan sosial, memberikan sekitar SGD 3 juta kepada 19 wirausaha sosial (Social Enterprise/SE) untuk mengembangkan bisnis dan meningkatkan dampak sosial serta lingkungan mereka. Dua di antaranya merupakan SE asal Indonesia, yaitu Tridi Oasis dan Waste4Change. Dana hibah tahun 2021 ini adalah prakarsa DBS Foundation Social Enterprise Grant Programme, dan pada tahun 2021 ini mengucurkan dana sebesar dua kali lipat dari nilai yang diberikan setiap tahunnya.

Dengan dana hibah DBS Foundation, ke-19 SE tersebut secara bersama-sama akan memberikan dampak pada 24.000 jiwa di seluruh kawasan Asia dengan menyediakan akses ke pelayanan kesehatan dan pendidikan berkualitas, serta meningkatkan mata pencaharian masyarakat sekitar. Bisnis-bisnis tersebut juga akan berusaha untuk mengurangi emisi CO2 sebanyak 160.000 ton, serta mengurangi limbah makanan sebanyak 120.000 ton dan sampah plastik sebanyak 130.000 ton.

Group Head, DBS Strategic Marketing and Communications dan Board Member of DBS Foundation, Karen Ngui mengatakan, jumlah pengusaha muda yang semakin meningkat, mewakili masa depan bisnis. Mereka senantiasa mengembangkan solusi inovatif untuk memecahkan masalah sosial dan lingkungan yang mendesak. Dengan efek ganda yang mereka hasilkan, yaitu laba dan dampak, mereka dapat membuat perbedaan secara berkelanjutan.

“Kami menganggap mereka sebagai pembuat perubahan yang didorong oleh tujuan positif, yang membuka jalan menuju masa depan lebih berkelanjutan, serta berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan mereka. Dengan pandemi berkepanjangan, kami meningkatkan dana hibah kami sebanyak lebih dari dua kali lipat tahun ini untuk membantu lebih banyak SE melewati masa-masa sulit ini, sambil meningkatkan dampak yang bisa diberikan,” kata Karen Ngui. Kamis (13/1/2022)

Dipilih dari hampir 700 pendaftar dari Singapura, Tiongkok, Hongkong, India, Indonesia, dan Taiwan, semua bisnis berdampak ini akan menyalurkan dana mereka untuk meningkatkan dan menerapkan inovasi mereka, termasuk masalah perawatan kesehatan, nutrisi, kesenjangan kemampuan kerja dan pendapatan, pendidikan, energi, perlindungan lingkungan dan pengelolaan limbah, yang semuanya relevan dan semakin diperlukan saat ini.

Tridi Oasis dan Waste4Change merupakan dua penerima dana hibah asal Indonesia yang berfokus menangani isu lingkungan melalui pengembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Dana hibah tersebut akan digunakan untuk meningkatkan skala bisnis mereka, serta mengadakan penelitian mendalam dalam pengembangan bisnisnya. Berikut profil singkat mereka:

Tridi Oasis adalah produsen botol plastik daur ulang. Perusahaan ini memproduksi serpihan PET (Polyethylene terephthalate) berkualitas tinggi dan menengah yang dapat dibuat menjadi kemasan dan tekstil berkelanjutan, memungkinkan pelanggan untuk mengembangkan produk dengan kinerja dan tampilan lebih baik serta lebih nyaman digunakan. Tridi Oasis berupaya untuk terus berkontribusi pada ekonomi sirkular dengan menciptakan produk daur ulang dan lapangan pekerjaan berkelanjutan.

Founder and CEO Tridi Oasis, Dian Kurniawati menyampaikan, pihaknya berkolaborasi dengan DBS membuatnya belajar bagaimana wirausaha sosial dapat membuat perubahan sosial yang lebih besar dengan menerapkan strategi entrepreneurship ataupun bisnis yang tepat. “Dana hibah yang diterima sudah kami rencanakan untuk mendanai studi lingkungan terkait proses daur ulang plastik kemasan berlapis yang lebih ramah lingkungan, serta memperbanyak tim kami untuk pengumpulan plastik kemasan berlapis di Tangerang.” jelasnya.

Waste4Change bertujuan untuk mendorong ekosistem pengelolaan sampah berbasis teknologi yang lebih kolaboratif dan bertanggung jawab dalam rangka mendukung penerapan ekonomi sirkular di Indonesia. Waste4Change menyediakan solusi pengelolaan sampah mulai dari riset, edukasi, pengangkutan, dan daur ulang untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.

Founder dan CEO Waste4Change, Mohamad Bijaksana Junerosano menuturkan, pihaknya berterima kasih atas kesempatan yang DBS berikan untuk belajar dan tumbuh bersama. Dengan dana hibah yang diterima dari DBS Foundation, berencana untuk bermitra dengan 300 TPS 3R dan Bank Sampah Jabodetabek untuk mengelola lebih banyak sampah.

“Akan ada peningkatan kapasitas dan asistensi, serta integrasi sistem informasi untuk usaha para mitra. Hal ini bukan hanya mengurangi jumlah sampah yang berakhir di TPA, tetapi juga dapat meningkatkan pemasukan dari para pelaku industri persampahan,” jelasnya.

Head of Group Strategic Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika mengatakan, bahwa sejak 2015, sebanyak 14 wirausaha sosial Indonesia telah berhasil menerima DBS Foundation Grant. Sejalan dengan salah satu pilar sustainability PT Bank DBS, yaitu Creating Social Impact,

“Kedepannya kami senantiasa berkomitmen untuk menumbuhkembangkan lebih banyak wirausaha sosial guna turut memperkuat pertumbuhan ekonomi sekaligus menjawab berbagai isu sosial di Indonesia,” ujar Mona.

Selain itu, DBS akan mendukung SE mencapai target tersebut dengan memanfaatkan akses ke sumber daya bank yang beragam, meliputi pelatihan keterampilan dan pengembangan kapasitas, membuka kesempatan untuk membangun jaringan dan peluang bisnis, pengadaan, serta peningkatan kesadaran melalui berbagai prakarsa dan platform.

DBS Foundation juga akan melakukan tinjauan paruh tahun dengan bisnis tersebut untuk memantau kemajuan mereka, dan bekerja sama dengan mereka untuk menyempurnakan dan mengembangkan rencana pertumbuhan mereka.

Mengidentifikasi para pembuat perubahan melalui DBS Foundation Social Enterprise Programme.
Pandemi kian memperdalam masalah kesenjangan sosial. Ketika kesadaran akan hal ini terus meningkat, demikian pula halnya dengan harapan para pemangku kepentingan yang mulai bertransformasi agar bisnis lebih dari sekadar untuk mencari untung, melainkan juga untuk menjalankan peran lebih berarti di masyarakat. Bisnis semakin dituntut untuk fokus pada bagaimana mereka dapat mendorong transisi menuju dunia yang lebih berkelanjutan, sebuah tujuan yang sangat selaras dengan DBS.

Melalui program hibah ini, DBS bertujuan untuk mengidentifikasi, mendukung, dan mendorong pertumbuhan wirausaha sosial tahap awal yang inovatif, sehingga dapat mendorong perubahan positif dari akar rumput dengan solusi visioner dan berpotensi menciptakan terobosan besar. Silakan lihat lampiran untuk daftar lengkap penerima hibah.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang DBS Foundation Social Enterprise Grant Programme dan penerima hibah tahun 2021, kunjungi go.dbs.com/Grants.

Mendorong perubahan kolektif menuju dunia lebih sadar akan keberlanjutan. Sejak 2015, DBS Foundation Social Enterprise Grant telah memberikan dana hibah lebih dari 10 juta dolar Singapura kepada 93 wirausaha sosial di seluruh kawasan. Ini di luar bentuk dukungan lebih luas yang diberikan oleh bank, termasuk peluang bisnis, membangun jaringan, dan kesempatan pembelajaran untuk mengarungi lingkungan bisnis yang terus berubah. Sebagai contoh, DBS baru-baru ini mengadakan lokakarya penyegaran data dan kesehatan siber untuk 400 karyawan SE untuk meningkatkan kemampuan bisnis tersebut di dunia yang semakin digital.

Di luar program hibah, DBS juga mendukung ekosistem wirausaha sosial yang lebih luas dengan berbagai cara. Selama bertahun-tahun, DBS telah membina lebih dari 800 SE melalui bentuk dukungan non-moneter. DBS juga berfokus pada pendalaman kemitraan ekosistem untuk membekali UKM dengan keterampilan dan dukungan yang mereka butuhkan untuk bertumbuh, dan secara kolektif menciptakan pondasi lebih kuat untuk sektor ini. (*/ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.