Inilah PIL Untuk Memperpanjang Hidup di Era Pandemi

JATENGONLINE, SOLO – Semangat yang tak kunjung padam untuk selalu membangun silahturahmi ternyata masih dimiliki oleh para alumni Pemerintah Kota Surakarta yang tergabung dalam Paguyuban Pensiunan Balaikota Solo diperkuat Majelis Taklim Pensiunan Menuju Husnul Khotimah (PMHK) yang kini telah berusia 18 tahun, dan rutin menyelenggarakan pertemuan tiap bulan.

Ketua Paguyuban Pensiunan Balaikota Solo Drs. H. Samsudiat dibantu oleh Wakil Ketua Dr. H. Sunarto Istianto, telah menyelenggarakan beragam kegiatan diantaranya, Pengajian, Kajian Kesehatan, selain juga sejumlah kegiatan sosial, diantaranya membantu korban bencana alam, termasuk bantuan kepada korban erupsi gunung Semeru sejumlah 13,5 juta melalui PMI kota Surakarta, dan beberapa kegiatan lain.

Dengan antusias tinggi pengurus menggelar pertemuan rutin bulanan dengan agenda bahasan kegiatan kedepannya. Ketua Paguyuban Drs. H. Samsudiat mengucap syukur bahwa sampai hari ini masih dalam lindungan-Nya. Sehat, semangat dan bebas dari penyakit Virus Corona.

Meskipun saat ini Kota Surakarta dalam program PPKM mengalami penurunan level. Untuk itu dalam mensikapi berita yang saat ini mulai jadi populer munculnya Virus Omicron diharapkan tak perlu resah, kawatir, apalagi takut.

“Segera lakukan vaksinasi booster atau vaksinasi tahap ketiga agar imunitas diri makin mantab. Jadikan wahana pertemuan seperti hari ini sebagai kesempatan untuk bersilahturahmi dan menghibur diri agar hati jadi senang dan akan meningkat kesehatan kita,” kata H. Samsudiat.

Karena hati yang senang, imbuhnya, membuat hidup makin berkah dan bermanfaat serta makin dekat kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa.

Pada kesempatan pertemuan itu, Dr. H. Sunarto Istianto memberi semangat demi tumbuhnya dinamika pertemuan.

“Saya didaulat untuk menyampaikan sebuah ungkapan yang barangkali ada nilai manfaat. Saya sampaikan tema PIL untuk memperpanjang hidup,” ucapnya.

Adapun PIL yang dimaksudkan, menurut Pensiunan ‘Mbalekota Solo’ itu, merupakan sebuah akronim yang memiliki semangat untuk tetap eksis dalam kehidupan di masyarakat. Maknanya adalah, P-Persepsi yang positif dalam merespon setiap keadaan, kejadian, realita dan capaian yang kita alami dan peroleh disetiap saat dalam kehidupan sehari-hari.

“Saat ini kita sedang diuji oleh berbagai macam musibah selain pandemi Covid 19, masih ada banjir, gempa bumi, tanah longsor, puting beliung, gunung meletus bahkan akhir-akhir ini sudah merebak adanya penyakit Demam Berdarah,” terangnya.

Sebagai orang beriman tentu kita harus bisa mengambil hikmah dari semua kejadian itu, upaya kita tentu terus berikhtiar dan langkah yang terakhir kita pasrahkan kepada Allah.

Kemudian, I-Informasi dan teknologi harus kita pahami dan kuasai untuk kebaikan serta kemudahan dalam memenuhi kebutuhan hidup di masyarakat.

“Siapa yang menguasahi dunia informasi dan teknologi, dialah sesungguhnya yang akan menguasai dunia,” tegas praktisi edukasi ini.

“Untuk itu marilah kita manfaatkan informasi dan teknologi dengan sebaik-baiknya guna mewujudkan kebersamaan, kekeluargaan , kerukunan dan peningkatan keimanan kita,” jelasnya.

Sedangkan, L-Lakukan kegiatan silahturahmi sebagai kebutuhan hidup niscaya hidup akan makin bermakna dan bahagia.

Sementara itu, H. Ichwan Dardiri yang saat ini sudah berumur 85-an tahun, mengemukakan, dengan sering kita melaksanakan silahturahmi akan memberikan kesehatan jasmani maupun rohani.

Disamping itu bersilahturahmi juga kita akan dipanjangkan umur dan dilancarkan rejekinya. “Barang siapa yang ingin diluaskan rejekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah tali silahturahmi.” terungkap dalam Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim. (*/ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.