Kolaborasi Bank BJB, MNC Sekuritas, dan BISA-IN Catakan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI)

JATENGONLINE, SOLO – Selama melakukan investasi di berbagai instrumen investasi pasar modal, sudahkah mengetahui siapa saja pelaku pasar modal dan siapa saja yang terlibat dalam setiap transaksinya?

Jika belum, itu artinya belum memahami benar seluk beluk pasar modal. Dalam pasar modal akan terjadi banyak transaksi dan aktivitas jual beli. Di mana transaksi ini akan melibatkan banyak pihak yang memiliki masing-masing peran sesuai kapasitasnya.

Dan, program Sekolah Pasar Modal pun menyasar kalangan budayawan, dimana terobosan baru kolaborasi dyang dilakukan oleh Bank BJB, MNC Sekuritas, dan Komunitas Bintang Saham Indonesia (BISA-IN) berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan kategori ‘Bank Pembangunan Daerah Pertama yang Memfasilitasi Masyarakat Keraton Berinvestasi di Pasar Modal’.

Kolaborasi ketiganya berhasil menyasar keluarga, kerabat dan abdi dalem Pura Mangkunegaran Solo, dengan mencatat investor perdana usai sosialisasi sebanyak 400 investor baru, yang dimotori oleh Co-Founder Komunitas BISA-IN Dita Sari Kurniawati, yang juga kerabat Pura Mangkunegaran.

Pada kesempatan tersebut KGPAA Mangkunegara X menyampaikan ucapan selamat pada penyelenggara dan berharap dengan kegiatan ini bisa menginspirasi masyarakat Solo dan sekitarnya untuk melirik investasi di pasar modal.

“Semoga kegiatan seperti ini bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal dan bisa membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Solo dan sekitarnya,” kata Mangkunegoro X.

Sebagaimana diketahui, bahwa pertumbuhan investor pasar modal di Solo Raya meningkat signifikan selama pandemi Covid-19. Bahkan untuk investor milenial tingkat pertumbuhannya lebih tinggi dibandingkan daerah lain. Dibuktikan dari data Bursa Efek Indonesia Solo yang mencatatkan kontribusi investor milenial atau usia muda sebanyak 65 persen dari total 74.885 investor pada 2021 lalu.

Founder BISA-IN, Muhammad Fajrin Syukron (kiri)

“Ini merupakan lanjutan dari kegiatan kita di Solo, Sekolah Pasar Modal. Puncaknya pemberian rekor MURI ini, bentuk sinergitas pasar modal, pemerintah dan budayawan. Konsep ini akan kita copas untuk daerah lain.” ujar Founder BISA-IN, Muhammad Fajrin Syukron, saat penyerahan piagam Rekor MURI, di Pura Mangkunegaran, Solo. Sabtu (19/3/2022) .

Sementara Kepala BEI Jateng II,  M. Wira Adibrata menyatakan, pihaknya sangat mendukung langkah strategis BISA-IN, Bank BJB dan MNC Sekuritas untuk melebarkan pasar hingga lingkungan budayawan, termasuk di dalamnya Pura Mangkunegaran.

Kepala BEI Jateng II, M. Wira Adibrata

“BEI sangat mendukung pasar modal bisa masuk lingkungan keraton, bukti investasi bisa masuk dari berbagai kalangan. Yang pasti kita terus edukasi masyarakat dalam pemilihan investasi yang legal, jangan tergoda keuntungan instan,” tegas Wira.

Berikut beberapa pelaku pasar modal:

Menteri Keuangan
Peran tertinggi dipegang oleh Menteri Keuangan Indonesia yang berperan sebagai pembuat dan pemberi regulasi perwakilan dari pemerintah atas segala hal yang berjalan dan terjadi di pasar modal.

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
Selanjutnya pasar modal memiliki badan pengawas yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bertugas dalam mengatur, membina, dan mengawasi segala aktivitas yang terjadi di dalam pasar modal.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
BKPM dalam pasar modal bertugas mengeluarkan izin Penanaman Modal Asing maupun Penanaman Modal Dalam Negeri. BKPM nantinya akan mengatur komposisi dan jumlah dana investasi, mengatur nilai modal dasar, mengatur batas waktu penyetoran modal serta komposisi pemegang saham.

Bursa Efek
Sebagai tempat terjadinya aktivitas jual beli segala instrumen pasar modal, bursa efek memiliki peran besar. Pertama sebagai penyedia fasilitas yang diperlukan untuk kegiatan jual beli saham. Kedua, untuk membuat peraturan. Ketiga, untuk melakukan pencatatan aktivitas yang terjadi di dalam perdagangan efek. Keempat, sebagai penanggungjawab likuiditas semua instrumen yang diperdagangkan dan menyediakan informasi tentang transaksi yang terjadi.

Bursa efek juga berhak melakukan kontrol perdagangan efek dengan tujuan untuk mencegah terjadinya kejahatan di pasar saham. Dengan ini bursa efek memiliki wewenang untuk membekukan peserta bursa yang melanggar, dan melakukan delisting sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Lembaga Kliring dan Penjaminan
Berikutnya, Kliring dan Penjaminan pasar modal memiliki tugas menjamin pembeli saham untuk menerima saham serta pihak penjual untuk menerima uang dari hasil penjualannya.

Lembaga Penyimpangan dan Penyelesaian
Kustodian Sentral Efek Indonesia dalam pasar modal berperan menyimpan efek, menyelesaikan transaksi, serta bertanggung jawab atas administrasi rekening pelaku pasar modal.

Perusahaan efek
Ada beberapa pihak yang terlibat dalam perusahaan efek, yakni underwriter yang melakukan kontrak dengan calon emiten. Broker-dealer yang melakukan jual beli efek. manajer investasi yang mengelola dana investasi investor.

Investor dan emiten
Tentu saja agar transaksi dapat berjalan harus ada investor untuk membeli hingga menjual surat-surat berharga. Dan emiten yang merupakan pemilik saham dan surat berharga yang beredar.

Pjs Direktur Capital Market MNC Sekuritas Afen Tjhong

Adapun Pjs Direktur Capital Market MNC Sekuritas Afen Tjhong mengatakan persepsi selama ini pasar modal hanya milik kalangan tertentu, untuk itu pihaknya sangat mendukung saat pasar modal disosialisasikan di daerah daerah.

“Kini untuk berinvetasi dipasar modal bukan hal yang sudah dan mahal, harapan kita dengan adanya kerja sama keraton ini jadi insipirasi juga bagi masyarakat Jateng untuk mulai berinvestasi di pasar modal,” ungkap Afen.

Yang istimewa, penyerahan rekor MURI tersebut digelar di Pura Mangkunegaran dengan royal dinner, dengan turut disaksikan oleh KGPAA Mangkunegara X. Selain itu juga dihadiri oleh PT. Fida Sinergi Asia, Kepala OJK Solo, Wakil Walikota Solo, dan kerabat Puro Mangkunegaran.

Sri Widawati Representatif  MURI

“MURI mencatat prestasi spektakuler yang diinisiasi oleh Bank BJB yaitu mendapat rekor bank pembangunan daerah pertama yang memfasilitasi masyarakat keraton berinvestasi di pasar modal. kegiatan ini resmi kami catat di muri sebagai rekor ke 10.270 dan kami menganugerahkan piagam penghargaannya pada bank BJB, Bisa In dan MNC sekuritas,” kata Sri Widawati Representatif  MURI.

Keberhasilan prestasi tersebut juga didukung penuh dari beberapa organisasi yang ada di Kota Solo yaitu HIPMI Solo, AHLI, GenPI Solo Raya, MASATA, ITMA DPD Jateng, Paguyuban Putra – Putri Solo, Paguyuban Duta Wisata Sukoharjo, dan IGHO. (*/ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.