Kuliah Sambil Jualan Kebab, Mahasiswa Agroteknologi UTP Surakarta Berhasil Jadi Sarjana dan Lulus Cumlaude

JATENGONLINE, SOLO – Lutfi Ali Setiyawan, Mahasiswa Fakultas Pertanian Program studi Agroteknologi Universitas Tunas Pembangunan Surakarta Angkatan 2018. Lahir dari keluarga yang sangat sederhana, namun Lutfi tidak patah semangat untuk melanjutkan pendidikannya hingga mendapatkan gelar sarjana. Saat ini Lutfi membuka usaha di bidang food and beverage, yaitu kebab cemilan khas timur tengah yang sudah dimodifikasi dan disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia. Lutfi membagikan kisahnya bagaimana dia menjalani 2 peran,kuliah sambil bekerja hingga mendapatkan predikat cumlaude dalam wisuda sarjana ke-84.

Saat di awal Lutfi menceritakan bahwa kondisi saat itu untuk kuliah sangat tidak mendukung. Pertama kali merantau ke Semarang bekerja sebagai operator SPBU selama 1 tahun. Lalu akhirnya memutuskan untuk pulang ke Solo dan bekerja di outlet kebab milik saudaranya.

2 bulan bekerja di outlet kebab akhirnya Lutfi memutuskan untuk usaha sendiri dengan menggunakan uang hasil merantau dan mendapatkan kepelatihan dari saudaranya yang sebelumnya menawarinya bekerja di outlet kebab. Orangtuanya pun juga mendukung Lutfi berjualan meski diawal sempat bingung modal usaha untuk jualan kebab. Namun, Lutfi menjelaskan kepada orangtuanya bahwa tak perlu bingung soal modal karena Lutfi menggunakan sisa tabungannya untuk modal awal usaha kebab ini

“Pada tahun 2017 saya memulai usaha kebab ini. Usaha pertama saya di daerah sukoharjo lumayan jauh dari rumah sekitar 30 menit. Saya berpikir kalau didaerah sini sebenarnya laku tapi belum sesuai dengan targetnya. Akhirnya saya memberanikan diri jualan di kota mencari tempat strategis letaknya di belakang kampus UNS,” kata Lutfi

Ternyata lokasi yang dipilih Lutfi pun benar, jerih payah selama jualan kebab akhirnya menemukan hasil. Outlet kebabnya pun lumayan rame. Nah dari situlah, tiba-tiba Lutfi terpikirkan untuk melanjutkan sekolah lagi.

“Rasanya seperti bersemangat dan bergelora lagi untuk melanjutkan sekolah, jadi pagi kuliah mencari ilmu dan sorenya jualan,” kata Lutfi

Respon kedua orangtuanya pun sangat positif seperti saat Lutfi memberi tau keinginannya untuk berjualan. Lutfi mengatakan bapak ibunya sangat senang ketika dia memiliki niat untuk melanjutkan sekolah.

“Bapak ibu saya senang sekali waktu itu ketika ijin untuk berkuliah, tapi dengan syarat jualannya tidak ditinggal, bapak ibu saya juga bilang kalau tidak bisa membatu banyak, saya bilang tidak apa-apa saya minta doanya saja,” ujar  Lutfi

Kendala terbesar yang harus dirasakan Lutfi menjalani 2 peran ini adalah membagi waktu. Menurut Lutfi Ketika kuliah sambil bekerja kita harus tau mana yang jadi prioritas. Kita harus bisa disiplin dan memiliki managemen waktu yang baik.

“capek itu pasti. Apalagi melihat teman-teman yang lain selesai kuliah bisa nongkrong bisa main sementara saya harus kulakan beli bahan baku”, sambung Lutfi

Meski sibuk Lutfi tetap meluangkan waktu untuk berorganisasi dengan mengikuti UKM. Hal-hal tersebut kadang terbentur dengan pekerjaan atau usaha yang dijalaninya. Jadi Lutfi berinisiatif untuk membuat sebuah planning yang bagus agar kuliahnya tidak terganggu dan usahanya tetap jalan. Waktu bekerja pun Lutfi harus bawa buku. Entah itu buku mata kuliah ataupun cerpen atau bacaan biografi.

Harapan kedepan Lutfi untuk usahanya tentu bisa berkembang dan membuka cabang lagi serta menciptakan peluang usaha untuk generasi-generasi muda. Lutfi juga ingin memotivasi ke teman-teman bahwa jangan takut untuk memulai. Lutfi juga berpesan dan memberikan semangat kepada adik-adik tingkatnya yang masih merasakan bangku kuliah jangan disia-siakan karena diluar sana banyak yang ingin kuliah tapi tidak memiliki kesempatan karena memiliki kendala.

“Jika ingin kuliah sambil bekerja baiknya di coba dulu mumpung masih muda masih kompetitif jangan takut untuk mencoba kalaupun gagal, bangkit, dan evaluasi dari kegagalan tersebut. Jangan patah semangat. Tetap Jaga Kesehatan, terus percaya apa yang dicita-citakan dan diharapkan, ingatlah bahwa kalian adalah orang yang luar biasa. Kalian satu Langkah didepan. Karena proses tidak akan mengkhianati hasil,”  Pesan Lutfi untuk generasi muda dan adik tingkatnya.

Lutfi juga memberi pesan untuk UTP semoga kampus UTP Semoga kedepan makin maju, mahasiswa semakin banyak, akreditasinya naik dan menjadi kampus yang mewadahi mahasiswa yang memiliki keinginan untuk berkuliah. Karena Lutfi merasa sangat bersyukur mendapatkan banyak dukungan dari kampus UTP Surakarta. (*/ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.