Kuncoro & Doni, 2 Mahasiswa Fakultas Teknik UTP Surakarta Kuliah Sambil Bekerja, Lulus Dengan Nilai Memuaskan

JATENGONLINE, SOLO – Kata siapa kuliah sambil bekerja itu sulit? Rasa-rasanya jika dibayangkan memanglah sulit, akan tetapi jika sudah menjalaninya dengan niat yang sungguh-sungguh tentu tidak. Apabila sudah dijalankan sejak awal akan terasa mudah dan menyenangkan. Jika kamu pernah atau sedang menjalankan 2 peran ini, berbanggalah! Karena kamu orang yang luar biasa.

Seperti halnya dua mahasiwa dari Fakultas Teknik, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta ini. Mereka adalah Kuncoro Ahmad Mustofa yang merupakan mahasiswa Prodi Arsitektur dan Doni Septian mahasiswa Teknik Sipil. Keduanya menjalani peran sebagai mahasiswa dan juga pekerja. Apalagi dua pekerjaan yang mereka lakoni cukup unik. Kuncoro bekerja sebagai staff multimedia Masjid Agung Surakarta sejak tahun 2019 dan Doni bekerja sebagai Pengebor Sumur sejak tahun 2018.

Kuncoro mengungkapkan alasan memilih kuliah sambil bekerja karena Sejak awal kuliah memang sudah menjadi santri di Pondok Pesantren Tahfidz wa Ta’limil Qur’an Masjid Agung Surakarta, Pondok yang berlokasi di sebelah barat bangunan utama Masjid Agung Surakarta.

“Ceritanya saya dan teman saya dimintai tolong oleh ketua takmir masjid agung untuk membantu menyiarkan secara online pengajian rutin masjid yang tidak bisa berjalan seperti biasanya karena kendala pandemi covid-19. Seiring berjalanya waktu, tugas yang diemban bukan hanya sekedar menyiarkan saja, namun berkembang menjadi segala hal yang berkaitan dengan multimedia, karena sebelumnya belum ada divisi khusus dalam keorganisasian masjid yang menangani hal tersebut, dan masih berjalan terus hingga saat ini,” ungkap Kuncoro.

Lain lagi dengan Doni yang mengungkapkan alasannya kuliah sambil kuliah karena ingin menambah pengetahuan tentang pekerjaan-pekerjaan dalam dunia teknik sipil khususnya dunia proyek. Selain itu ingin memiliki penghasilan.

“Sehingga ketika lulus kuliah mempunyai pengalaman kerja .intinya saya mempunyai keinginan untuk maju”, lanjut Doni.

Bagi Doni bekerja sebagai di pengeboran merupakan kategori pekerjaan didunia teknik sipil sehingga tertarik untuk mempelajarinya.

“Saya tertarik mempelajari dan bekerja dipengerjaan pengeboran tersebut dan berharap bisa memiliki usaha sendiri”, tambah Doni.

Saat ditanya soal kendala dan kesulitan yang dihadapi,keduanya kompak menjawab bahwa kesulitan atau kendala yang dihadapi adalah soal waktu. Bagi Doni membagi waktu antara kuliah dan kerja adalah kendala. Belum lagi rasa capek saat bekerja. Namun semua itu harus dilalui dengan baik demi masa depan yang lebih baik.

Kuncoro pun menambahkan bahwa sebagai mahasiswa yang kuliah sambil bekerja harus selektif memilih mana yang diprioritaskan ketika ada 2 tugas yang bersinggungan waktunya. Namun itu untuk yang sifatnya insidentil. Untuk yang sudah terjadwal, seperti jam kuliah sehari-hari dan tugas pekerjaan sehari-hari, itu dapat teratasi asal disiplin terhadap jadwal yang sudah ada.

“Capek pasti tapi kita harus disiplin dan tekun sesuai dengan jadwal, jika tidak disiplin tugas dan pekerjaan justru akan semakin menumpuk,” imbuh Kuncoro.

Sekarang keduanya telah lulus dari Fakultas Teknik UTP Surakarta dan berhasil mendapatkan nilai yang baik. Terlebih Kuncoro mendapatkan predikat mahasiswa terbaik prodi Arsitektur Fakultas Teknik pada wisuda sarjana ke-84 ini.

Terakhir mereka juga memberikan pesan dan semangat kepada orang-orang diluar sana yang harus menjalani dua peran, kuliah sambil bekerja, yaitu harus tetap semangat dalam menjalani aktivitas.

“Jangan iri bisa melihat teman-teman yang lain bisa nongkrong, bisa santai, libur kuliah yang lain bisa liburan saya tetap harus bekerja, tidak masalah justru itu menambah pengalaman. Pengalaman yang kita miliki justru tidak dimiliki teman-teman yang lain, kita lebih terlatih membagi waktu, lebih memiliki pengalaman saat terjun di dunia kerja, dan setidaknya bisa sedikit lebih meringankan orang tua soal pembiayaan kuliah dengan honor yang kita dapatkan,” kata Kuncoro.

Sementara Doni memberikan pesan bahwa “Carilah ilmu setinggi mungkin dan berfikirlah untuk hidup yang lebih baik. Karena mencari ilmu dan pengalaman kerja adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan”.

Kedua alumni UTP Surakarta ini sudah membuktikan bahwa kuliah sambil bekerja bukanlah sebuah hambatan. Asalkan kita bisa disiplin, tekun dan menjalaninya dengan ikhlas dan penuh suka cita. (*/ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.