BPJS Ketenagakerjaan Gandeng REI Solo Raya Percepat Penyediaan Rumah Pekerja

JATENGONLINE, SOLO – BPJS Ketenagakerjaan mempercepat realisasi pengadaan rumah bagi pekerja dengan menggandeng pengembang perumahan Real Estat Indonesia (REI) dengan mengikatnya dalam nota kesepahaman (MoU).

Penandatanganan kerjasama dilakukan antara Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surakarta Hasan Fahmi dengan Ketua REI Komisariat Solo Raya Maharani, disaksikan pengurus REI Jawa Tengah, di Kantor BPJS Ketenagakerjaan cabang Solo, Jumat (8/4/2022).

BPJS Ketenagakerjaan menyediakan fasilitas pembiayaan perumahan sebagai manfaat layanan tambahan (MLT) yang diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No 17 Tahun 2021. Sebelumnya badan publik itu bekerjasama dengan Bank BTN.

Dalam Nota Kesepahaman disepakati bahwa para pihak akan mensosialisasikan kepada seluruh peserta jaminan sosial tentang layanan tambahan perumahan yang pengadaannya dilaksanakan oleh REI. Keduanya juga sepakat untuk memastikan para pekerja mendapatkan fasilitas perumahan.

Ditambahkan Fahmi, bahwa Manfaat Layanan Tambahan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan melalui program Kredit Pemilikan Rumah dapat dirasakan manfaatnya terbitnya Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No 17 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Permenaker No 35 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pemberian, Persyaratan, dan Jenis MLT Dalam Program Jaminan Hari Tua.

Pihaknya juga berharap kerjasama yang terjalin dengan REI Komisariat Solo Raya tidak hanya program Kredit Pemilikan Rumah namun juga seluruh para pekerja yang tergabung dalam REI Solo Raya terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan termasuk mereka yang berkerja di sektor Jasa Konstruksi.

“Dengan jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan se-Solo raya sebanyak 434 ribu tenaga kerja, informasi mengenai manfaat layanan tambahan ini sangat di butuhkan oleh peserta, harapannya dengan kerjasama dengan Realestat Indonesia Komisariat Solo Raya dapat memperluas informasi Manfaat Layanan Tambahan melalui program Kredit Pemilikan Rumah,” imbuh Fahmi.

Fahmi mengatakan, hanya terdaftar menjadi peserta aktif minimal satu tahun, maka pekerja sudah bisa mendapatkan manfaat pembiayaan perumahan dengan bunga yang sangat rendah.

“Belum memiliki rumah sendiri serta pemberi kerja tertib administrasi kepesertaan dan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan adalah persyaratan umum lainnya untuk mendapatkan program KPR-MLT,” tambahnya.

Adapun nominal Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP) menjadi maksimal Rp150 juta, harga rumah KPR maksimal Rp500 juta, dan pembiayaan renovasi maksimal Rp200 juta. Sedangkan bank yang sudah bekerja sama adalah BTN.

Dan bagi pekerja yang sudah memiliki KPR umum sebelumnya juga dapat memanfaatkan KPR ringan dari BPJS ketenagakerjaan melalui skema take over. “Kami berharap para peserta BPJS Ketenagakerjaan memiliki rumah sendiri,” ujar Fahmi.

Syaratnya, rumah yang diajukan merupakan rumah pertama, jadi peserta aktif tiga program BPJS Ketenagakerjaan, yaitu JHT, Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

Jangka waktu maksimal kredit untuk kepemilikan rumah hingga 20 tahun, sementara jangka waktu pinjaman uang muka perumahan (UMP) mengacu pada ketentuan yang ditetapkan, yaitu dengan batas maksimal 15 tahun.

“Dengan fasilitas ini diharapkan, para pengembang khususnya anggota REI akan lebih semangat membangun perumahan untuk peserta BPJS Ketenagakerjaan,” lanjut Fahmi.

Kerjasama dengan REI Solo Raya ini, tambah Fahmi, merupakan wujud keseriusan BPJS Ketenagakerjaan dalam membantu pekerja mendapatkan hunian yang layak dan terjangkau serta mendukung program sejuta rumah dari pemerintah.

Sementara, Ketua REI Komisariat Solo Raya, Maharani menjelaskan, dalam meningkatkan perekonomian di masa pendemi ini dibutuhkan kerja sama dengan instansi-instansi terkait, diantaranya BPJS Ketenagakerjaan karena Manfaat Layanan Tambahan melalui program Kredit Pemilikan Rumah sangat dibutuhkan oleh para pekerja.

“Kerjasama ini sebagai angin segar bagi anggota REI Solo Raya, kondisi pandemi menuntut kita untuk selalu mencari celah, termasuk menggandeng BPJS Ketenagakerjaan, hingga semakin mudah masyarakat pekerja bisa mendapatkan rumah,” ujar Maharani.

BPJS Ketenagakerjaan juga dalam proses memperluas jaringan pembiayaan melalui perbankan milik pemerintah termasuk BPD agar akses fasilitas pembiayaan perumahan ini dapat dinikmati masyarakat pekerja sebanyak-banyaknya. Sehingga para pekerja yang akan mengambil Manfaat Layanan Tambahan program Kredit Pemilikan Rumah mempunyai opsi atau pilihan sesuai dengan keinginan dari masing-masing pekerja.

“Kami berharap kerjasama dengan berbagai pihak, seperti REI, ini dapat membantu pekerja untuk memiliki rumah idaman yang terjangkau dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” pungkas Maharani. (*/ian)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.