Gebyar Safari Ramadhan: OJK Edukasi “Cerdas Mengelola Keuangan” Takmir Masjid di Kota Solo

JATENGONLINE, SOLO – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo menyelenggarakan kegiatan edukasi keuangan dalam rangka Gebyar Safari Ramadhan dengan tema Cerdas Mengelola Keuangan kepada Pengurus/Pengelola Masjid di Kota Surakarta yang bertempat di Aula Kantor OJK Solo. Rabu (20/4/2022)

Kegiatan ini merupakan rangkaian program literasi dan edukasi keuangan syariah bekerja sama dengan stakeholders terkait dan PUJK di Sektor Jasa Keuangan syariah yang diselenggarakan setiap tahunnya selama bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini kerjasama OJK Solo dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Surakarta.

Adapun narasumber kegiatan kali ini adalah Ketua Dewan Masjid Kota Surakarta KH. Muhtarom dan Pimpinan Cabang PT Pegadaian Syariah KC Solo Eka Sri Yuliani, Kepala OJK Solo Eko Yunianto.

Dalam kegiatan ini, Eko Yunianto menyampaikan, terkait dengan tugas dan fungsi OJK, Tips dalam berinvestasi dengan memperhatikan 2 L yaitu Legal dan Logis serta informasi terkait Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi (LPMUBT) atau fintech lending merupakan suatu layanan jasa keuangan yang mempertemukan pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang memiliki dana secara digital melalui sarana internet.

Sementara pinjol ilegal yang sedang marak saat ini belum tentu merupakan bentuk usaha LPMUBT atau fintech lending. Disampaikan pula bahwa platform fintech lending hanya dapat mengakses 3 (tiga) hal yaitu: camera, microphone dan location (CaMiLan).

Berdasarkan data sampai dengan akhir Maret 2022 terdapat 102 penyelenggara fintech lending yang terdaftar dan berizin di OJK. Daftar penyelenggara fintech lending tersebut dapat dilihat di website OJK (www.ojk.go.id) atau bisa ditanyakan melalui Kontak 157 di nomor telepon 157 atau bisa melalui WA di nomor 081-157-157-157.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pengurus/pengelola masjid dapat memilikipemahaman yang lebih baik terkait industri jasa keuangan serta dapat mencegahmasyarakat terjebak dalam pinjol ilegal yang tentu saja merugikan masyarakat. (*/ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.