Temu Investasi 2022 Memancing Minat Investor Untuk Menanamkan Investasinya di Solo Raya

Ketua REI Komisariat Solo Raya SS. Maharani

JATENGONLINE, SOLO – Pemerintah Kota Surakarta bekerjasama dengan Real Estat Indonesia (REI) Komisariat Solo Raya menggelar acara Temu Investasi 2022 dengan tema “Bangkit Bersama Membangun Negara” yang dihelat di Alila Hotel. Kamis(23/6/2022) mendatang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi promosi potensi dan peluang investasi yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi paska pandemi.

“Percepatan pemulihan ekonomi paska pandemi secara gotong royong dan bersama-sama melalui kegiatan Temu Investasi 2022,” terang S. Maharani, Ketua REI Komisariat Solo Raya, ditemui usai rapat koordinasi di Gedung Dinas Kesehatan Kota Surakarta. Senin (20/6/2022)

REI Komisariat Solo Raya melalui DPD REI Jawa Tengah, mengundang sejumlah DPP REI yang sekaligus sebagai investor di acara tersebut. Mereka adalah Podo Moro Grup, Pakuwon Grup, Adhi Karya, PP dan lain-lain.

Ditambahkan Maharani, investor properti besar dihadirkan di Solo, karena berada strategis diantara enam daerah penyangga yakni Subosukawonosraten. Selain tempat pariwisata yang menjadi daya tarik, juga hotel, rumah sakit, industri dan pabrik, menjadi magnet tersendiri investor untuk berinvestasi.

“Di Solo Raya masih sangat menjanjikan untuk berinvestasi, dengan berbagai keuntungan, diantaranya banyaknya tenaga ahli dibidangnya dengan tingkat upah yang masih belum terlalu tinggi, selain nyaman kondisi daerahnya berdekatan dan masih menyatu,” imbuh Maharani.

Kegiatan yang juga bertujuan sebagai forum silaturahmi dan sarana diskusi guna pengembangan iklim investasi di Solo Raya. Kegiatan ini diharapkan mendorong peningkatan penanaman modal yang berkelanjutan serta menciptakan kerjasama kemitraan antara pelaku usaha, investor dan UMKM terkait pengembangan potensi lokal.

Kegiatan Investment, Meeting, Exhibition, Bussines ini untuk memberikan informasi potensi dan peluang investasi khususnya terkait pengembangan ekonomi, pariwisata, industri sebagai potensi dan peluang investasi di Solo Raya paska pandemi.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Surakarta, Andriyani Sasanti, apresiasi atas kegiatan dalam rangka menarik investor di Kota Solo, yang punya potensi sangat baik, namun potensi tersebut akan mubazir jika tidak ada investor yang menanamkan investasinya.

“Untuk hal tersebut kita harus punya informasi akurat yang dapat mendukung meraih kepercayaan para investor tersebut,” katanya.

Karakteristik kabupaten dan kota di Surakarta memang berbeda-beda, sehingga pada masa sekarang dan kedepannya akan diproyeksikan dibangun sesuai dengan karakteristik masing-masing daerah guna memancing minat investor untuk menanamkan investasinya.

“Merupakan kewajiban kita sebagai warga negara, untuk saling membangun dan membangkitkan perekonomian negeri ini secara bersama-sama,” pungkasnya. (*/ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.