Aviarna Industri Estate adopsi teknologi ECO GREEN (PLTS dan PLTB) bersama Hyundai HICO dan PT. Artha Sarana Mekar.

JATENGONLINE, SEMARANG – PT Artha Sarana Mekar yang bergerak dibidang pengembangan di kawasan Aviarna Industrial Estate di Semarang melakukan Nota Kesepahaman dengan PT. Kertagama Nuswantoro Group akan dilanjutkan dengan MoU (Memorandum of Understanding) pada bulan mendatang.

Dalam Nota Kesepahaman tersebut disaksikan langsung oleh CEO Hyundai HICO Corporation Mr. Ma Yong Kyu dari Korea.

Sementara itu Iman Sugiarto selaku CEO PT. Kertagama Nuswantoro Group mengatakan, secepat mungkin kita harus beralih ke energi terbarukan. Sebab, energi fosil tersebut semakin lama semakin habis dan ini sudah menjadi program dari pemerintah pusat.

“Jadi peralihan dari energi fosil ke energi terbarukan tersebut sudah tertuang didalam undang-undang nomer 16 tahun 2016 silam,” katanya kepada wartawan, Rabu (22/6/2022) di Semarang.

Dalam peralihan tersebut, kata dia, melakukan pembangunan produksi PLTB dan PLTS dan nantinya akan dibangun di kawasan Aviarna Industrial Estate Semarang.

Menurutnya, dengan energi terbarukan tersebut lebih efisien. Energi terbarukan tersebut tidak memerlukan bahan bakar dan juga hemat untuk maintenance (pemeliharanya) serta garansinya cukup panjang sekitar 20 tahun tanpa perlu lubrikasi pada turbin pembangkit daya.
Kemudian nilai lebih dari sistem ini daya listrik yang dihasilkan akan stabil dikarenakan teknologi ESS (Energy Storage System) yang tidak dimiliki oleh sistem sekelasnya.

“Ini melibatkan Hyundai HICO Corporation dari Korea dan PT Artha Sarana Mekar,” jelas dia.

Iman Sugiarto berharap, di Indonesia ini dapat memanfaatkan peluang yang sebesar-besarnya, karena sangat mendukung untuk energi terbarukan (ETB). Dan salah satu keunggulan di Indonesia ini memiliki dua musim.

Pada musim panas umumnya di Indonesia memiliki angin yang sangat mendukung untuk beroperasinya sistem ini.
Pada musim penghujan juga tidak menjadi masalah dan hambatan pada sistem yang akan diimplementasikan ini.

“Dengan adanya dukungan dari semua pihak di wilayah terkait sekaligus perijinannya, maka memanfaatkan secara simultan dengan energi terbarukan akan menjadi harapan baik untuk pemanfaatkan tenaga dari non fosil.” tandasnya.

Sementara itu, Basuki selaku Direktur Utama PT Artha Sarana Mekar mengatakan, untuk kawasan Aviarna Industrial Estate ini segera akan diimplementasikan energi terbarukan ini.

Sistem yang sangat Eco Green (ramah lingkungan) ini akan menjadi satu barometer penting bahwa sebuah kawasan Industri bisa menjadikan lingkungan yang lebih bersahabat dan lebih efisien bagi generasi kita di masa mendatang, tanpa mengurangi utilitas dan fungsionalitas sebuah kawasan Industri terpadu yang mengadopsi Teknologi terkini. (*/din) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.