Simak! Mana Yang Lebih Penting, Belajar Gas atau Rem Dulu

JATENGONLINE, SEMARANG – Sepeda Motor masih menjadi pilihan terbaik saat ini bermobilitas untuk beraktifitas mencari nafkah, bersekolah dan menunjang kegiatan produktif lainnya. Teknologi mesin motor selalu membuat makin irit, mudah dikendalikan,lincah dan praktis. Walau begitu sepeda motor tetap butuh dipelajari dan dilatih agar pengendara bisa mengendarainya.

Membutuhkan berlatih keseimbangan agar pengendara pemula bisa mengendalikan motor dengan aman. Menjaga keseimbangan di sepeda motor bisa memanfaatkan penggunaan gas atau rem. Jika demikian mana yang lebih penting yang dipelajari antara rem dan gas?

Jika mempelajari ngegas dahulu, potensi bahaya untuk pemula adalah kurang mahir penggunaan rem atau tidak bisa menguasai sepeda motor yang kemungkinan motor akan “lari” atau bergerak tidak terarah karena baru mempelajari cara ngegas tanpa paham mengendalikan dengan memanfaatkan rem.

Dianjurkan untuk berlatih mengerem lebih dahulu tanpa menggunakan daya mesin dengan cara dibantu dorong oleh orang lain. Gunakan rem belakang untuk mengawali latihan mengerem hingga mampu berhenti sempurna (tanpa goyang atau meragukan) dengan membiasakan kaki kiri turun untuk penopang saat sepeda motor sesaat akan berhenti.

Setelah bisa berhenti sempurna menggunakan rem belakang, latihlah menggunakan rem depan dengan prinsip yang sama yaitu mampu berhenti sempurna tanpa goyah. Tahap berikutnya tentukan sebuah target untuk berhenti yaitu ban depan harus berhenti dititik yang ditentukan dari jarak yang disediakan untuk start. Disarankan menggunakan tenaga secara bertahap untuk menekan tuas rem depan dengan tujuan mencegah roda depan terkunci dan berbahaya.

Pengereman yang efektif dan optimal adalah terletak direm depan. Artinya jika dibutuhkan pengereman dengan jarak yang pendek, paling efektif menggunakan rem depan, dibanding dengan menggunakan rem belakang saja. Disarankan untuk menggunakan rem kombinasi depan dan belakang dengan lebih kuat tenaga untuk mengerem dibagian rem depan akan memiliki hasil pengereman yang lebih pendek. Karena saat peristiwa mengerem, roda belakang memiliki tekanan ke aspal lebih ringan dibanding dengan roda depan lebih besar tekanannya menekan ke aspal, ini terjadi akibat adanya gaya inersia, itulah penyebab rem depan perlu gaya pengereman lebih besar.

Gunakan pengereman roda belakang jika hanya membutuhkan menurunkan laju kendaraan dari kecepatan 40 km/jam ke 20 km/jam contohnya. Jika membutuhkan jarak pengereman yang lebih pendek maka gunakan kombinasi dengan rem depan dengan lebih kuat gaya pengereman dituas rem depan.

Jika sudah berhasil menguasai pengereman tanpa menggunakan daya mesin, selanjutnya disarankan ke tahap berikutnya untuk belajar ngegas dikombinasikan dengan pengereman. Berlatihlah dengan ngegas ringan dan perlahan kemudian diakhiri dengan mengerem sampai berhenti sempurna seperti yang sudah dibahas.

Latihan ini diperlukan agar pemula kenal dengan karakter tenaga yang dikeluarkan mesin dan menguasai cara menghentikan motor dengan terampil.

“Menguasai pengereman lebih dahulu lebih penting dibanding dengan menguasai ngegas, jika mampu menguasai motor tanpa daya mesin, tentunya memudahkan dan lebih cari Aman untuk pemula belajar ngegas dan mengendalikan motor,” pesan Oke Desiyanto Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah. (*/ian) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *