Praptono Dari Pengurus RT Hingga Best Practice

JATENGONLINE, SOLO – Drs. Supraptono M.Pd yang lahir di Wonogiri 27 Juni 1963 dari orang tua Bapak Sonokarto dan Ibu Kadinem merupakan sosok peraih juara II Nasional Best Practice Pengawas Sekolah, dalam laporan Best Practice yang berjudul “Peningkatan Capaian 8 SNP Melalui Pemantauan Dengan Pola Salem Eko Di Sekolah Binaan “.

Salem Eko adalah akronim dari Satu Lembar Enam Kotak yang maksudnya adalah satu lembar kertas ukuran A4 terdiri dari 6 kotak, yaitu : 1. Kotak pertama memuat tentang instumen akreditasi. 2. Kotak kedua petunjuk teknisi pengisisan. 3. Kotak ketiga tentang intrumen pengumpulan data dan informasi pendukung akreditasi.

4. Kotak keempat memuat tentang berkas atau bukti fisik yang sudah disiapkan sekolah / madrasah. Pengisiannya dengan cara diketik atau ditulis tangan. 5. Kotak kelima memuat tentang berkas atau bukti fisik yang belum disiapkan oleh sekolah / madrasah. Pengisiannya dengan cara diketik dan ditulis tangan.

6. Kotak keenam memuat tentang skor butir. Pengisiannya dengan cara mengklik salah satu huruf A, B, C, D, atau E yang dilinkan dengan master ( aplikasi penskoran evaluasi diri dari BAN S/M ).

Mantan siswa SMP Negeri 4 Wonogiri yang pernah mengidolakan Guru IPS Sejarah ini, menyampaikan bahwa Best Practice ini bertujuan untuk meningkatkan capaian delapan SNP melalui pemantauan dengan pola Salem Eko di sekolah binaan.

Best Practice yang dilakukan ayah dari tiga putri yang cantik-cantik ini, dengan penekanan pola peningkatan capaian delapan SNP. Sasarannya adalah wakil kepala sekolah, guru senior dan kepala administrasi di sekolah binaan SMP Kota Surakarta yang terdiri dari SMP Negeri10. SMP Negeri 13 dan SMP Batik yang masing-masing sekolah berjumlah 8 orang sebagai koordinator.

Hal ini sesuai dengan jumlah komponendi dlam SNP. Menurut suami dari Dwi Puji Handayani S.Pd. yang juga Guru IPS SMP Negeri 8 ini, dampak peningkatan capaian delapan SNP yangdihasilkan menyangkut komponen : standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian.

Laki-laki yang berpenampilan kalem merupakan ayah dari Afnidar Zamzami, S.Pd. (Guru Bahasa Inggris SMA Muhammadiyah Cielungsi Bogor), Amrina Malahati (Mahasiswi farmasi USB semester 8), Dini Khoirina (Mahasiswi UMS FKIP Bahasa Inggris semester 4), menyampaikan bahwa dari komponen capaian delapan SNP setelah diberi tindakan melalui pemantauan dengan pola Salem Eko capaian delapan SNP pada kondisi awal memiliki nilai skor 78,67 ( Baik ).

Dan pada akhir pemantauan tahap II meningkat menjadi 89,33 ( Sangat Baik ). Sehingga menurut Supraptono yang pernah menjadi Juara I tingkat kota Surakarta lomba pengawas berprestasi tahun 2017 ini, terjadi peningkatan sebesar 10,66 menunjukkan peningkatan yangsignifikan, pemantauan dengan pola salem Eko dapat dijadikan prediktor yangbaik untuk meningkatkan capaian delapan SNP.

Sudah selayaknya kalau Drs. Supraptono, M.Pd ini mendapatkan juara. Karena mulai bulan Juli 1988 merintis mengajar sebagai GTT di SMP Islam Diponegoro prestasinya sudah sangat membanggakan. Bulan September 1988 lulus mngikuti seleksi CPNS dan ditempatkan di sekolah swasta dengan status guru DPK. Kemudian tanggal 15 Juli 1997 diangkat sebagai Kepala Sekolah dalam usia 34 tahun.

Setelah menjadi Kepala Sekolah selama 15 tahun, pada bulan Pebruari 2012 mengikuti seleksi pengawas sekolah dan lulus. Pria berkulit kuning ini sering mengikuti kegiatan penting antara lain : (1) Lulus Diklat Asesor Akreditasi oleh Badan Akreditasi provinsi tahun 2014 (2) LulusToT Asesor Penilaian Potensi Kepemimpinan ( Seleksi Akademik Cakasek ) oleh LPPKS tahun 2014 (3) Juara I tingkat Kota surakartadalam lomba pengawas berprestasi tahun 2016 dan peringkat 4 di tingkat provinsi Jawa Tengah (4) Juara Itingkat kota Surakartalomba pengawas berprestasi tahun 2017.

Lulusan S2 program teknologi Pendidikan UNS ini juga banyak mengabdi dalam lingkungan masyarakat antara lain : (1) Sebagai sekretaris pendirian TK AL Islam 11 Pucangsawit Surakarta mulai tahun 2014 sampai sekarang (2) Sebagai sekretaris Majelis Dikdasmen PDM Kota Surakarta periode 2005 – 2010(3) Sebagai anggota Majelis Dikdasmen PDM Kota Surakarta periode 2010 – 2015 (4) Sebagai wakil ketua 2 Majelis Dikdasmen PDM Kota Surakarta periode 2015 – 2020. Perlu diketahui bahwa Majelis Dikdasmen saat ini mengelola 24 SD, 10 SMP/MTs, 5 SMA/MA dan 5 SMK.

Pria kelahiran Wonogiri ini juga aktif mengabdi di bidang sosial sebagai pengurus RT, RW dan LPMK di kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, kota Surakarta. Sedangkan pengabdian di bidang keagamaan antara lain : sebagai takmir masjid, ketua LP2A kelurahan Pucangsawit, pengurus DMI kecamatan Jebres, pengurus IPHI kota Surakarta, aktif dalam kegiatan dakwah dan kursus keagamaan. Beliau juga mendapat prestasi dalam bidang keagamaan adalah juara I lomba Musabaqah Murratal Al Qur’an ( MMQ ) tingkat Solo Raya yang diselenggarakan oleh LTQ An Nashru Surakarta.

Supraptono merupakan seorang bapak yang sangat sayang dan selalu memperhatikan keluarga. Beliau begitu setia dengan sang istri, terbukti setiap hari selalu mengantar dan menjemput dengan penuh kebahagiaan dan keikhlasan. Setiap ada kegiatan di tempat kerja sang istri, beliau dengan penuh semangat selalu mengikutinya. Beliau memang pantas menjadi pengawas tauladan bagi yang lainnya.

Banyak hal yang dapat dicontoh dari seorang pengawas kelahiran Wonogiri ini, tentang kedisiplinannya, ibadahnya, kejujurannya serta perbuatan baik lainnya. (ian)

Menyanyi Bagi Johny Armando Hobby Sekaligus Pekerjaan

Johny Armando

JATENGONLINE, SOLO – Sosok ganteng, tegas dan berkarakter, ada pada diri Johny Armando, pria kelahiran Solo 14 Juni 1975 lalu ini mengawali karirnya di dunia tarik suara sudah sejak usia remaja, dunia nyanyi yang digelutinya selain hobby sekaligus merupakan pekerjaan baginya.

“Nyanyi itu, merupakan hobby dan pekerjaan saya, dan sampai kapanpun akan saya jalani,” jelasnya kepada L1 saat ditemui di salah satu toserba kawasan Kartasura.

Sebagai penyanyi profesional ia sadar harus bisa memenuhi keinginan para pengguna jasa hiburannya, maka harus bisa menyanyikan lagu dari berbagai genre, dan untuk tidak mengecewakan kliennya serta agar tetap dikenal dan menjadi musisi handal, ia pun rela terus belajar mengasah kepiawaiannya agar bisa memenuhi permintaan para penikmat seni.

“Selalu bersikap profesional, serta bisa menyanyikan lagu apa saja, tidak sekadar campursari, namun juga keroncong, pop, dan dangdut sesuai permintaan klien,” jelasnya.

Tak heran bila anak ke 2 dari 3 bersaudara dari perkawinan Benny M Mujahid dan  Lies Sutarliyah ini, telah menyabet beberapa gelar juara atas ketekunannya tersebut. Jhony sudah sejak tahun 90-an mendalami kesenian, mulai dari campursari hingga wayang.

Menjadi langganan juara dalam lomba bintang radio dan televisi, pada tahun 1989 di Solo meraih juara I, kemudian pada tahun 95 secara berturut turut juara I selama lima kali.

Sebelum akhirnya mendirikan grub band Johny Armando All Star yang kini dikembangkannya, waktu dulu dirinya harus benar benar menyanyi dan menjadi jati diri sendiri.  “Ditambah lagi harus bisa ngem-ce (MC), dan masih ngikut player-player,” kenang Jhony.

Johny Armando bersama talent

Sekitar tahun 1994, Jhony kembali mengikuti lomba di Festival PEKSIPIMAS di Bali, dan menang juara I kategori pop pria, dengan membawakan lagu Esok Kan Masih Ada, pesertanya dari 27 propinsi se Indonesia di Art Center Bali, saat itu dirinya masih kuliah di AMTA.

Jhony sudah sejak kecil mandiri, menyanyi di beberapa café, dilakukannya untuk membiayai kuliahnya sendiri. “Nyanyi itu bagi saya hobby yang menjadi pekerjaan,” tegasnya.

Sebagai penyanyi, Jhony tak pelit untuk membagi ilmunya, terutama kepada mereka para pendatang baru, dan mereka yang pernah ikut lomba-lomba yang di adakannya. Atas kebaikan Jhony berbagi ilmu, mereka kini sudah bisa membuka Event Organizer (EO) sendiri dan mandiri hingga sekarang.

“Sebagai pendatang baru murid-murid saya ajari beberapa tehnik, meskipun kebanyakan dari mereka sudah bisa menyanyi, saya tinggal moles saja. Saya pun ikut bangga dan senang, dan tidak pernah merasa tersaingi.” jelasnya.

Di Solo saya merasa senang, imbuh Jhony, karena banyak pendatang baru, karya mereka pun juga variatif dan sangat inovatif, pemusik yang ada di Solo bila ketemu saya meminta untuk diajari. “Saya hanya mengarahkan, kemudian berkembang sendiri,” terangnya.

Sesudah mereka menyanyi dan berinteraksi sosial, lanjut Jhony, akan di lepas dan mereka pun harus bisa menunjukkan kualitasnya, intinya sebagai penyanyi profesional harus bisa menyanyi apa saja sesuai permintaan .

Menurut Jhony, nyanyi itu harus ada artikulasi yang jelas. Meskipun demikian, ia pernah punya pengalaman yang kurang menyenangkan, yakni, waktu itu ada yang memberikan job, karena antara ya dan tidak maka tidak dicatatnya, sehingga pernah salah jadwal, ketika  sudah dandan rapi, ternyata acaranya baru keesokkan harinya.

Jhony yang mantan Manager Café Bola ini tidak pernah bisa tinggal diam, ia bersama adiknya merintis dan mendirikan usaha kuliner yakni Soto Mbak Peni, dan sudah 3 tahun ini berjalan.

“Semua keluarga didorong untuk bisa memiliki usaha,” tegasnya.

Sehingga tidak heran bila ada kesempatan dan melihat potensi pasar, selalu memanfaatkan peluang untuk membuat usaha dan bisnis, kemudian berusaha untuk membuka usaha.

Meskipun berbagai branding telah dilakukannya, termasuk mengadakan lomba nyayi dangdut di Café Bola sebagai penyelenggara dan dewan juri sekaligus. Merupakan ajang bakat dan lomba singers contes tahun 2011, Sekarang dari ajang kontes tersebut banyak yang menjadi penyanyi di Solo.

Keinginannya yang saat ini belum kesampaian adalah  bergabung di HASTA yakni Himpunan Seniman Surakarta. Dan di bulan puasa mendatang, Jhony berencana mengadakan lomba nyanyi yang khusus untuk anak anak jalanan. Karena pada bulan Ramadan, digelar Solo Harmoni dengan menggandeng salah satu radio di Solo. ”Bulan puasa ada program lagu lagu religi.” tutup Jhony mengakhiri. (cie)

Nugroho, S.Pd. M.Pd. Juara I Nasional Penulisan Best Practice Kepala Sekolah

JATENGONLINE, SOLO – Dalam rangka peringatan hari Pendidikan Nasional Kerjasama dengan Dinas Pendidikan dengan PGRI Kota Surakarta tahun 2017 Kepala SMP Negeri 8 Surakarta Nugroho, S.Pd. M.Pd. mengadakan seminar sehari dengan mengambil judul “ Menembus Mercusuar Penilaian Best Practice GTK Tingkat Nasional Melalui Literasi “.

Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Nugroho, S.Pd.M.Pd. merupakan salah satu Kepala Sekolah yang menjunjung tinggi kedisiplinan dan kejujuran. Setiap hari beliau sudah sampai di sekolah pukul 06.15, kecuali ada tugas luar. Selalu mengajak warga sekolah untuk selalu jujur dalam hal apapun, dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun.

Pria kelahiran Pacitan tgl. 01 Januari 1963 ini mengatakan bahwa Lomba Penulisan Best Practice merupakan wujud nyata perhatian pemerintah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional. Melalui lomba tersebut, pemerintah memberikan apresiasi untuk memotivasi guru, kepala sekolah dan pengawas meningkatkan profesionalisme.

Suami dari Rochma Widyarina, S.Pd. ini juga menyampaikan bahwa cukup banyak materi dalam pelayanan pembelajaran yang dapat diangkat sebagai implementasi literasi di sekolah untuk diikut sertakan dalam lomba Best Practise dan lomba sejenisnya sekaligus memberi contoh kepada warga sekolah. Beliau mengajak untuk menuliskan dan menjadikan prasasti praktek terbaik dalam memberikan pelayanan pembelajaran kepada warga sekolah sebagai wujud peningkatan profesionalisme guru dan tenaga kependidikan.

Suatu pengalaman dapat dikategorikan sebagai Best Practice menurut Nugroho, karena memiliki pertanda khas sebagai berikut : 1. Mampu mengembangkan cara baru dan inovatif dalam mengatasi suatu masalah dalam pendidikan khususnya pelajaran.  2. Mampu memberikan sebuah perubahan atau perbedaan sehingga sering dikatakan hasilnya luar biasa ( outstanding result ). 3. Mampu mengatasi persoalan tertentu secara berkelanjutan ( keberhasilan lestari dan berlangsung lama ) atau dampak dan manfaatnya berkelanjutan ( tidak sesaat ). 4. Mampu menjadi model dan memberi inspirasi dalam membuat kebijakan ( pejabat ) serta inspiratif perorangan, termasuk murid. 5. Cara dan metode yang digunakan bersifat ekonomis dan efisien.

Isi dari Best Practice yang ditulis oleh guru / kepala sekolah antara lain : 1. Bagian awal yang terdiri dari halaman judul, halaman pernyataan keaslian naskah lomba bermetarai cukup, halaman lembar persetujuan dari atasan langsung dan atau pejabat terkait, kata pengantar, abstrak atau ringkasan, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar dan daftar lampiran.

2.a.Bagian Isi , berisi paparan tentang : pendahuluan yang di dalamnya berisi paparan latar belakang, masalah , tujuan dan manfaat Best Practice yang dilaporkan. b. Metode pemecahan masalah yang berisi paparan teori atau pengalaman yang dijadikan rujukan dalam menyelesaikan masalah, dan metode atau cara yang digunakan untuk menyelesaikan masalah serta langkah-langkah rinci dari metode atau cara tersebut.c. Pelaksanaan dan Hasil yang dicapai berisi tentang paparan pelaksanaan Best Practice terkait tempat, waktu dan perangkat atau instrumen yang digunakan ketika Best Practice dilakukan serta hasil yang diperoleh dari pelaksanaan pemecahan masalah yang telah dilakukan disertai dengan data dan informasi yang mendukung. 3. Bagian Akhir berisi tentang simpulan, refleksi dan rekomendasi. 4. Daftar Pustaka dan lampiran-lampiran.

Nugroho, S.Pd.M.Pd dalam seminar seharinya menyampaikan Prosedur Penilaian Best Practice meliputi : 1. Test Similarity Best Practice. 2. Penilaian Administrasi. 3. Penilaian Esensi Best Practice. Untuk menetapkan nominator dan juara didasarkan pada OPIK ( Orisinalitas Perlu, Ilmiah dan Konsisten ). Karakteristik Laporan : Orisinalitas, Inovatif, Elaboratif, Inspiratif, Empirik dan Aplikatif.

Bapak dari 2 perempuan cantik yang pertama Diyah Paramita Nugraha, ST.M.Kes. Dosen di Akademi Kebidanan Yogyakarta dan si kecil Anggita Widyananda Nugraha, S.Sos. yang sedang menempuh study S2 di Univercity of Adelaide Australia dengan fasilitas bea siswa dari LPDP, mengadakan seminar sehari dengan tujuan untuk mendorong guru dan tenaga kependidikan agar memiliki kompetensi dan mampu menunjukkan kinerja terbaik melalui kegiatan literasi dalam memberikan pelayanan pembelajaran kepada warga masyarakat. Istilah Best Practice mengandung arti pengalaman terbaik dari keberhasilan seseorang atau kelompok dalam melaksanakan tugas, termasuk dalam mengatasi berbagai masalah dalam lingkungan tertentu.

Nugroho merupakan Kepala Sekolah satu-satunya yang memberikan kebijakan di sekolah dengan membuat peraturan waktu istirahat yang terlama dari sekolah yang lain. Beliau sangat memperhatikan semua warga sekolah, untuk selalu mengingat akan Tuhan. Di saat istirahat memberi kesempatan kepada warga sekolah untuk melakukan ibadah sesuai dengan agama masing-masing. Mendisiplinkan warga sekolah untuk tidak meninggalkan ibadahnya dan agar selalu jujur serta berbuat baik lainnya.

Nugroho memang pantas menjadi Kepala Sekolah Tauladan bagi yang lainnya termasuk menjadi contoh bagi guru, karyawan dan siswa-siswa semuanya. Banyak hal yang dapat dicontoh dari seorang anak kelahiran Pacitan ini, yang terlahir dari keluarga bapak Rusman. (ian)

Heru Suprihati Raih Top Eksekutif Muslimah Bidang Management Korporasi 2017

JATENGONLINE, KARANGANYAR – Sukses di dunia Perbankan ikut serta memajukan dan mengembangkan ekonomi daerah, menghantarkan Heru Suprihati,SH.MM (Direktur Bank Daerah Karanganyar) meraih berbagai penghargaan baru-baru ini.

Usai meraih penghargaan Mrs. Kartini Award tingkat Propinsi Jawa Tengah, kini Heru berhasil menyabet penghargaan tingkat nasional TOP Eksekutif Muslimah 2017 di bidang Management Korporasi dari Pengusahan Muslimah Indonesia (IPEMI).

Heru adalah satu-satunya dari BPR yang menerima penghargaan ini. IPEMI sendiri adalah organisasi sosial kemasyarakatan yang dibentuk dan didirikan untuk meningkatkan peran dan kontribusi Pengusaha Muslimah dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat yang memiliki 5,1 juta anggota, terdiri dari Muslimah pengusaha maupun Muslimah yang ingin menjadi pengusaha dan mendapat income tambahan untuk keluarga, serta kepengurusan di 34 provinsi, seluruh Indonesia, bekerja sama dengan majalah Ibadah

Penghargaan tersebut diberikan secara langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, Muhammad Hanif Dhakiri, dengan didampingi oleh Ketua IPEMI Pusat, Hj. Inggrid Kansil saat Rapat Kerja Nasional IPEMI Tahun 2017 di Ballroom Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Senin (15/5/2017).

Penghargaan yang diraih Heru Suprihati dikarenakan keberhasilannya dalam memenuhi lima kriteria sebagai pemenang, yakni wanita muslimah yang berprestasi dan berhasil dalam membangun karirnya, berkontribusi signifikan terhadap instansi atau organisasinya, memiliki peran strategis dan kontribusi dalam pembangunan nasional, memiliki improvement prestasi yang patut dibanggakan, serta kontribusi terhadap perannya menjadi inspirasi bagi masyarakat.

Penghargaan yang diraih heru disambut dengan penuh syukur dan bahagia, wanita yang sekaligus aktif diberbagai kegiatan perbankan yang juga menjadi ketua Perbarindo (Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia) PAC Karanganyar itu semakin termotivasi untuk terus mengembangkan sayapnya di berbagai organisasi dan ekonomi khususnya pengembangan bagi wanita muslim di Karanganyar.

“Saya sangat bersyukur dan bahagia dengan penghargaan yang saya terima ini, terima kasih kepada IPEMI yang telah menjadi wadah untuk memberikan ruang bagi kaum wanita muslim dalam meningkatkan peran dan kontribusi para wanita muslim dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ucap Heru penuh syukur.

Semoga, lanjut Heru, apa yang saya raih ini bisa menjadikan inspirasi bagi wanita diluar sana khususnya wanita muslim di Karanganyar untuk terus berkarya dan berkarier dengan tidak meninggalkan kodratnya sebagai istri, ibu dan wanita muslim. (ian)

Melinda Puspitasari: Dunia Pariwisata Menjadi Incarannya

JATENGONLINE, SOLO – Adalah Melinda Puspitasari, gadis berkulit putih yang lahir di Pati, 24 tahun lalu ini. Memiliki ketertarikan di industri pariwisata, bukan tanpa alasan, sejumlah data akurat tentang informasi di tanah air pun telah di kantonginya.

Sebagaimana telah ditetapkan Kementerian Pariwisata tentang target kunjungan wisatawan pada tahun 2017 sebanyak 15 juta wisatawan. Pemerintah melalui Menteri Pariwisata, Arief Yahya pun telah menyampaikan memiliki strategi untuk menggenjot sektor pariwisata pada tahun 2017.

Melalui kegiatan branding, advertising, dan selling (BAS) tetap dilakukan sebagai hal utama, berdasarkan penilaian brand Wonderful Indonesia yang telah mendunia, kata sang menteri, seperti di sitir gadis yang kini menggeluti di dunia perhotelan, sebagai Executive Secretary and Public Relation pada Hotel Grand HAP , sejak Juni 2013 – Sekarang.

Selling sektor pariwisata, masih lanjut Melinda, dilihat performance sampai Agustus 2016 sudah mencapai target 7,1 juta. Lalu yang sangat khusus adalah media digital (go digital). Ketersediaan ITX (Indonesia Travel X-Change). Yakni semacam market place seperti Traveloka, Agoda tapi difasilitasi dan disediakan oleh pemerintah akan semakin mempermudah pencapaian target destinasi wisata tahun ini.

ITX adalah platform open market place digital tourism yang menjadi terobosan dari Kementerian Pariwisata untuk memudahkan pelaku industri mempromosikan diri melalui Go Digital. Sudah saatnya industri pariwisata memasuki era digital (e-tourism).

Semua pemain pariwisata, travel agent, restoran, juga gak perlu ke mana-mana lagi. Cukup datang ke ITX saja. Simple, mempertemukan buyer dan seller. Itu dasar ketertarikan Melinda gandrung pada industri pariwisata.

Setiap tahunnya, wisatawan asing yang datang ke Indonesia terus bertambah. Dipicu adanya biaya hidup di Indonesia lebih murah dibandingkan tinggal di negara ASEAN lainnya seperti Singapura, Malaysia, atau Thailand.

“Sewa tempat tinggal, harga makanan dan keperluan hidup sehari-hari di Indonesia termasuk murah sehingga bule senang tinggal di Indonesia.” jelas lajang yang satu ini.

Gaji mereka yang berupa dollar akan sangat banyak jika dipakai untuk biaya hidup di Indonesia, bahkan bisa dikatakan lebih dari cukup untuk gaya hidup mewah disini.

Selain itu, kaya dengan wisata kuliner, Indonesia secara umum memiliki aneka macam masakan lokal yang menggugah selera. Pilihan kuliner yang beragam ini membuat para wisatawan asing tertarik menyelami budaya lokal Indonesia dari makanan. Mulai dari soto ayam, rendang, gudeg, nasi goreng dan bakso yang menjadi makanan favorit para bule.

Sejak lulus dari pendidikan SMK Negeri 1 Tayu, kemudian lanjut ke International Institute Aviation Manajemen, cita-citanya hanya satu yakni kerja di dunia pariwisata, meskipun saat ini di perhotelan, menurutnya juga bagian dari kebutuhan pariwisata juga, kini tengah digelutinya selama 4 tahun dan telah mengalami pergantian General Manager sebanyak 3 kali sejak dirinya bergabung di Hotel Grand HAP Solo.

“Tertarik dunia perhotelan karena panggilan jiwa kali ya…. , karena pingin merasakan bagaimana kerja di hotel,” terang Melinda.

Suka duka di dunia kerja sih banyakk dari yang mengalami pergantian General Manager hingga sampai 3 kal, jadi menurutnya harus mampu dan bisa menyesuaikandengan karakter-karakter dari para GM, yang tentunya sangat berbeda satu sama lainnya, bahkan acapkali harus mengorbankan waktu kuliah kalau pas banyak event di hotel

Cita-cita dan keinginannya yang belum sempat terpenuhi dan kesampaian adalah wisuda sarjana didampingi oleh orang tua. “Bahkan keinginan itu nyaris tak terpenuhi, sarjana didampingi papa.. . Karena sudah dipanggil Allah lebih dulu,” kenang Melinda.

Namun, justru itu yang membuat dara berkulit putih ini terpacu untuk segera menyelesaikan studinya, yang hanya tinggal pendadaran untuk wisuda S1 di Universitas Islam Batik (UNIBA) Solo, di Fakultas Ekonomi Manajemen.

Menempuh belajar diantara kerja memang tidaklah seperti dibayangkan, namun menurut gadis kelahiran Pati, Jawa Tengah ini pun optimis, gelar sarjana akan diraihnya. Pasalnya, para dosen dan pembimbing tempatnya kuliah selalui mendorong dan memberikan support yang luar biasa terhadapnya.

“Bahkan saya selalu di oyak-oyak untuk cepat wisuda, karena tahu kalau saya
sudah selesai skripi tapi tidak segera maju pendadaran,” papar Melinda

Tidak tinggal diam, support dari pimpinan dimana dirinya bekerja, dorongan dosen, telah memantapkan hati Melinda untuk menyelesaikannya di September tahun ini.

“Targetnya, setelah wisuda S1 berencana melanjutkan ke jenjang S2,” yakin Melinda. (ian)

Data Pribadi
Nama : Melinda Puspitasari
Tempat, tgl.lahir: Pati, 31 Oktober 1992
Jenis kelamin : Perempuan
Status Perkawinan : Belum Menikah
Agama : Islam
Alamat : Pondowan RT 05 RW 1 Kec tayu Kab Pati
Telepon : 081215371773
e-mail : nonamelinda78@gmail.com

Riwayat Pendidikan
2013-2016 UNIBA
2010–2012 International Institute Aviation Manajemen
2007-2010 SMK Negeri 1 Tayu
2004-2007 SMP Negeri 1 Tayu
• Microsoft Office (Word, Excel, PowerPoint).
• Internet

Riwayat Pekerjaan
• Executive Secretary & Public Relation pada Hotel Grand HAP , Juni 2013 – Sekarang
• Customer Service pada PT Kencana Sehati, 2012 – 2013

Prilly Latuconsina Bikin Fans di Solo Histeris

JATENGONLINE, SOLO – Aktris cantik Prilly Latuconsina menyambangi Kota Solo untuk mempromosikan film terbarunya yang bertajuk “Hangout” hari Rabu (21/12). Bintang yang terkenal setelah bermain di film Ganteng-Ganteng Serigala membuat para fans histeris dalam acara Meet and Greet di Solo Paragon Mall.

Film bergenre thriller komedi ini karya sineas muda Raditya Dika yang serentak tayang pada hari Kamis (22/12). Selain Prilly, film ini dimeriahkan pula artis lain seperti Titi Kamal, Dinda Kanya Dewi, Mathias Muchus, Gading Marten, Surya Saputra, Soleh Solihun dan Bayu Skak.

“Film ini unik karena membawa dua genre sekaligus. Para pemain memerankan diri sendiri masing-masing pemain memberi sentuhan khas masing-masing,” jelas Prilly saat jumpa pers di Royal Surakarta Heritage Hotel.

Dalam film ini, gadis kelahiran 15 Oktober 1996 membawakan tokoh yang mewakili anak gaul Jakarta. Bahkan membawa peran manusia setengah serigala ala Ganteng-Ganteng Serigala dan kisah cintanya.

Dia mengaku tidak mengalami kendala berarti saat teknis shooting berlangsung. Sebab Raditya Dika sebagai sutradara sekaligus penulis naskah memberi ruang pada para pemeran untuk improvisasi.

“Kami tidak memaksakan diri melawak karena keluar secara alami seperti kebiasaan sehari-hari,” ujarnya.

img-20161221-wa00241

Antusiasme penggemarnya di Solo begitu tinggi. Bahkan usai menyapa para fans di atrium Solo Paragon Mall, Prilly harus dikawal ketat para sekuriti. Dengan sedikit tergesa dara berambut panjang ini akhirnya menuju XXI untuk menutup agenda hari ini dengan nonton bareng film Hangout. (rum)

Cumlaude, si Kembar Wisuda Bareng

JatengOnline, Sukoharjo – Bisa jadi pasangan Guru, Suharjo dan Endang, warga Sumber Gayam, Genukharjo, Wuryantoro, Wonogiri, ini menjadi orang tua yang paling berbahagia saat ini. Saat melihat dua putri kembarnya Erlina Fitri Hapsari dan Erlisa Fitri Hapsari, lulus dengan predikat terbaik, cumlaude IPK tertinggi. Bahkan nilai keduanya hanya terpaut 0,03 saja. Dalam wisuda Univet periode II tahun 2016, Erlisa meraih IPK terbaik 3,90, sedangkan Erlina terbaik kedua dengan IPK 3,87.

“Tentu sangat senang karena sudah membanggakan orang tua kami. Ilmu kami juga akan kami abdikan untuk anak didik kami di SDN Genukharjo 1 Wuryantoro,” ungkap Erlina Erlisa, wisudawan kembar Univet yang meraih predikat cumlaude.

Tak hanya pintar dan cantik, si kembar Erlina Erlisa juga rendah hati, mereka berdua mengaku tidak ingin saling menonjolkan diri masing-masing. Karena meskipun kembar dan sama-sama di Prodi PGSD, namun tetap kompak dan tidak saling iri.

“Kalau ada tugas kita kerjakan bersama tapi tidak sama, kami tetap menjadi diri kami sendiri. Pernah mbak Lina mendapat IPK 4 saya yang dibawahnya, tapi pernah juga saya mendapat IPK 4 dan mbak Lina dibawah saya.”imbuh Lisa, ditemui usai wisuda di Auditorium Univet Bantara Sukoharjo kemarin.

Keinginan untuk meneruskan jenjang Strata 2 tetap ada, namun Erlina Erlisa mengaku ingin mengabdikan ilmunya untuk muridnya dulu sebelum ia mengejar mimpi yang lain. – jia

Venilia Agik Nyaman Bawakan Acara Moto GP

JatengOnline – Sebagai pembawa acara olahraga di televisi, nama Venilia Agik memang sudah tak asing lagi. Wajahnya kini memang kerap terlihat di Trans 7 membawakan acara Moto GP. Demi kecintaannya dengan dunia presenter, Venilia pun rela membagi waktu antara kuliah dan kursus.

Apa kabar Mba Venilia, sibuk apa sekarang?

Sekarang saya sedang sibuk sebagai presenter, kuliah dan kursus bahasa Perancis juga.

Cara membagi waktunya bagaimana mba antara kerja, kuliah dan kursus ?

Ya kita harus pintar-pintar membagi waktu, paling kendalanya saat schedule yang padat dan ngehost acara yang berbeda itu saja sih.

Ceritain dong awal kariernya seperti apa?

Saya memulai karier saya sebagai presenter olahraga di Kompas, lalu saya pindah ke Trans 7 menjadi presenter moto Gp hingga sekarang, jadi selama berkarier saya pindah-pindah tempat untuk mencari pengalaman.

Apa yang menarik dari dunia presenter ?

Buat saya semuanya menarik sebagai presenter, sebab saya sangat suka dengan pekerjaan saya, jadi saya sangat excited sekali dengan dunia olahraga. Apalagi tantangan untuk menguasai apa yang akan kita bawakan misalnya saya membawakan acara olahraga, saya harus menguasai semua dunia yang saya bawakan. Pokoknya deg-degan deh.

Kalau kendalanya apa mbak?

Sejauh ini tidak ada kendala menjadi presenter, sebab masih saya bisa atasi melalui proses belajar, menimba ilmu dari expert dan senior serta selalu diskusi serta bertanya dengan pimpinan.

Pernah melakukan kesalahan nggak saat live?

Pastinya pernah, seperti keselip lidah, tapi untungnya nggak fatal banget dan semuanya bisa diatasi dengan baik.

Masih nyaman dengan dunia yang sekarang?

Sejauh ini saya merasa nyaman dan sangat mencintai pekerjaan saya sekarang menjadi pembawa acara olahraga, karena saya juga orangnya gemar olahraga.

Selektif nggak pilih pekerjaan?

Selektif sih tidak ya, selagi saya nyaman dalam pekerjaan itu saya akan lakukan.

Oiya memang mba suka olahraga apa aja ?

Saya gemar olahraga gym, trx, body pump, yoga dan yang terakhir berenang. – thejak

Modal Pinjaman Kembangkan Bisnis

Solo – Siapa bilang wanita tidak bisa sukses berbisnis? Anggapan bila kaum hawa hanya boleh di dapur dan mengurus keluarga nyatanya kini sudah mulai berubah. Apalagi semenjang emansipasi wanita dikoarkan ke hadapan publik membuat ruang gerak mereka semakin terbuka.

Ada banyak contoh wanita di luar sana yang tak segan dalam mencoba berbisnis dan sukses. Coba tengok saja wanita yang satu ini. Atik Puji Lestari namanya. Tidak ada yang menyangka bila wanita yang nampak kalem dari luar ini sangat lihai dalam menjalankan roda bisnis. Mulai dari salon, properti, barik, persewaan alat berat sampai dengan rumah makan sudah dia coba dan sukses.

Meski terbilang usianya masih terbilang mudah , perempuan kelahiran karanganyar 29 tahun silam ini nyatanya sudah mulai mengenal dunia bisnis sejak duduk di bangku SMA. ”Pertama kali perkenalan saya pada bisnis itu ketika saya mendapatkan amanat untuk mengelola toko beso milik orang tua saya. Dan dari itulah, saya kemudian menemukan passion saya dalam berbisnis,” kata dia ditemui di Dave Resto lalu.

Berbekal pengalaman selama dirinya mengelola bisnis keluarga, hingga pada tahun 2008 Atik memberanikan diri mencoba untuk membuka bisnis mandiri “Saya mulai membuat bisnis sendiri itu saat masuk kuliah. dan pilihan saya waktu itu jatuh pada usaha salon,” ujarnya. Pilihan Atik ini memang bukan tanpa alasan. Selain memang sudah suka dengan dunia makeup, dirinya juga sempat mengikuti kursus sekolah kecantikan milih seorang hair stylist ternama.

Dan mulailah Atik mencoba peruntungannya, tanpa kenal lelah dan menyerah, dirinya terus mengembangkan bisnis salon yang dia beri nama Mayaratna. “Nama Mayaratna itu pemberian dari alm, Gusti Heru. Dan nampaknya nama itu juga memberikan saya keberuntungan dalam berbisnis,” tukas dia.Perlahan tapi pasti bisnis salon miliknya mulai berkembang pesat dan memiliki cabang di beberapa teempat mulai dari Jebres, Mojosongo, Ngemplak, Banjarsari dan sebagainya.

Tak puas berhenti di bisnis salon
MayaratnaAMeski sudah terbilang sukses mengembangkan bisnis belum membuat Atik berpuas diri. Keinginannya untuk mencoba sesuatu mulai menguat, hingga akhirnya wanita yang baru menikah tahun lalu itu mencoba untuk melirik bisnis lain. Dan pilihannya jatuh pada bisnis properti. “ Saya menganggap bisnis ini cukup menantang. Oleh karena itu saya mencoba berbisnis properti,” komentarnya.

Sukses menjalankan satu usaha tak lantas membuat Atik berpuas diri. Ia pun mulai melirik bisnis lain yang membuatnya tertarik. Pilihannya pun jatuh pada bisnis properti. “Awalnya saya sempat ikut orang dengan bisnis broker properti. Namun kemudian saya melihat bisnis ini terbilang menguntungkan. Maka dari itu saya memutuskan untuk mendirikan PT milik sendiri pada tahun 2009 – 2010,” ungkapnya. Dan akhirnya lahirlah PT Tri Maesa Buana.

“Modal saya pertama kali itu dari uang menggadaikan barang berharga milik saya juga dari uang bantuan orang tua. Dan mulailah saya menggarap proyek perumahan tipe 36 sekitar 180 dan belum 3 bulan sudah terjual semuanya,” jelas Atik.

Dan mulailah Atik terjun di dunia properti. “Disana saya belajar bagaimana meyakinkan calon konsumen dengan produk yang saya miliki. Saya bahkan sering turun langsung menemui klien. Tujuannya tentu saja agar saya bisa lebih jelas memahami apa kebutuhan dia,” ujar putri Suparno Wignyo Hartono.Dan sekali lagi, bisnis yang dia kerjakan ini mampu meraup sukses, dengan mengembangkan banyak cabang properti.

Dan seolah tidak ada rasa puas, kembali Atik mulai tertarik menekui bisnis lain. Dan pilihannya jatuh pada bisnis batik. “ Idenya datang karena saya sering menggunakan batik di kantor. Dan saya mulai berfikir dari pada membeli kain batik diluar kenapa tidak membuat sendiri,” papar dia.

Tak seperti kain batik pada umumnya, desain yang dibuat Atik lebih bergaya anak muda. “Saya melihat kecintaan generasi muda untuk menyukai batik semakin berkurang. Untuk itulah saya membuat batik yang bisa digunakan anak muda,” jelas penyuka pasta itu. Dan Atik memilih memberikan namanya dengan nama Mayaratna. Sampai saat ini, Batik Mayaratna buatannya sudah ada di 2 lokasi berbeda, yakni di wilayah Mojosongo dan juga Paragon Mall.

Sukses Mutlak hak semua orang
Dan ketika disinggung mengenai perihal kesuksesannya. Ratna mengaku masih jauh dari kata sukses. “ Saya sedari dulu sampai sekarang melakukan apa yang ada dalam keinginann saya. Dan banyak yang menganggapnya sebagai sebuah sukses. Padahal bagi saya pengukuran sukses itu tidak terpengaruh pada nilai yang dihasilkan melainkan perjuangan di dalamnya,” tukas dia.

Atik juga selalu menekankan kepada anak muda untuk jangan takut berbisnis. “ Ada yang mengatakan modal menjadi musuh terbesar seseorang yang ingin memulai usaha. Padahal jika ditelisik lebih jauh, ada banyak contoh diluarsana yang mampu sukses tanpa modal besar,” jelas Anik.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, selama mau berusaha, berinovasi dan pantang menyerah, maka pintu sukses bisa didepan mata. Kedepan Atik masih berkeinginan untuk kembali mengembangkan bisnis lainnya. “Saat ini saya tertarik pada bisnis properti lainnya. Rencanannya saya akan membuat Mayaratna Regency. Dan saat ini masih dalam proses, harapannya bisa segera di launching,” imbuh dia. – ambar

Data Diri :
Nama : Atik Puji Lestari, SE, ST
Lahir : Karanganyar, 14 Oktober 1985
Hobi : golf, make up, thai boxing

Keluarga:
Suami: Dr. Wahyudi Wibowo

Pendidikan:
SD Sibila Mojosongo
SMPN 14 Surakarta
SMAN Warga
S1 UMS Jurusan Ekonomi Managemen Pemasaran

Lain-lain:
Makanan Kesukaan : pasta salmon

Usaha :
· PT Tri Maesa Buana (properti)
· Rumah Makan Mayaratna
. Batik Mayaratna
. Salon Mayaratna

Dari Loper Koran Jadi Trainer Handal

Solo – Jika kamu mendengar istilah sukses, apa yang terlintas dibenakmu? Seseorang yang mampu mendirikan perusahaan atau seseorang yang mampu memenangkan pandangan negatif masyarakat akan mimpi yang ingin diraih.

Arianna Huffington, pemimpin Huffington Post, pernah mengatakan bahwa metrik kesuksesan tak cukup hanya uang dan kekuasaan. Harus ada metrik ketiga, yaitu kesejahteraan, kebijaksanaan, mimpi, dan berderma. Menurutnya faktor-faktor itulah yang menjaga psikologi kehidupan kita dan merupakan kesuksesan yang sebenarnya.

Dan seperti yang dikatakan Ariana, sukses hanya bisa diraih oleh mereka yang mau bermimpi dan berusaha meraihnya. Seperti Yant Subiyanto ini misalnya, sikap pantang menyerah serta mental kuat dalam membangun bisnis membuatnya sukses membuat banyak perusahaan.

Pria yang lahir di Purworejo, 20 Oktober 1974 silam ini memang bukanlah anak yang berasal dari golongan mampu. “ Saya ini terlahir dari seorang petani dan mantan veteran. Diaman ayah dan mamak saya bekerja keras menggarap padi di sawah,” kata pria yang akrab disapa Yant ditemui di salah satu usahanya, Bakso Tengkleng Karangpandang, Karanganyar beberapa waktu lalu.

Sedari kecil, Yant memang sudah dibiasakan untuk hidup keras. “Dibandingkan dengan saudara saya yang lain, saya ini tergolong anak dengan fisik yang lemah, dimana kalau terkena terlalu banyak cahaya bisa pingsan. Oleh karena itu saya tidak pernah membantu orang tua di sawah,” jelas dia.

Tak mau berpangku tangan, Yant yang masih berusia 10 tahun kala itu, mencoba untuk membuat wayang dari kertas dan dijual ke teman – temannya di sekolah. “ Ternyata banyak yang suka. Akhirnya saya memutuskan untuk melukis wajah sampai STM dimana saya mendapatkan upah antara Rp 4 ribu – Rp 5 ribu pergambar,” kata dia.

Aktivitas pria dua anak ini sedari kecil memang sudah dihadapkan pada pekerjaan. Mulai ketika pukul 03.00 WIB sudah harus menggembala kerbau, kemudian bersekolah, lalu menjadi loper koran, dan mengajari mengaji sudah menjadi kebiasaan rutin dia sehari – hari.

Sampai kemudian dia memutuskan untuk merantau ke Jakarta. Dan bekerja di beberapa perusahaan besar.Meski telah memiliki pekerjaan tetap namun Yant tetap mengerjakan pekerjaan sampingannya.” Biasanya ketika akan bekerja saya menbawa tas besar yang berisi baju, sepatu dan mie dimana saya jual lagi kepada rekan saya di pabrik,” komentarnya.

Yant bahkan sampai datang ke tempat produksi dimana dia membeli langsung ke produsen untuk mendapatkan barang dengan harga yang lebih murah. “ Karena pekerjaan saya seperti itu, kehidupan saya bisa dikatakan pas – pasan. Bahkan untuk makan saja hanya dari warteg dan kalau lihat warung makan padang sudah saya anggap sebagai makanan mewah. Maka dari itu ketika saya mendapatkan keuntungan saya habiskan untuk mencoba makan makanan mewah,” kenang dia.

Meski demikian, Yant tetap melihat jerih payahnya selama ini sebagai sebuah tempaan mental dimana kedepannya akan menjadi pemacu dia untuk menjadi orang sukses.

P3110172

Kenal dunia trainer
Perkenalan Yant pada dunia trainer berawal dari seringnya dia dipanggil beberapa organisasi kemahasiswaan untuk membantu mentraining mahasiswanya. “ Saat itu saya menjadi president senat dimana sering diundang ke kampus lain untuk mengisi training disana. Dan itu menjadi cikal bakal saya mengenal bisnis trainer,” tukas dia.

Ketertarikan Yant semakin menguat dikala dia bekerja di TPS Food tbk, dimana dirinya mendapatkan training sebelum bekerja. Dan mulailah dia mencoba untuk mengikuti berbagai kegiatan training dari trainer ternama di tanah air. “ Saya sampai mencari uang bagaimana caranya untuk bisa ikut pelatihan. Mulai dari AndiWongso,AA Gym , Tung Desung Waringin. Ketika itu saya melihat bagaimana seorang Tung bisa mendapatkan upah sampai Rp 40 juta hanya dengan 2 jam berbincang bincang, bercanda dan melakukan gerakan ringan dibandingkan dengan saya yang bekerja di pabrik dengan gaji Rp 7 juta saja,” kata Yant. Sejak saat itulah Yant bertekad untuk menjadi seorang trainer.

Dan mulailah dia membuka CUAT Bina Manajemen. Sistem yang dia gunakan adalah NPL (Neuro Linguistic Programing) dimana program ini belum banyak orang yang tahu. “NPL merupakan sebuah program yang memaksimalkan potensi yang ada di dalam diri kita dan mengorganisasi kehidupan mental kita. Dan di Jawa Tengah saja, baru saya yang memiliki sertifikat pelatih tingkat internasional,” jelas suami Inang Dyah Widyastuti itu. Dan hampir semua teknik dalam NPL dia kuasai.

CUAT Bina Manajemen lebih banyak membidik perusahaan menengah ke bawah sampai pada tingkat UMKM. “ Biasanya kalau perusahaan besar dengan budget yang besar pasti akan meilih konsultan yang sudah settle dengan pengalaman puluhan tahun atau berasal dari manca. Oleh karena itu, saya memilih pangsa menengah kebawah yang nyatanya memiliki pangsa yang cukup besar,” jelas dia.

Dalam bebisnis Yant selalu menerapkan diri seperti sebah beruang. Dimana beruang itu bisa memiliki tubuh yang besar namun ketika dia akan makan ikan salmon dia tidak akan memilih mana ikan yang besar maupun yang kecil, dan semua dia makan. Dan sama hanya dengan bisnisnya itu, Yant juga tidak pernah membedakan antara perusahaan besar maupun kecil, sebab semua dia layani dengan baik.

IMG-20160501-WA0091Kesulitan berbisnis konsultan
Dalam menjalankan bisnis sudah pasti pernah menghadapi hambatan. Mulai dari benturan waktu , permintaan klien yang aneh, sampai terberat ketika dirinya harus menerima kebangkrutan pada bisnis lainnya.l “ Waktu itu selain saya berbisnis di Cuat Bina Manangemen, saya juga buka Pabrik furnitur pengolahan kayu yang sudah sampai ke pasar Belanda dan Belgia. Tapi saya harus bangkrut dan mengalami kerugian yang cukup besar sekitar Rp 700 juta – Rp 800 juta. Dan untuk bangkit saya memfokuskan pada usaha training saya,” ungkapnya.

Dan sejak tahun 1999 hingga saat ini sudah banyak perusahaan yang pernah dia tangani mulai dari PT Pelangi Indah Canindo, PT Cipta Saksama Indonesia, PT Tri Dharma Wisesa, PT Asia Pacific Permai Group (Danau Bogor Raya real Estate, Klub Bogor Raya, Klub Golf Bogor Raya) Bogor Jawa Barat, PT CSI, PT PIC, TPS Food, PT Osram Indonesia Tangerang, dan masih banyak lagi.

Selain kesulitann dalam mengatur waktu juga harus bersaing degan trainer dari mancanegara. “ Sejak digulirkannya MEA tahun 2015 lalu, mulai banyak berdatangan trainer dari mancanegara seperti Australia, Malaysia, Singapura dan lainnya yang mana banyak diminati perusahaan. Meski demikian kami cukup terbantu dengan adanya Asosiasi Penulis dan Inspirator Indonesia yang banyak membantu kami untuk mendapatkan pasar,” jelas dia.

Strategi lain yang dilakukan Yant untuk bertahan melalui media baik cetak maupun online, selain itu dirinya juga membuat beberapa buku diantaranya 21 hari lejitkan potensi anak, Sukses berbisnis dengan NPL dan banyak lagi. Yant berharap kedepannya dirinya bisa menjadi seorang trainer yang mampu go internasional. – ambar

Data diri:
Nama Lengkap : Subiyanto
Nama Panggilan : Yant
Branding & Gelar Lengkap : Yant Subiyanto, S.T., CM-NLP
Alamat Lengkap : J l Srikandi No 3 Griyamukti RT 02 RW 02 Jaten Karanganyar Jawa Tengah 57771
Telepon / HP : 0271822040/08121230050
Email : yant.subiyanto@gmail.com
Website : www.roemahnlp.co.cc
TTL : : Purworejo, 20 Oktober 1974

Keluarga:
Istri : Inang Dyah Widyastuti Subiyanto
Anak : Faiz Zaini Subiyanto
Fadhil Alhakim Subiyanto

Keahlian Profesi :
Trainer Aplikasi NLP dan Therapist, Development SDM, Manajemen & Leadership
HRD, training, recruitment, kepersonaliaan.
CSR Program.
Training Sistem Terapan Manufacturing seperti TQM, ISO 9001, Just In Time, Lean Manufacturing, TPM, GKM, SS, Pokayoke, Productivity, dll.
Trainer –Implementor 5R/5S.
Trainer Cost Reduction Program and application (setting up, idea and review) Internal Quality Auditor: ISO 9001, ISO 22000