Rakyat Sepakat Dukung Keberhasilan Jokowi

JATENGONLINE, SOLO – Dialog Publik mengambil tema “Dengan Semangat Sumpah Pemuda Marilah Kita Gali Keberhasilan Presiden Jokowi & Kita Dukung Program Yang Pro Rakyat” yang di selenggarakan oleh Al Islah di Rumah Makan Nogiri Mbak Yun, Mangkubumen Banjarsari Solo, berlangsung meriah. Senin (30/10/2017)

Menghadirkan narasumber Drs. HM. Dian Nafi. M. Pd, Pengasuh Ponpes Almuayyad Windan Sukoharjo dan Aria Bima, Anggota DPR RI FPDIP, dengan moderator Utomo Prasetyo.

Dialog publik mengundang sejumlah perwakilan dari Tokoh Lintas Agama, Ormas Kepemudaan, Mahasiswa dan Mahasantri, Pelajar dan Santri di wilayah kota Solo dan sekitarnya.

Aria Bima, Anggota DPR RI FPDIP saat menyampaikan paparannya tentang keberhasilan Jokowi.

Sederet prestasi Jokowi selama memimpin negeri ini di paparkan pada kegiatan ini, diantaranya kurun waktu 3 tahun sudah berhasil membangun jalan trans Papua. Yang selama ini tidak ada satu pemimpin pun yang mau atau sanggup, membangun jalan lintas di sepanjang perbatasan Malaysia dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Utara sepanjang 1900 Km. Menghubungkan kota di Sulawesi dengan jalur Kereta Api.
“Jokowi menjadi pembicaraan pemimpin-pemimpin dunia akan kesuksesannya menjaga perekonomian Indonesia disaat negara lain terancam bangkrut, melobby hasil bumi di barter dengan teknologi tingkat tinggi negara lain. Dan banyak lagi hasil kerjanya, yang kemarin kita anggap mustahil untuk dikerjakan,” papar Aria Bima.

Dalam pikirannya, imbuh Aria Bima, hanya tersirat ingin membangun negara dari pinggiran Indonesia. Keadilan sosial bagi seluruh orang Indonesia, bukan mayoritas atau pun minoritas.

Drs. HM. Dian Nafi. M. Pd, Pengasuh Ponpes Almuayyad Windan Sukoharjo, saat mengapresiasi keberhasilan Jokowi dalam paparannya

Sementara menurut Dian Nafi, bahwa keberhasilan kepemimpinan Presiden Joko Widodo terlihat dari kemajuan dalam segi hak ekonomi, sosial dan budaya di Indonesia, hingga berpengaruh pada tumbuhnya kepercayaan masyarakat.
“Kepercayaan yang di tanamkan oleh Jokowi, melalui berbagai keberhasilan pembangunan di beberapa sektor di berbagai wilayah, mampu menginspirasi rakyat untuk turut berpartisipasi dan peran serta dalam mendukung program yang dilakukannya,” ujarnya.

Jokowi berangkat dari hanya Tukang Kayu dan dari Rakyat jelata. Melalui kekuatan nalurinya untuk memimpin dan melakukan perubahan, maka tak pelak lagi, dia inilah yang dulu dijanjikan Ir. Soekarno untuk Indonesia “Beri aku 10 pemuda, akan kuguncang dunia”.

Hanya 3 tahun waktu yang dibutuhkannya. Bagaimana jika 10 tahun?. Masih banyak kekurangannya, tentu iya. Dialah Jokowi, 3 Tahun Memoles Wajah Indonesia, di dalam dirinya hanya tahu kerja, kerja, kerja. (ian)

Dialah Jokowi, 3 Tahun Memoles Wajah Indonesia

Al-Islah menakar keberhasilan Jokowi, melalui dialog santai “Dengan Semangat Sumpah Pemuda Marilah Kita Gali Keberhasilan Presiden Jokowi & Kita Dukung Program Yang Pro Rakyat” 

JATENGONLINE, SOLO – Namanya Jokowi, Orang Indonesia, orang ini, dalam 3 tahun sudah berhasil membangun jalan trans Papua. Yang selama ini tidak ada satu pemimpin pun yang mau atau sanggup membangunnya.

Orang ini, dalam 3 tahun sudah memulai membangun jalan lintas di sepanjang perbatasan Malaysia dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Utara sepanjang 1900 Km. Dia juga sedang menyambungkan Kalimantan dengan jalur Kereta Api.

Orang ini, dalam 3 tahun sudah memulai membangun menghubungkan kota di Sulawesi dengan jalur Kereta Api.

Orang ini, dalam 3 tahun sudah memulai membangun jalan bebas hambatan di Sumatera,yang menyambungkan dari Aceh sampai Lampung.

Orang ini, dalam 3 tahun sudah berhasil membangun 7 waduk di NTT, LRT, MRT di Jakarta dan Palembang. Pelabuhan dan Bandara di seluruh Indonesia

Orang ini, dalam 3 tahun menjadi pembicaraan pemimpin-pemimpin dunia akan kesuksesannya menjaga perekonomian Indonesia disaat negara lain terancam bangkrut.

Orang ini, dalam 3 tahun sudah pandai melobby hasil bumi kita akan di barter dengan teknologi tingkat tinggi negara lain.

Dan banyak lagi hasil kerjanya, yang kemarin kita anggap mustahil untuk dikerjakan.

Orang ini, di dalam pikirannya cuma tersirat ingin membangun negara dari pinggiran Indonesia. Keadilan sosial bagi seluruh orang Indonesia, bukan mayoritas atau minoritas.

Orang ini, orang Indonesia, putra Indonesia dari kalangan rakyat jelata, hanya tukang kayu saja.

Orang ini, di dalam dirinya hanya tahu kerja, kerja, kerja. Dia hanya nyengir jika dituduh PKI. Dia hanya diam jika diolok-olok nama hewan. Dia hanya mingkem walau di do’akan keburukan atas dirinya.

Tapi, dia akan marah besar jika ada orang atau ormas yang menghina Pancasila. Mengancam kebhinekaan kita.

Orang ini memiliki nama JOKOWI, orang Indonesia. Tukang Kayu dari Rakyat jelata. Orang seperti inilah yang dulu dijanjikan Ir. Soekarno untuk Indonesia “Beri aku 10 pemuda, akan kuguncang dunia”.

Hanya 3 tahun waktu yang dibutuhkannya. Bagaimana jika 10 tahun?. Masih banyak kekurangannya, tentu iya. Karena Dia baru 3 tahun memimpin Indonesia.

Semoga beliau diberi kesehatan dan umur panjang, tetap amanah dan menjaga dan merawat rumah bersama, INDONESIA.

Berangkat dari narasi diatas Al- Islah Jaringan Lintas Kultural, berencana menggelar Dialog Publik mengambil tema “Dengan Semangat Sumpah Pemuda Marilah Kita Gali Keberhasilan Presiden Jokowi & Kita Dukung Program Yang Pro Rakyat” pada hari Senin, 30 Oktober 2017 di Rumah Makan Nogiri Mbak Yun – Mangkubumen Banjarsari (Timur Paragon) Solo.

Menghadirkan narasumber Drs. HM. Dian Nafi. M. Pd, Pengasuh Ponpes Almuayyad Windan Sukoharjo dan Aria Bima, Anggota DPR RI FPDIP, dengan moderator Utomo Prasetyo. Mengundang sejumlah perwakilan dari Tokoh Lintas Agama, Ormas Kepemudaan, Mahasiswa dan Mahasantri, Pelajar dan Santri untuk hadir.

“Hanya kebenaran yang mampu menerangi kegelapan, maka negeri yang luas ini tak boleh dibiarkan ditudungi ole kedustaan, sebagaimana terjadi di setiap pilkada. Supaya kebhinekaan di nusantara tercinta ini tetap memiliki ika-nya yang sejati, NKRI – JAYA, Presiden ku Kerja-Nyata !” pungkas Mantep Riyanto. SH, Ketua Panitia. (ian)

Kenduri Cinta Pak Presiden Mantu

JATENGONLINE, SOLO – Tumpeng Nasi Kuning Sekolah Tinggi Ekonomi Surakarta (STIES), dan 10 tumpeng nasi kuning lainnya dari berbagai partisipan dari hotel Lorin, Lorin Syariah, Sahid Jaya, Grand Sae, Salaview, Dana, Amarelo, Aston, GranHAP, Tosan Solo Baru.

Adalah sebagai wujud syukur dan rasa suka cita dari warga kota Bengawan ini, menyambut hajatan untuk kali kedua Presiden Jokowi ‘mantu’ yang bakal dihelat di Graha Saba Buana, Sumber, Solo. Rabu (8/11/2017) mendatang.

“Sebagai warga Solo tentunya punya hak untuk menyambut dengan suka cita dan mendoakan semoga hajatan dapat berlangsung dengan lancar, sekaligus menghaturkan selamat dan bahagia kepada kedua mempelai,” ujar Mayor Haristanto, Presiden Republik Aeng Aeng pemrakarsa kenduri, di Car Free Day. MInggu (22/10/2017)

Lebih lanjut Mayor mengatakan, dipilihnya kota Solo sebagai tempat penyelenggaraan pernikahan, merupakan apresiasi tersendiri, karena selain efek gerendel ekonomi yang menggeliat, adanya liputan banyak media dalam dan luar negeri ke kota ini, semakin membuat ‘moncer’ dan perhatian mata dunia.

Sebagai pembuka acara kenduri, tampil Atraksi musik Perkusi Kompeni mahasiswa STIE AUB Surakarta. (ian)