Kotak Pos Orange itu, Kini Merana …

Kotak pos dimakan jaman, karat disana-sini tak lagi berfungsi
JATENGONLINE, SOLO – Masih ingat? dimasa lalu, sebelum merebaknya internet seperti sekarang ini, kotak pos milik Kantor Pos masih menjadi dambaan setiap masyarakat, menantikan kabar dari handai taulan.

Seiring berkembangnya waktu, di masa internet sekarang ini, benda terbuat darui besi itupun, lambat laun kian di jauhi, kini nyaris tak terjamah, selain tak terawat, karat-an disana sini.

Kemudahan komunikasi dengan kecepatan yang luar biasa, bertumbuhnya digital media telah merubah segalanya, lifestyle masyarakatpun turut berubah, dalam sekejapan mata, berkirim surat ke belahan dunia yang lain, kini bukan lagi keniscayaan.

Masa mengirim surat menyurat manual sudah jauh lewat. Kotak pos yang berada di temui di perbatasan Solo- Sukoharjo, Minggu (22/10/2017), tepatnya di Cemani yang berada di sisi sebelah kiri jalan dari arah Tipes- Solo, disebelah kanan Rumah Makan Ayam Lumur ini, tampak tak terawat.

Bagian luarnya kebetulan tak ditempeli dengan sejumlah kertas iklan. Malah ada tulisan “Jagalah Kebersihan Jangan Asal Nempel” entah siapa yang menulisnya. Kotak pos milik Pos Indonesia tersebut terlihat merana, besi yang kala itu kokoh, mulai termakan oleh jaman, karat disana-sini, dan tak terurus, terkunci memang, namun tak yakin apakah masih berfungsi.

Kotak Surat atau bis surat ini di zaman modern sepertinya sudah kalah dengan kotak pos HP yang di miliki oleh warga masyarakat, karena mengirim berita atau surat melalui hp SMS sudah sangat cepat masuk ke sasaran yang di tuju tanpa di antar tukang pos.

Salah satu warga yang mengaku bernama siran mangatakan pos surat seperti yang ada apalagi yang rusak ‘cukup merana nasibnya sekarang’ kotak pos dan bis surat seperti ini sudah tak berfungsi dulukan di pergunakan sebagai tempat mangkal semua surat.

Aji (40) warga sekitar mengatakan, kotak tersebut memang sudah lama mangkrak. Jarang orang yang menggunakan, bahkan bisa dikatakan tidak pernah.

“Zamannya sudah beda. Siapa sih sekarang yang menggunakan pos untuk berkirim surat ?” katanya.

Bahkan, lanjut Aji, ada sejumlah orang yang tak dikenal iseng mengisinya dengan batu tak sedikit pula yang menggunakannya untuk menempelkan iklan produk. Mungkin, mereka tahu sudah gak kepakai. Kadang ada orang iseng kesini, masukan koin atau batu ke dalam.

“Kalau memang tidak lagi digunakan, kepada pihak PT Pos untuk mengambil atau memindahkan kotak pos tersebut. Sayang kalau rusak, ditempatkan di mana yang bisa digunakan untuk hal lain,” jelasnya.

Pengalaman berbeda pun diceritakan oleh Hery (65), warga Cemani-Sukoharjo, bahwa dirinya kala itu, selalu berkirim surat kepada pacarnya, yang kini menjadi istrinya, kirim-kiriman surat menurutnya mengasyikan waktu itu.

“Sekarang sudah tak berlaku. Tinggal penyet huruf di HP aja sudah sampai ke pacar serta bisa kirim kiriman foto segala,” ungkap Hery, seraya mengenang masa lalunya.

Kotak pos warna orange ini bisa dibilang kumuh. Walau pada jamannya sangat berfungsi. Di zaman modern, berkirim surat via email segala macam. Kian ngetren, ditambah fasilitas chating dengan berbagai media sosial mulai Whats App, Facebook Massenger, Line dan lain sebagainya, makin menggilas budaya berkirim surat lewat pak pos.

“Kotak Pos Indonesia sudah jarang yang pakai, daripada merusak pemandangah lebih baik diangkat aja, atau bisa difungsikan untuk kepentingan lain,” harap Hery. (ian)