Kerja Tim Ahli Cagar Budaya Tak Maksimal

Taman Sriwedari

JO, Solo – Kinerja Tim Ahli Cagar Budaya dinilai lamban dalam tugasnya. Hampir setengah tahun pembentukan tim tersebut oleh Walikota, namun hingga kini belum nampak hasilnya secara signifikan. Ironisnya, pernyataan tersebut justru disampaikan oleh salah satu anggota tim ahli cagar budaya, Sudarmono. Pernyataan ketidak puasan akan kinerja tim tersebut ia lontarkan pada wartawan, Rabu (30/11/2011).

Ia menilai, workshop yang selama ini dilakukan oleh tim tersebut untuk melakukan verifikasi terhadap bangunan yang diduga manjadi benda cagar budaya (BCB) terlalu memakan waktu lama. “Membuat workshop saja harus menunggu sampai 3 minggu,” katanya.

Ia juga mengatakan, saat ini ada pertentangan mengenai konsep tim ahli dengan dirinya. Menurutnya, dalam pemanfaatan BCB harus dikembalikan dengan fungsi semula. Namun manakala Pemkot ingin menambah ruang terbuka hijau (RTH) di sekitar BCB, tim ahli hanya diam saja. “kalau konsepnya berubah total, dasarnya apa?” kata Sudarmono.

Perbedaan lain, menurut Sudarmono, terletak pada teknis verifikasi. Ia telah mengusulkan melibatkan 51 Kepala Kelurahan untuk mendata bangunan yang diduga sebagai BCB, dan menyerahkannya kepada tim ahli untuk dilakukan verifikasi. Ia menilai cara tersebut bisa lebih cepat dan efisien. “Namun usulan itu justru diabaikan,” keluhnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya kota Solo Kusumastuti menyangkalnya. “Kita bukannya lamban, karena kerja kita harus bisa dipertanggung jawabkan,” katanya via telepon. Menurutnya, saat ini pihaknya sedang berkonsentrasi untuk menyelesaikan masalah kawasan eks Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mangunjayan dan gedung eks Brigif.

“Kita sudah siapkan pemaparan. Sedangkan untuk yang lain, kita sedang melakukan kajian untuk klasifikasi sesuai dengan periodisasi bangunan,” terangnya. – tml