Polres Sukoharjo Dilaporkan Kompolnas

JO, Sukoharjo  – Gertakan para mahasiswa Univet yang akan melaporkan aparat Polres Sukoharjo karena dinilai bertindak anarkis pada para pelaku demo, akan dibuktikan.
Melalui kuasa hukum Aliansi Mahasiswa Surakarta, akan melaporkan terjadinya aksi pemukulan oleh aparat kepada mahasiswa saat terjadi kericuhan antara mahasiswa dan aparat kepolisian di depan pintu masuk kampus Univet Bantara, Jum’at (22/11) malam yang lalu.

hal itu diungkapkan Kuasa hukum Aliansi Mahasiswa Surakarta, M. Badrus Zaman menjmbenarkan ada keinginan dari Aliansi Mahasiswa Surakarta untuk melaporkan pemukulan yang dilakukan aparat polisi Polres Sukoharjo terhadap massa demonstran pada Jum’at (22/11) malam lalu kepada Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

“Kami selaku kuasa hukum memenuhi keinginan dari aliansi mahasiswa untuk mengirimkan surat berupa laporan pemukulan oleh aparat polisi kemarin itu kepada Kompolnas,” terang Badrus Zaman.

Menurut Badruz Zaman, selain akan mengirim surat kepada Kompolnas, pihaknya juga akan memberi tembusan surat tersebut kepada Polda Jawa Tengah. Selain itu, pihaknya sebenarnya juga melaporkan secara tertulis pemukulan oleh aparat polisi tersebut kepada bagian Provost Polres Sukoharjo.

“Surat ke Kompolnas dikirimkan Rabu (26/11/2014). Langkah selanjutnya ya kami menunggu surat itu sampai ke Kompolnas dan mendapatkan surat balasan dari sana (Kompolnas). Kalau surat laporan ke Provost sudah kami serahkan surat laporannya Minggu (23/11) lalu,” terang Badruz Zaman.

Terkait adanya permintaan maaf dari pihak Kapolres Sukoharjo terhadap pemukulan yang dilakukan petugas kepolisian Polres Sukoharjo kepada para mahasiswa demonstran, Badrus Zaman mengakui hal tersebut. Bahkan menurut Badruz, Kapolres juga sudah mengirimkan permintaan maaf kepada Rektor Univet Bantara melalui SMS.  – jia

”Tapi isi SMSnya seperti apa saya tidak tahu. Tapi paling tidak, Kapolres sudah punya etika yang baik. Namun karena pihak aliansi mahasiswa menginginkan adanya laporan peristiwa pemukulan tersebut ke Kompolnas maka kami tetap akan mengirimkan surat ke Kompolnas,” jelas Badruz Zaman. (ade/jatengpos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *